26 Oktober 2009
Selebrasi Rossi dan Persaingan TV Berlangganan
Pertama-tama saya harus mengucapkan selamat pada Valentino Rossi yang berhasil menjadi juara dunia MotoGP 2009. Setelah balapan GP Malaysia di kondisi hujan, beliau berhasil membuat perolehan poinnya tidak terkejar meski tersisa satu seri lagi dengan menjadi juara 3.
Tetapi ada hal yang sedikit mengganggu, karena tradisi selebrasi juara dunia yang biasa dilakukan Rossi dan fans dipotong oleh Trans7 yang bahkan tidak menyiarkan podium kemenangan. Untuk Trans7 saya masih bisa maklum, karena acara lain sudah menunggu akibat siaran yang diperpanjang (balapan ditunda 40 menit), dan selama bertahun-tahun menonton di Trans7 ya memang begitu jadi saya maklum. Padahal seharusnya saya bisa menonton siaran ini di ESPN, tetapi entah mengapa First Media sudah dua bulan ini tidak mempunyai ESPN dan Star Sports dalam daftar salurannya, sehingga saya terpaksa harus menonton di Trans7.
Tampaknya semenjak kasus monopoli hak siar Liga Inggris oleh Astro beberapa tahun yang lalu, tontonan olah raga impor menjadi barang mewah yang tidak bisa dinikmati di TV antena. Meskipun Astro telah dihukum karena hal ini, TV berlangganan lain juga berlomba-lomba untuk memonopoli hak siaran olah raga impor untuk menambah jumlah langganan mereka. Akibatnya semakin sulit untuk menonton sepak bola di TV rumah, dan apabila mempunyai TV berlangganan, siarannya menjadi bolong-bolong. ESPN di First Media (sebelum hilang) pun begitu, apabila ada jadwal siaran Liga Inggris, salurannya diganti oleh saluran lain, biasanya Eurosport. Sehingga yang bisa ditonton relatif bukan favorit masyarakat Indonesia (setidaknya saya :-P), hanya tersisa Rugby, Baseball, NBA, Golf dan olah raga lainnya yang bukan favorit saya, tetapi saya tidak menyangka akhirnya saluran tersebut dicabut, padahal masih ada siaran MotoGP favorit saya.
Semoga ke depannya persaingan ini dapat diatur dengan lebih baik, karena tidak semudah itu bagi pelanggan untuk mengganti TV berlangganannya. Dan bagi pelanggan akan ada semacam diskriminasi, karena harga berlangganan semua TV hampir sama (rata-rata Rp 50.000 per paket) tetapi yang didapatkan tidak sama karena dia berlangganan TV A bukan TV B yang telah membeli hak siar. Semoga akan menjadi lebih baik.
--
Anton Hermansyah
25 Oktober 2009
Nulis Lagi
[picapp src="0263/d576cb60-dd96-4fbf-8fe1-9176b2892954.jpg?adImageId=6489717&imageId=267013" width="100%" /]
Akhirnya setelah memnidahkan blog ini ke Wordpress, saya bisa nulis lagi. Setelah Geocities hilang file-file Javascript yang saya simpan di sana juga hilang, akibatnya isi blog jadi hancur, jadi malas untuk mengisinya lagi.
Tapi hari Jumat (23/10) kemarin, teman SD saya, Puri tiba-tiba menulis di wall saya dan berkomentar tentang blog-blog saya dan dia bilang Blog Anton Hermansyah bagus, hohoho sebuah tambahan semangat untuk melanjutkan nulis di Blog ini :-)
Seharusnya saya datang ke Pesta Blogger tapi nggak jadi lagi, gara-gara sibuk browsing tentang One Piece di web, satu lagi hal penting dikalahkan oleh hal penting, bagaimana ini hehehe
Siplah, sekian dulu untuk sekarang, semoga dengan Blog ini bisa lebih kreatif.
--
Anton Hermansyah
Akhirnya setelah memnidahkan blog ini ke Wordpress, saya bisa nulis lagi. Setelah Geocities hilang file-file Javascript yang saya simpan di sana juga hilang, akibatnya isi blog jadi hancur, jadi malas untuk mengisinya lagi.
Tapi hari Jumat (23/10) kemarin, teman SD saya, Puri tiba-tiba menulis di wall saya dan berkomentar tentang blog-blog saya dan dia bilang Blog Anton Hermansyah bagus, hohoho sebuah tambahan semangat untuk melanjutkan nulis di Blog ini :-)
Seharusnya saya datang ke Pesta Blogger tapi nggak jadi lagi, gara-gara sibuk browsing tentang One Piece di web, satu lagi hal penting dikalahkan oleh hal penting, bagaimana ini hehehe
Siplah, sekian dulu untuk sekarang, semoga dengan Blog ini bisa lebih kreatif.
--
Anton Hermansyah
18 Agustus 2009
"Sebel"um Tidur
Sebenarnya harus tidur pada saat ini, tetapi karena melihat Syekh Raco yang sedang bersemangat menulis blog, kejadian yang sangat langka dalam dua minggu ini dia sudah menghasilkan dua posting di blog yang berbeda (padahal biasanya sistem satu blog satu posting ^-^) saya pun menjadi tertarik untuk bercerita lagi.
Kenapa kata "SEBEL" ada pada tanda kutip..?? Itu untuk menggambarkan keadaan beberapa minggu ini di dunia sekitar saya, ok mulai dari sebab mengapa saya harus tidur secepat ini. Don Darmadi meminta saya mengantarkannya pagi-pagi untuk meminta tanda tangan penguji di lembar pengesahan, seharusnya hal tersebut bisa dilaksanakan kemarin tetapi karena ulah Mr. Ad*, pak penguji itu pun keburu pulang, yah...saya pun cuma bisa geleng-geleng, karena di awal tahun saya pun pernah punya masalah dengan sifat Mr. Ad*.
Kenapa kata "SEBEL" ada pada tanda kutip..?? Itu untuk menggambarkan keadaan beberapa minggu ini di dunia sekitar saya, ok mulai dari sebab mengapa saya harus tidur secepat ini. Don Darmadi meminta saya mengantarkannya pagi-pagi untuk meminta tanda tangan penguji di lembar pengesahan, seharusnya hal tersebut bisa dilaksanakan kemarin tetapi karena ulah Mr. Ad*, pak penguji itu pun keburu pulang, yah...saya pun cuma bisa geleng-geleng, karena di awal tahun saya pun pernah punya masalah dengan sifat Mr. Ad*.
Label:
Diari,
Iseng,
Kampus,
Tentang Anton,
Wanita
02 Agustus 2009
MJ, MU dan MS
MJ, Michael Jackson
Dalam bulan Juli dan dalam waktu yang berdekatan pula ini saya di Indonesia mendapatkan berita-berita dari tiga buah subjek berawalan "M". Pertama, adalah berita dari "MJ" yaitu Michael Jackson, yang upacara pengantaran jenazahnya dilaksanakan secara besar-besaran di Staples Center, Los Angeles, California pada 7 Juli 2009. Menurut saya itulah klimaks dari kejadian meninggalnya Jackson yang dimulai pada tanggal 25 Juni 2009, saya pun merasakan betapa megah dan hebatnya upacara yang diadakan untuk menghormati seseorang yang berprofesi sebagai penyanyi, bukan seorang jendral yang juga pahlawan nasional, bukan seorang raja atau pun pangeran, dan bukan seorang presiden atau pun perdana menteri. Selamat jalan Michael...MU, Manchester United
Kedua, adalah berita dari "MU" yaitu Manchester United yang sejatinya akan mengadakan tour ke Indonesia pada tanggal 18 dan 19 Juli, dan disambut dengan euforia yang luar biasa dari pendukung-pendukung nya yang ternyata banyak sekali di Indonesia, juga dengan iklan dari operator Hutchinson Three, terutama iklan yang menampilkan pemain-pemain MU yang belajar Bahasa Indonesia, "Ini Budi, Budi bermain bola". Sebagai orang yang lebih suka menonton balapan daripada sepak bola, saya sebenarnya tidak terlalu mempedulikan hal ini, tetapi bom yang meledak pada tanggal 17 Juli di Hotel J.W Marriott dan Ritz Charlton yaitu hotel di mana pemain-pemain MU dan Indonesia Selection akan menginap, membuat semua itu harus batal. Pikiran saya pun tertuju pada Kapon yang lima hari sebelum bom bercerita dengan semangat pada saya bahwa dia akan ke Jakarta cuma untuk nonton MU dan langsung kembali lagi ke Jogja. Begitu ada berita di televisi tentang, sekelompok besar pendukung MU dari Jogja yang baru datang kaget dengan berita pembatalan laga, mungkin Kapon ada di antara mereka dan betapa kecewanya dia MU tak jadi datang karena ada bom yang meledak lagi setelah lima tahun. Semoga badai ini cepat berlalu...MS, Michael Schumacher
Ketiga, adalah berita dari "MS" yaitu Michael Schumacher yang pada tanggal 29 Juli 2009 dikonfirmasikan oleh tim Ferrari sebagai pengganti Felipe Massa yang cedera di GP Formula 1 Hungaria. Mungkin euforia nya tidak sebesar dua berita sebelumnya kecuali bagi orang-orang Jerman, tempat asal Schumi, dan bagi pembalap-pembalap yang belum lama bergabung di F1 seperti Lewis Hamilton yang gembira bisa balapan dengan sang legenda juara dunia tujuh kali. Saya pun menunggu aksi dari MS, dan semoga ini bisa sedikit membangkitkan gairah menonton F1 saya yang hampir memudar karena menurut saya beberapa tahun terakhir ini membosankan. Selamat bertanding kembali Schumi...--
Anton Hermansyah
25 Juli 2009
Sambil Makan
McCafe
Postingan ini saya buat pada saat saya makan di McDonald's Gaplek, Pamulang dengan internet gratis di sini, yah sembari menunggu ibu saya yang mesti kerja akhir minggu begini. Sebenarnya kaget juga sih, sewaktu ke sini saya menemukan papan menu nya berganti semua, Big Mac, McChicken tidak ada berganti dengan menu-menu sarapan, McSausage, Bubur, Kopi Panas. Ternyata ini konsep baru dari McDonald (kalau tak salah di bannernya tertulis McCafe), saya baru bisa pesan menu yang "biasanya" di atas jam 11 (saya pesan jam 10).Saya pesan McChicken Sausage plus Egg, lucu juga sih burger daging ayam plus telur ceplok, tapi burgernya dibalik. Di rumah sih saya sering juga bikin beginian pakai roti, daging burger, telur dan daging asap, cuma saat ini merasakan yang punya McD hehehe. Rasanya? Nggak jelek sih, tetapi mungkin karena ekspektasi saya adalah Big Mac dan kawan-kawan jadinya kurang puas, tetapi tidak mungkin kan tunggu sampai jam 11 cuma untuk pesan menu yang biasanya...keburu pulang deh.
Hanya ini sih yang saya mau tulis hehehe, untuk para penyantap McD, silakan berikan komentar anda soal konsep ini.
06 Juli 2009
Belajar Sebelum Menyukai
Sebenarnya saya mau memberi judul posting ini dengan "Sebelum Menyukai Sesuatu Belajarlah Bagaimana Cara Menyukainya", cuma karena terlalu panjang saya singkat menjadi judul yang ada sekarang.

Alasan utama, teman saya Bubu mengeluarkan notes di Facebook, judulnya "Girls, Curhatlah" isinya terlalu panjang untuk diceritakan kembali di sini, tetapi intinya adalah Si Bubu ini mau PDKT kepada seorang wanita dan dia sedang dalam tahap mencoba memahami para wanita dari sisi psikologisnya. Ini hal yang wajar, saya pun begitu dan malah sudah sering membahas tentang bagaimana sih makhluk yang bernama wanita itu bersama Fajar atau saya tanya langsung pada Fara, meskipun saya harus telpon interlokal ke Jogja. Mencoba memahami sang wanita sebelum menjalin hubungan yang lebih intim saya pikir itulah pola yang umum terjadi dalam dunia percintaan, jika tak mengerti "Si Dia", bagaimana mau dapet..??

Sedikit tips untuk menikmati hidup, semoga berguna!!
--
Anton Hermansyah
Maud Laforest
Kenapa bisa terilhami menulis yang seperti ini? Alasan sampingan (Mungkin terdengar aneh saya sebut bukan yang utama terlebih dahulu tapi saya penulisnya, tak apa kan saya maunya begini?) terilhami dari mengingat kejadian saya sewaktu menonton resital gitar, saat itu saya tonton hanya untuk keren-kerenan saja menikmati sesuatu yang berbeda dan pada akhirnya saya tertidur di sana, di luar kata "capek" alasan pertama, saya tidak biasa menyaksikan yang beginian, yang kedua, saya tak mengerti lagu apa yang dimainkan. Saya beranggapan karena tak biasa dan tak mengerti itulah saya tidak bisa maksimal dalam menikmati resital ini dan tertidur, tak seperti orang-orang di barisan depan yang penikmat musik klasik sejati, mata mereka tetap pada panggung dan konsisten memberikan tepuk tangan pada sang gitaris Maud Laforest tanda bahwa mereka memperhatikan dan mengapresiasi.Alasan utama, teman saya Bubu mengeluarkan notes di Facebook, judulnya "Girls, Curhatlah" isinya terlalu panjang untuk diceritakan kembali di sini, tetapi intinya adalah Si Bubu ini mau PDKT kepada seorang wanita dan dia sedang dalam tahap mencoba memahami para wanita dari sisi psikologisnya. Ini hal yang wajar, saya pun begitu dan malah sudah sering membahas tentang bagaimana sih makhluk yang bernama wanita itu bersama Fajar atau saya tanya langsung pada Fara, meskipun saya harus telpon interlokal ke Jogja. Mencoba memahami sang wanita sebelum menjalin hubungan yang lebih intim saya pikir itulah pola yang umum terjadi dalam dunia percintaan, jika tak mengerti "Si Dia", bagaimana mau dapet..??
Lukisan Abstrak
Kedua alasan tersebut menunjukkan kalau kita harus tahu bagaimana cara menikmati sesuatu sebelum kita berinteraksi dengan hal itu sehingga tidak mengantuk atau bengong jika melihat pertunjukan musik klasik misalnya atau terkadang kita bingung bagaimana sebuah lukisan abstrak bisa dihargai begitu mahal karena tak tahu cara mengapresiasinya, jika konteksnya adalah wanita, apabila tidak mengerti bagaimana cara memperlakukannya yang didapat bukan kasih sayang malah tamparan di pipi. Hal ini pun berlaku pada pekerjaan dan pelajaran, kita akan bekerja lebih baik apabila kita menikmati pekerjaan kita, tetapi untuk menikmati itu kita butuh proses, proses untuk mempelajari bagaimana cara menikmati pekerjaan itu.Sedikit tips untuk menikmati hidup, semoga berguna!!
--
Anton Hermansyah
10 Juni 2009
Lima Syarat Satria Jawa
Arjuna
Hari selasa kemarin (9/6) sehabis saya pulang dari Bogor, ada notes Facebook dari Juragan Prana yang bertanya "Saat punya penghasilan berapa kalian siap untuk melamar cewe?". Sebuah pertanyaan iseng tapi saya kira cukup nyangkut di hati para pria yang hidup di jaman yang semakinSehabis itu sebelum tidur saya lanjutkan membaca Bumi Manusia, dan saya menemukan hal yang masih satu tema dengan pembicaraan sebelumnya, di bab 18 ada dialog sang tokoh utama Minke dengan ibunya sebelum resepsi pernikahannya. Salah satunya yang menarik perhatian saya adalah Lima Syarat Satria Jawa yaitu wisma, wanita, turangga, kukila dan curiga.
- Wisma (Rumah), maksud rumah di sini bukan sekedar alamat, tetapi sebagai tempat untuk kembali dan kepercayaan bagi semua yang meninggali. Artinya dia harus bisa menjadi tempat bersandar dan kepercayaan bagi orang-orang di sekitarnya.
- Wanita, adalah lambang kesuburan, penghidupan dan kehidupan, kemakmuran serta kesejahteraan, seorang satria harus memandang wanita sebagai sumbu pada semua, di mana kehidupan dan penghidupan berasal. Tidak hanya kepada istri, tetapi juga pada ibu dan bagaimana kita mempersiapkan anak-anak perempuan kita.
- Turangga (Kuda), adalah lambang kendaraan, berupa ilmu pengetahuan, keterampilan, keahlian dan kemajuan. Tanpa kendaraan kita tidak akan bisa melangkah jauh dan pendek pengelihatan (mungkin di sini maksudnya adalah visi).
- Kukila (Burung), adalah lambang keindahan dan hobi, dalam melakukan sesuatu terlepas dari untuk menyambung hidup haruslah ada sebuah kepuasan batin pribadi dan menikmati segala sesuatu, sehingga kita akan menjalani hidup dengan semangat.
- Curiga (Keris), sebagai lambang kewaspadaan, kesiagaan dan keperwiraan, sebuah alat untuk mempertahankan empat hal sebelumnya agar tidak binasa
Hum...dua buah pelajaran di hari yang sama. Jurangan Pran dengan ajaran moderennya dan Jurangan Pram (Pramoedya Ananta Toer) dengan ajaran kunonya (tetapi masih berguna). Terima kasih untuk kalian berdua...!!!
--
Anton Hermansyah
08 Juni 2009
Menerawang
Berangan-Angan
Hari minggu kemarin saya kembali bertemu dengan mantan-mantan petinggi KpME dalam rangka pencanangan Arisan KpME. Senang sih melihat mereka-mereka mantan bos saya sewaktu masih jadi kroco di organisasi.
Saya sebagai satu-satunya anggota arisan yang masih mahasiswa melihat bahwa mereka semua yang rata-rata sudah kerja minimal 1 tahun sudah lumayan berubah. Kenapa "lumayan"? Karena secara fisik saya masih mengenal "bentuk" mereka karena memang belum banyak berubah cuma makin "makmur" saja. Haris misalnya, dari segi muka sih tidak berubah, tapi coba lihat agak ke bawah, pasti akan melihat perut buncit khas bapak-bapak, lucu juga mukanya tetap kurus tapi perutnya buncit. Wahyu sebenarnya tidak membuncit...tetapi badannya makin bulat..!!! Mereka berdua langsung jadi bahan tertawaan, yang lainnya sih tidak berubah, tetap sama, jadi lumayan tidak banyak berubah kan.
Tetapi, saya juga bisa bilang sudah lumayan banyak berubah. Karena begitu masuk ke dalam sesi cerita barulah saya bisa mengerti, Ibu Wulan misalnya, dia bercerita bagaimana dia harus mengundurkan diri dari kantor lamanya karena sedang hamil bayi Naura, Wahyu yang sedang menimbang-nimbang untuk membeli rumah atau mobil lebih dahulu, Rien yang tanpa kami sadari telah punya cincin tunangan di jari manis kirinya dan sudah mentargetkan bahwa umur 26 tahun, dia akan menikah (yang berarti tiga tahun lagi) sampai Tika yang sudah hamil tiga bulan dan sewaktu pulang dijemput oleh suaminya (bukan pacarnya atau tunangannya).
Saya pun agak kaget di dalam hati...benarkah ini orang-orang yang tiga tahun lalu masih haha-hihi bersama saya di Sekre KpME...???
Dengan masuk dunia kerja sepertinya seseorang akan mendapatkan suatu fase baru di dalam hidupnya, mereka yang secara fisik masih belum terlalu berubah, tetapi dari jalan pikiran, jauh berbeda dengan saya. Mereka berpikir tentang bagaimana mesti melamar tunangannya, bagaimana anaknya nanti sewaktu ditinggal kerja atau nanti akan pindah kerja ke mana, sedangkan saya masih berpikir malam minggu nanti harus jalan dengan siapa hahaha....
Apakah saya nanti akan mempunyai jalan pikiran seperti itu...??? Sejauh ini sih saya bisa bilang pasti, karena bisa saja jalan hidup saya berubah, misalkan harus menjadi peneliti yang hanya peduli pada objek penelitiannya, atau menjadi tahanan yang prioritas utama adalah bebas secepat mungkin...yah sepertinya contohnya terlalu ekstrim hehehe.
Que sera sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que sera sera
--
Anton Hermansyah
25 Mei 2009
Resume Tiga Hari
Selama tiga hari ini Sabtu, Minggu dan Senin ada beberapa pengalaman yang bisa di ceritakan, meskipun ini gara-gara nggak sempat nulis blog kemarin-kemarin sih.

Walhasil kalau kemarin lari-lari bak pemain American Football sekarang langsung capai, malah sempat kram perut gara-gara otot perut yang sudah susah payah dibangun minggu kemarin sudah tercampur lemak tak jenuh, gawatnya nggak ada yang mau gantian karena kurang orang jadilah harus tetap main, yah You are what you eat...baru terasa sekarang manfaatnya.
Kecapean dan keringetan langsunglah saya pulang tanpa ganti baju dulu, masih pakai baju yang untuk main tadi, naik motor pula, jadilah pas habis bangun tidur langsung masuk angin ditambah migrain, nyut-nyutan setengah kepala. Teman saya menyuruh saya minum obat tapi saya nggak berani karena pernah mengalami Tragedi Duren.
Tragedi Duren adalah cerita waktu saya kecil dan belum tahu soal obat, minum obat karena pusing di tengah perjalanan. Setelah itu rombongan keluarga besar berhenti untuk makan duren, saya dengan bodohnya ikut makan. Setelah orang tua saya tahu bahwa sebelumnya anaknya minum obat langsung mereka panik, sejak itulah saya tahu kalau obat tak boleh bercampur alkohol atau soda, dibantu Mbah A'a yang kini sudah almarhum, saya memuntahkan semua yang sudah saya makan.
Belum selesai sampai di situ, saya disuruh minum Norit untuk menyerap racun dan tak boleh tidur selama 5 jam, mereka takut kalau saya tidur mungkin tiba-tiba nggak bisa bangun lagi, padahal saat itu ngantuk sekali. Ibu saya lalu menceritakan kisah tetangganya yang meninggal gara-gara habis minum obat dia minum Sprite. Uff...sangat ampuh untuk membuat saya terjaga sampai lima jam. Untungnya Near Death Experience itu bisa terlewati, tetapi membuat saya agak takut untuk minum obat, kecuali kalau sakitnya sudah nggak tertahankan.

Hari ini saya merasakan pentingnya uang receh, pagi-pagi saya sudah bermasalah dengan pembayaran denda buku di perpus, dendanya Rp 18,000 dan saya hanya membawa uang Rp 50,000, bapak penjaga pun menyuruh saya kembali lagi karena tidak ada stok uang kembalian. Sampai siang gocap itu belum juga pecah sampai saya dan Radit diajak Fajar ke Fakultas Psikologi karena mau bertemu Mbake sing paling apik dhewe di sana. Dan baru kali ini saya merasakan bahwa Pom Bensin dan Jalan Tol itu hebat dalam menyediakan uang, karena di Kantin Psikologi saya di Ping-Pong antara penjual makanan dan penjual minuman.
Di Penjual Minuman, Ga ada uang kecil bang...?? Ya udah ntar aja bang...abis makan aja, nggak ada kembaliannya.
Sesudah makan...
Di Penjual Makanan, Walah gede amat, nggak ada tukerannya nih...!!! Bayar yang lain dulu ya...
Di Penjual Minuman, Yah, belom ada kembaliannya, bayar makanan dulu gih...!!!
arrggghhhh....!!!!!
***
Hari ini memang nggak begitu enak sih...terutama buat Fajar yang tidak berhasil ketemu Mbake sing paling apik dhewe, meskipun untuk saya lumayan karena bisa melihat "Pemandangan" yang lumayan di Kantin Psikologi. Nggak tahu lah mereka melihat saya seperti apa...mungkin mereka melihat saya dan sebenarnya mau menghampiri saya sambil bilang"I Love You" "Maaf mas, mau nggak jadi objek penelitian skripsi saya...??--karena mas terlihat seperti orang kelainan jiwa"
Untuk si Gocap akhirnya uang itu pecah untuk membeli Cheese Stick lapis coklat di 2nd Bite (baca : Second Bite) sebagai pemuas lapar karenaCheese Stick yang kemarin dibawa Nia nggak enak >-< bentuk Cheese Stick nya menarik.
Untuk Fajar yang malang, saya persembahkan lagu dari Billy Joel judulnya Vienna, karena ini saya pikir cocok dengan keadaannya saat ini.
Billy Joel - Vienna (Song from Breakfast at Tiffany's)
--
Anton Hermansyah
Sabtu - Futsal dan Masuk Angin
Durian
Setiap dua minggu sekali saya "dipaksa" main futsal di Goals Fatmawati seperti yang sudah diceritakan di postingan sebelumnya tapi kali ini kondisinya berbeda. Pertama, yang main jauh lebih sedikit dari yang lalu jadinya nggak ada ganti atau substitusi. Kedua, kalau minggu kemarin saya makan ala binaragawan (pagi oatmeal, siang telur, dan malam buah), minggu ini makan ala Paman Gembul, apa saja dimakan, jadinya metabolisme tubuh kacau kembali (istilah trainer saya). Ketiga, pagi-pagi cuma makan Soy Joy dan perut kosong melompong.Walhasil kalau kemarin lari-lari bak pemain American Football sekarang langsung capai, malah sempat kram perut gara-gara otot perut yang sudah susah payah dibangun minggu kemarin sudah tercampur lemak tak jenuh, gawatnya nggak ada yang mau gantian karena kurang orang jadilah harus tetap main, yah You are what you eat...baru terasa sekarang manfaatnya.
Kecapean dan keringetan langsunglah saya pulang tanpa ganti baju dulu, masih pakai baju yang untuk main tadi, naik motor pula, jadilah pas habis bangun tidur langsung masuk angin ditambah migrain, nyut-nyutan setengah kepala. Teman saya menyuruh saya minum obat tapi saya nggak berani karena pernah mengalami Tragedi Duren.
Tragedi Duren adalah cerita waktu saya kecil dan belum tahu soal obat, minum obat karena pusing di tengah perjalanan. Setelah itu rombongan keluarga besar berhenti untuk makan duren, saya dengan bodohnya ikut makan. Setelah orang tua saya tahu bahwa sebelumnya anaknya minum obat langsung mereka panik, sejak itulah saya tahu kalau obat tak boleh bercampur alkohol atau soda, dibantu Mbah A'a yang kini sudah almarhum, saya memuntahkan semua yang sudah saya makan.
Belum selesai sampai di situ, saya disuruh minum Norit untuk menyerap racun dan tak boleh tidur selama 5 jam, mereka takut kalau saya tidur mungkin tiba-tiba nggak bisa bangun lagi, padahal saat itu ngantuk sekali. Ibu saya lalu menceritakan kisah tetangganya yang meninggal gara-gara habis minum obat dia minum Sprite. Uff...sangat ampuh untuk membuat saya terjaga sampai lima jam. Untungnya Near Death Experience itu bisa terlewati, tetapi membuat saya agak takut untuk minum obat, kecuali kalau sakitnya sudah nggak tertahankan.
Minggu - Terminal Tiga dan Hanamasa
Terminal 3
Ibu saya pulang dari Jambi, karena naik Mandala maka Ayah, saya dan Andi harus menjemput di Terminal Tiga bandara. Ini terminal baru dan cuma ada Mandala dan Air Asia saja yang mangkal di sini. Begitu lihat gedungnya di malam hari sih tercengang juga karena desainnya modern dan minimalis, beda dengan terminal satu dan dua yang sudah terlihat kusam. Tapi ada beberapa hal yang kurang enak di sini :- Alur parkirnya bikin mumet, beberapa kali lihat tempat kosong tapi tidak bisa langsung dimasuki karena mesti putar jauh, yah...mungkin kalau ke sana akan mengerti sendiri lah.
- Tempat menunggu keberangkatan ada di luar ruangan, meskipun ada atapnya tapi tetap saja bisa masuk angin.
- Kurang tempat jajanan, masa cuma ada CFC sama J.CO, di dalam pun masih kosong melompong, memang yang terakhir ini kurang penting sih
Senin - Uang Kembalian dan Vienna
Hari ini saya merasakan pentingnya uang receh, pagi-pagi saya sudah bermasalah dengan pembayaran denda buku di perpus, dendanya Rp 18,000 dan saya hanya membawa uang Rp 50,000, bapak penjaga pun menyuruh saya kembali lagi karena tidak ada stok uang kembalian. Sampai siang gocap itu belum juga pecah sampai saya dan Radit diajak Fajar ke Fakultas Psikologi karena mau bertemu Mbake sing paling apik dhewe di sana. Dan baru kali ini saya merasakan bahwa Pom Bensin dan Jalan Tol itu hebat dalam menyediakan uang, karena di Kantin Psikologi saya di Ping-Pong antara penjual makanan dan penjual minuman.
Di Penjual Minuman, Ga ada uang kecil bang...?? Ya udah ntar aja bang...abis makan aja, nggak ada kembaliannya.
Sesudah makan...
Di Penjual Makanan, Walah gede amat, nggak ada tukerannya nih...!!! Bayar yang lain dulu ya...
Di Penjual Minuman, Yah, belom ada kembaliannya, bayar makanan dulu gih...!!!
arrggghhhh....!!!!!
Hari ini memang nggak begitu enak sih...terutama buat Fajar yang tidak berhasil ketemu Mbake sing paling apik dhewe, meskipun untuk saya lumayan karena bisa melihat "Pemandangan" yang lumayan di Kantin Psikologi. Nggak tahu lah mereka melihat saya seperti apa...mungkin mereka melihat saya dan sebenarnya mau menghampiri saya sambil bilang
Untuk si Gocap akhirnya uang itu pecah untuk membeli Cheese Stick lapis coklat di 2nd Bite (baca : Second Bite) sebagai pemuas lapar karena
Untuk Fajar yang malang, saya persembahkan lagu dari Billy Joel judulnya Vienna, karena ini saya pikir cocok dengan keadaannya saat ini.
Billy Joel - Vienna (Song from Breakfast at Tiffany's)
Slow down, you crazy child
you're so ambitious for a juvenile
But then if you're so smart, tell me
Why are you still so afraid?
Where's the fire, what's the hurry about?
You'd better cool it off before you burn it out
You've got so much to do and
Only so many hours in a day
But you know that when the truth is told..
That you can get what you want or you get old
You're gonna kick off before you even
Get halfway through
When will you realize, Vienna waits for you?
--
Anton Hermansyah
22 Mei 2009
Belasungkawa Tragedi Hercules dan Andai-Andai
Terbangun pagi, internetan sambil melihat (lebih tepatnya mendengar) TV, acara berita kebetulan menayangkan jatuhnya pesawat Hercules. Memang sih sudah nggak membahas teknis bagaimana pesawat jatuh dan bla...bla...bla-nya tetapi sudah masuk ke adegan isak tangis keluarga dan situasi-situasi lainnya yang masih berhubungan seperti batalnya resepsi nikah karena ayahnya jadi korban sehabis jadi wali nikah anaknya, pemakaman para korban baik militer maupun sipil, sampai Presiden SBY dan Wapresnya JK berebut memberikan simpati kepada para korban.
Suatu hal yang beberapa kali disebut di berita ini adalah masalah anggaran, dicertakan kalau dari anggaran militer yang ada, TNI-AU mendapatkan anggaran yang paling kecil di sini, jadi "wajar" saja kalau perawatan pesawat agak kurang, bukan masalah pesawat Hercules yang ternyata usianya sudah 29 tahun, bahkan berita menyebutkan "yang terpenting bukanlah usia pesawat tetapi perawatannya". Yah...apa saja lah yang bisa dikata.
Saya pun menghayal akan membuat perusahaan penerbangan yang mengakomodir penerbangan-penerbangan perintis tapi aman dan murah, yah...sepertiAdam Air Northwest Airlines lah yang nantinya bisa membantu memajukan perekonomian dan pembangunan daerah timur seperti Papua, karena yang naik pesawat saya dari kalangan biasa sampai businessman.
Tetapi...
Kalau misalkan saya berandai-andai lain mungkin ini yang saya lakukan :



***
Memang cuma bercanda sih andai-andainya, namanya juga khayalan. Tetapi saya juga turut mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya untuk korban jatuhnya Pesawat Hercules, semoga mereka yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
--
Anton Hermansyah
Suatu hal yang beberapa kali disebut di berita ini adalah masalah anggaran, dicertakan kalau dari anggaran militer yang ada, TNI-AU mendapatkan anggaran yang paling kecil di sini, jadi "wajar" saja kalau perawatan pesawat agak kurang, bukan masalah pesawat Hercules yang ternyata usianya sudah 29 tahun, bahkan berita menyebutkan "yang terpenting bukanlah usia pesawat tetapi perawatannya". Yah...apa saja lah yang bisa dikata.
Saya pun menghayal akan membuat perusahaan penerbangan yang mengakomodir penerbangan-penerbangan perintis tapi aman dan murah, yah...seperti
Tetapi...
Kalau misalkan saya berandai-andai lain mungkin ini yang saya lakukan :
Andaikan jadi Pak Habibie
Pak Habibie Habudi
Andaikan jadi Caleg
Caleg
Ngapain juga diurusin tuh korban bencana wong sudah selesai Pemilunya kok, duit saya sudah habis nih untuk kampanye, malah waktunya mikirin balik modal hahaha.Andaikan jadi Capres
(Calon) Presiden SBY
Saya akan menyempatkan diri untuk berkunjung langsung ke tempat kejadian, memberikan dukungan kepada para korban, dan membayar sejumlah uang untuk belasungkawa juga ganti rugi. Tujuannya adalah agar televisi meliput saya dan saya dikenal sebagai calon presiden yang baik hati upsMemang cuma bercanda sih andai-andainya, namanya juga khayalan. Tetapi saya juga turut mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya untuk korban jatuhnya Pesawat Hercules, semoga mereka yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
--
Anton Hermansyah
20 Mei 2009
Kesal pun Nulis
Teman Belajar
Ok, berakhir satu UAS di hari ini, dengan perjuangan dan emosi saya kerjain soal PRK ini. Perjuangan sih iya...tapi kenapa mesti ada kata-kata emosi...?Begini ceritanya, sewaktu hari senin (18/5) saya dan Fajar ikut rombongan anak-anak yang sedang sibuk fotokopi bahan ujian. Karena sudah terlalu sore saya juga harus pulang, saya dan Fajar menitipkan bahan itu kepada Mr. R (bukan nama sebenarnya) untuk difotokopi dan rencananya akan diambil hari selasa siang, yah...sekitar jam dua belas deh.
Besoknya, runtutan kejadian adalah seperti ini :
- 12.00 - 16.00 Saya menunggu di perpustakaan tapi Fajar tak kunjung datang karena ada kuliah
- 16.00 - 16.30 Akhirnya Fajar datang tapi tak membawa fotokopian yang dijanjikan, sembari memberi tahu saya bahwa fotokopian dibawa oleh Mr. R, saya kaget karena Mr. R ini orangnya super sibuk (lebih tepatnya sok sibuk).
- 16.30 - 17.00 Setelah ditelfon, Mr. R berjanji akan membawa fotokopian tersebut ke kos Fajar. "Kenopo ra nang kampus ae (Kenapa tidak di kampus saja)..??", Saya tanya ke Fajar. "Ra gelem wonge, sibuk deweke (Nggak mau orangnya, sibuk dia)" Jawab Fajar.
- 17.00 - 17.30 Memutuskan pergi dan tunggu di kosnya Fajar, padahal sedang hujan dan kebetulan saya sedang membawa motor.
- 17.30 - 18.00 Proses menunggu, dan akhirnya menelpon Mr. R kembali tapi tidak diangkat-angkat
- 18.00 - 19.00 Masih menunggu, tapi kali ini kami seperti Tour Guide Gembira Loka (Kebun Binatang di Jogja) spesialis binatang non-halal, maksudnya mengumpat-umpat pakai Bahasa Jawa. Dan akhrinya saya pulang dengan menitip salam tonjok untuk Mr. R pada Fajar.
Esoknya (maksudnya hari ini)...
Sebelum masuk ujian, seperti tradisi anak-anak belajar dahulu di depan kelas, di situ ada Fajar juga dan saya tanya soal bahan ujian...ternyata Mr. R tidak datang sama sekali ke kos dia. Hebatnya si Mr. R cunguk ini duduk di dekat Fajar (yah...radius 5 meter lah agak jauh, mungkin si Fajar yang menjauh) sambil belajar dengan tenangnya. Saya menenangkan diri lalu tanya ke Mr. R :
- Saya : Mau bengi endhi kowe dienteni (Tadi malam kamu ke mana ditungguin)...??...!!
- Mr. R : Sori, lagi sibuk kemarin, baru pulang jam 9 ke kontrakan, saktenane aku arep ngomong ora iso wingi (Sebenarnya saya mau ngomong nggak bisa kemarin...)
Lagi pula kami berdua sudah menelpon Mr. R secara estafet malam itu dan lebih dari 5 kali telepon, kenapa dia tidak konfirmasi lebih awal...??...!!
Yah...
Inilah kisah gondok di penghujung masa kuliah. Yup terutama buat Angga Bubu yang baru saja mengalami UAS terakhirnya dan coba mengingat-ingat apa yang terjadi dari Semester I sampai sekarang. Dia pula yang menjadi "penyelamat" Fajar dengan mengajarkan bahan-bahan yang ada. Tapi, kalau cuma setengah jam saja, nggak banyak yang bisa masuk kan...??
Kenapa kisah begini ditulis juga...?? Ada beberapa alasan...
Pertama, jangan suatu kesibukan itu membuat anda menyusahkan atau sampai menghianati teman anda apalagi kalau saat kritis dan benar-benar butuh seperti kasus Mr. R ini. Kedua, jangan mau pula mempercayakan sesuatu kepada orang yang seperti ini. Ketiga, menulis ini sebagai bentuk pelampiasan dan kreativitas, "Tulislah selagi kamu masih memiliki emosi tentang sesuatu", dan benar, tulisan ini jadi cepat selesai dan saya bersemangat untuk menulisnya, meski hati ini sedang kesal.
Yap, waktunya untuk belajar lagi...siap-siap ujian berikutnya...
--
Anton Hermansyah
17 Mei 2009
Mie Holic
Mie Instan
Mungkin itu yang orang-orang bakal bilang kalau lihat belanjaan yang saya bawa. Yup tadi baru aja saya dan ayah saya pergi belanja bulanan, kenapa cuma berdua, humm karena ibu saya sedang di Bandung dan adik saya tewas kecapean. Coba bayangkan aja, dari enam kantong belanja yang dibawa 50% alias tiga kantong itu isinya Mie nggak bohong kok, ada rasa kari ayam, ayam spesial, sampai ke rasa aneh-aneh seperti ikan cakalang, sop apalah saya juga lupa. Semua itu dibeli dengan jumlah yang kalau disumbangin ke korban bencana alam bakal nggak habis dalam seminggu.Memang begitulah yang terjadi kalau kalian hidup di keluarga pemakan segala, apa saja asal enak dimakan, dan hukum alam yang berlaku. Misalkan ada suatu kejadian, di mana ayah saya pulang membawa martabak telur dua bungkus, dan kebetulan saya pulang kemalaman, dan ibu saya memberi tahu kalau ada martabak.
Ibu : Tuh kak, ada martabak tadi ayah bawa
Saya : Disisain kan bu?
Ibu : (menjawab dengan ragu-ragu) Iya tuh... (menunjuk piring kecil yang di atasnya terdapat dua potong martabak telor)
Langsung saya teriak-teriak kesal nggak karuan masa dari dua bungkus besar cuma tersisa dua potong...???...!!!! Dan orang-orang rumah pun menjawab, "yang penting kan udah disisain". Duhhh...!!!
Hidup ini memang keras, apalagi kalau berada di keluarga seperti ini...
Ini cuma tulisan iseng saja sih, yah hitung-hitung pemanasan sebelum saya mengetik bab 3 hehehe...
--
Anton Hermansyah
Label:
Diari,
Keluarga,
Makanan,
Tentang Anton
09 Mei 2009
Futsal dan Lagu Mellow

Hari ini saya diajak ikut main futsal di Goals Fatmawati, Ini juga karena diajak si Aan, sebelumnya harus mengucapkan happy birthday to Adi Gemilang yang ultahnya jatuh di hari ini, tapi nggak ada kabarnya maupun update tentang traktiran, keasyikan pacaran kali.
Oke balik lagi ke soal futsal, asyik aja sih ada kegiatan di akhir minggu dan dunia lelaki pula (tak ada wanita kecuali ibu penjual minuman di situ --sumpah). Dasar bukan pecinta sepak bola jadi saya nggak punya sepatu futsal sama sekali, yang ada cuma sepatu sendal nggak bisa pula dipakai main, jadilah harus telanjang kaki alias Nyeker.
Tapi ternyata enak juga main futsal, biar kata teman-teman saya main kayak American Football, nabrak-nabrak orang mulu kerjaannya. Saya lari-lari terus dengan semangat seperti pejuang kita melawan penjajah....akibatnya pas pulang kaki ini pegel-pegel, dan kalau harus angkat paha rasanya sakit banget mana ditambah melepuh pula.
Yah, dua minggu lagi mesti main, kalau kabur tak beralasan di denda lima ribu katanya.
Hari ini dapet lagi satu lagu yang sesuai dengan theme song saya akhir-akhir ini, setelah sukses dengan Anggie - Ke Mana Kau, hari ini ada satu lagu Jazzy yang diputar di radio, setelah dicari-cari lagu itu Ariss - Biarkanlah Cinta, kayaknya sih bukan Aris Idol, wong suaranya aja beda, untuk liriknya sih begini :
Kulabuhkan hatiku hanya untuk dirinya
Tak tau mengapa aku jatuh cinta
Ku tau hati ini tak mungkin memilikinya
Kau telah berdua bahagia dengannya
Reff :
Dan biarkanlah cinta
Tumbuh dan mewangi di dalam hatiku
Walaupun tak sewangi yang aku rasa
Tetapi engkau memang kucinta
Dan biarkanlah cinta
Menjadi teman sepi dalam perihku
Karena ku tak bisa mengungkapkan padanya
Yah lumayan lah...cocok sama tema saya akhir-akhir ini.
Sebagai penutup, teman saya Retha menulis cerita ini di notes Facebooknya, ini ceritanya :
Cinta dan Perkawinan
Seorang murid bertanya pada gurunya, "Apakah itu cinta?"
Sang guru menjawab, "Pergilah ke sawah dan carilah padi terbesar lalu bawalah ke sini, tetapi peraturannya adalah -- kamu hanya boleh satu kali melaluinya, tidak boleh berputar lagi dan mengambilnya.
Murid itu pun pergi ke sawah dan mulai mencari padi terbesar.
Pada baris pertama dia melihat sebuah padi yang besar tetapi dia berpikir mungkin nanti dia akan menemukan yang lebih besar, kemudian dia mencari lagi dan menemukan yang lebih besar, apabila dia mencari terus mungkin ada yang jauh lebih besar lagi. Setelah dia mencari lebih dari setengah sawah dia menyadari tidak ada yang lebih besar seperti yang dia lihat sebelumnya. Dia sadar bahwa dia telah melewatkan yang paling besar dan menyesali perbuatannya.
Sang murid pun kembali dengan tangan hampa.
Sang guru menerangkan bahwa inilah cinta, kamu bersikeras mencari yang lebih baik, tetapi kemudian kamu menyadari bahwa telah melewatkan yang terbaik.
Sang murid bertanya lagi, "Jadi, apakah itu pernikahan?"
Sang guru menjawab, "Pergilah ke ladang dan carilah bonggol jagung terbesar lalu bawalah ke sini, tetapi peraturannya adalah -- kamu hanya boleh satu kali melaluinya, tidak boleh berputar lagi dan mengambilnya.
Murid itu pergi ke ladang dan mencari.
Tak mau mengulangi kesalahannya, sampai di tengah ladang dia telah memetik jagung berukuran sedang yang dia rasa telah memenuhi kriterianya, lalu dia kembali kepada gurunya.
Sang guru mengatakan, "kali ini kamu kembali dengan jagung, kamu telah memilih yang baik, kamu yakin dan percaya bahwa inilah yang terbaik yang bisa didapat inilah pernikahan."
Bersikaplah ramah pada setiap orang, tetapi lakukan yang lebih intim dengan beberapa orang dan yang beberapa itu haruslah dipahami cukup baik sebelum kamu memberikan kepercayaan padanya.
--
Anton Hermansyah
05 Mei 2009
Tak Perlu ke Mana-Mana
Mau makan nasi gudeg (Jogja)
Bukan berarti harus ke (Jogja)
Cukup ada di sini, tempat kita sendiri
Semua ada di sini
--
Eno Lerian - Semua Ada di Sini
Semua anak Indonesia yang pernah merasakan masa kecilnya di tahun 90-an pasti masih inget sama lagu tersebut. Lagu itu bercerita bahwa di Indonesia (mungkin lebih tepatnya adalah Jakarta) kita tidak perlu jauh-jauh pergi hanya untuk makan makanan khas daerah lain, misalkan kalau mau masakan Manado kita nggak perlu ke jauh-jauh Manado cukup ke restoran Manado saja (yang di Kelapa Gading lumayan banyak).
Dua hari libur ini saya merasakan hal yang diceritakan oleh lirik itu (lagi), meskipun kali ini skalanya internasional. Nggak usah bertele-tele lagi, ceritanya hari Sabbath (Sesuai yang diajarkan Bapa Fajar) saya dan keluarga pergi ke Restoran Jepang namanya "Take", belum genap satu minggu, di hari Ahad kami sekeluarga makan di restoran belanda namanya "HEMA".
Take
Teman les Bahasa Jepang saya memberi tahu bahwa ada restoran Jepang yang baru dibuka di Pamulang, dan katanya yang punya adalah orang Jepang asli. Sayangnya di hari itu saya belum punya waktu untuk ke sana, lagipula yang terbayang adalah masakan-masakan Jepang standar yang sudah banyak beredar di Resto atau Kaki Lima di Indonesia, macam Katsu, Teriyaki dan Tempura.
Dua minggu kemudian, ayah saya memberi tahu kalau sewaktu dia keliling Ruko Pamulang Permai, dia melihat ada restoran Jepang, langsung saya teringat informasi dari teman saya. Langsung kami bertiga, saya, ayah dan adik saya pergi makan di sana.
Begitu disuguhkan menu, kami kaget dengan variasi menu yang ada. Masakan sehari-hari di Jepang persis seperti yang sering saya baca di komik-komik Jepang seperti sashimi, sushi, kari, donburi, ramen, sanma bakar, dan syabu-syabu bahkan kalau kita memesan Menu Set maka makanan tersebut disuguhkan lengkap dengan chawan mushi dan sup miso. Ada juga menu onigiri dengan ayam sayap goreng tepung untuk sarapan.
Harga yang ada bervariasi, mulai dari Rp 10,000 sampai 50,000 kalau kita membeli Menu Set. Harga tersebut sesuai dengan porsinya yang JUMBO di mana saya sendiri kepayahan untuk menghabiskannya.
Ruangannya bersih, dan apabila kita ke sana maka akan disuguhi lagi-lagu Jepang yang bervariasi mulai dari pop sampai rock. Di ruangan tersebut kalau mau merokok boleh-boleh saja, sebab ada kipas ventilasi yang siap menyedot asap (mungkin karena beberapa menu seperti syabu-syabu dan sanma bakar menghasilkan asap).
Pada kesempatan kedua ke sana, kami sekeluarga memesan menu syabu-syabu, karena ini menu baru, sang koki (mungkin juga merangkap pemiliknya) keluar dari dapurnya, dan dia menjelaskan dengan bahasa Indonesia (meskipun logat Jepangnya masih terasa), tentang bagaimana cara merebus bahan bahan yang ada seperti ikan, daging dan sayuran. Yup ini memang restoran yang ramah terhadap pengunjungnya, sayang saya lupa menanyakan nama orang Jepang itu.
Jika anda berkesempatan ke sana, restoran ini ada di Ruko Pamulang Permai, alamat pastinya saya tak tahu, tetapi cobalah cari di sekitar Super Indo Pamulang.
HEMA
Sewaktu kami sekeluarga melewati Jalan Radio Dalam, perut kami sudah mulai memberi sinyal-sinyal lapar. Ibu saya memberi tahu bahwa temannya pernah bercerita ada restoran Belanda di sini. Begitu saya melihat restoran tersebut, kami pun berhenti untuk makan.
Di dalam HEMA kami langsung disambut dengan nuansa Belanda, mulai dari dinding bata, poster-poster yang bercerita tentang negeri Belanda, hiasan keramik, sepatu kelom sampai pelayan wanita yang berdandan ala Dutch Lady.
Untuk menunya tersedia pilihan-pilihan seperti steak, burger, sandwich, ikan dan kue-kue. Sepintas menu-menu ini "biasa-biasa saja" seperti Klappertart, Rissoles, Sirloin, Mashed Potato dan Zuppa Soup atau mungkin karena masakan Belanda sebenarnya sudah lama eksis di Indonesia sehingga kita tidak merasakan masakan ini sebagai masakan yang asing dan ekslusif.
Untuk menu yang disediakan sebenarnya harganya agak mahal, tetapi sebenarnya hanya berbeda Rp 2,000-5,000 dari harga makanan tersebut pada umumnya. Rasanya memang enak, dan patut dicoba adalah minuman Strawberry Lime Squash di mana sirup stroberi dicampur dengan jeruk nipis dan soda, rasanya segar sekali.
Restoran ini sangat cocok untuk kumpul keluarga dan reuni ketimbang hanya mampir sebentar untuk makan karena suasana di sini sangatlah unik dan membuat betah untuk berlama-lama. Jika ingin mampir restoran ini terletak di Kebayoran Baru, tepatnya di samping Cafe Tomodachi di dekat Sekolah Labschool.
Memang benar kata Eno Lerian, semua ada di sini, bahkan untuk merasakan masakan luar negeri pun kita tidak harus ke luar negeri.
--
Anton Hermansyah
01 Mei 2009
Kelas Kosong
Karena permasalahan absen yang sudah mentok hari ini makanya harus masuk ke kelas, bela-belain mandi pagi-pagi, karena mandinya kelamaan, saya terpaksa naik motor, padahal masih trauma dengan badai semalam di mana saya harus mengarungi badai gila itu dengan .
Sampai di kampus, ternyata udah telat 20 menit langsung buru-buru ke papan pengumuman, lihat kelasnya ada di ruang mana, ternyata kelasnya ada di lantai 3, dan karena di kampus tercinta ini belum ada lift jadilah harus naik tangga, menyiksa paha yang seharusnya dilatih di ruang fitness.
Tapi sampai di sana....
- Buka pintu...ckrekkk
- Pintu terbuka
- Tada...dammm...KELASNYA KOSOOONGG
- Saya berteriak "Anybody Home..!!..??", tapi tak ada yang menjawab, kalaupun ada palingan jin penjaga ruangan itu
--
Anton Hermansyah
30 April 2009
Nyobain Twitter
Biasanya nggak ada email masuk ke account yahoo saya, memang karena tu account cum berfungsi buat masuk ke mailing list atau untuk fasilitas YM, email dari Milis pun di forward ke email utama saya, jadi deh email itu kosong melompong.
Tapi tiba-tiba ada email masuk, dan ternyata isinya mengabarkan bahwa Yunitalia Subroto mengajak anda untuk ikut dalam Twitter. yah ...cobain aja dulu deh toh mencoba tidak berdosa.
Untuk tau alamat twitter saya klik di sini
--
Anton Hermansyah
Tapi tiba-tiba ada email masuk, dan ternyata isinya mengabarkan bahwa Yunitalia Subroto mengajak anda untuk ikut dalam Twitter. yah ...cobain aja dulu deh toh mencoba tidak berdosa.
Untuk tau alamat twitter saya klik di sini
--
Anton Hermansyah
09 Maret 2009
Anton dan Makanan Indonesia
Saya sangat suka makan enak, yah mungkin setiap orang juga suka sih, tetapi sebagian besar tujuan jalan-jalan saya baik sendiri maupun bersama keluarga adalah untuk makan. Pernah saya dan keluarga masuk ke sebuah mal hanya untuk menghilangkan rasa lapar sesudah itu langsung pulang tanpa melihat-lihat isi mal yang lainnya. Jika orang lain menanyakan "Ada toko ini...nggak ya di mal itu?", saya tidak tahu jawabannya, kalau letak restoran ini di mal ini saya tahu.
Ada banyak jenis makanan yang saya suka, berikut beberapa yang memberikan impresi tersendiri bagi saya :

Pepes sebenarnya tidak begitu istimewa, karena kita dapat menemukannya di mana saja, mulai dari warung makan di dekat rumah sampai Restoran Indonesia langganan anda.
Umumnya yang akan anda temukan adalah pepes ikan atau pepes tahu, tetapi jika anda mau berkelana sedikit saja, maka anda akan menemukan pepes yang aneh-aneh, seperti pepes kerang, pepes telur bebek ataupun pepes kepiting, rasanya semua jenis bahan bisa saja dijadikan pepes.
Bagi saya pepes seperti sebuah kotak kejutan, karena meski diberi tahu oleh sang juru masak bahwa ini pepes tahu arau pepes udang, tetap saja kita melihatnya sebagai bungkusan daun pisang yang sudah dibakar tak ada bedanya pepes satu dengan yang lain paling hanya cara membungkusnya saja, itu pun tergantung yang membuat apakah mau membedakan atau tidak, begitu pun jika sudah dibuka, kita hanya melihat isi pepes yang beraneka ragam, padat dan terkadang kacau, makanan ini memang sulit mendapatkan nilai dari segi artistik, tetapi apabila sudah masuk ke mulut baru terasa enaknya, dan anda bisa saja mengambil lagi dan lagi apabila pepes itu enak.

Saya suka sekali dengan sate, terutama sate kambing, saya dan keluarga sudah jarang sekali makan sate ayam -tidak pernah malah- sejak virus flu burung melanda, ibu saya melarang saya dan adik saya membeli sate ayam lagi. Itu bukan alasan utama sih...karena menurut saya memang sate kambing lebih enak daripada sate ayam.
Sate kambing terbaik di hidup saya sampai saat ini adalah Sate Tegal bukan karena saya orang Tegal tetapi memang penyajian sate ini yang bercita rasa tinggi. Sate Tegal umumnya mempunyai potongan daging yang besar-besar, ukurannya kira-kira sama dengan kelereng, dan yang terpenting adalah sate ini disajikan dengan hot plate dan bumbu kecapnya pun terpisah dari sate. Begitu dimakan dagingnya empuk dan mudah ditelan.
Apabila sebuah warung sate sudah melabelkan diri sebagai "Sate Tegal" maka itu patut dicoba, atau jika anda singgah di kota Tegal, cobalah untuk mencicipi cita rasa Sate Tegal.

Konro (ribs) adalah masakan khas Makassar, tetapi kita juga bisa menemukannya di warung steak dengan nama ribs eye atau iga bakar. Istilah konro sendiri digunakan untuk membedakan iga olahan juru masak Makassar dengan masakan iga lainnya.
Sejak jaman dahulu orang-orang mengenal nama Sop Konro, tetapi belakangan ini jika pergi ke restoran konro, yang dicari adalah konro bakar. Bahan dasarnya tetap iga, tetapi alih-alih direbus, yang satu ini dibakar, disajikan dengan bumbu kacang campur sambal khas Makassar.
Konro bakar seperti perpaduan antara steak barat dan masakan Makassar. Disuguhkan lengkap dengan tulangnya, agak repot karena harus memisahkan daging dari tulangnya terlebih dahulu, tetapi bukankah itu yang membuat cita rasanya tinggi? Dagingnya relatif empuk dan gampang ditelan harganya pun biasanya tidak semahal steak.
Apabila anda mampir ke restoran Makassar, cobalah masakan ini bersama minuman khas Makassar yaitu Es Palu Butung, dijamin sedap.
--
Anton Hermansyah
Ada banyak jenis makanan yang saya suka, berikut beberapa yang memberikan impresi tersendiri bagi saya :
Pepes
Pepes sebenarnya tidak begitu istimewa, karena kita dapat menemukannya di mana saja, mulai dari warung makan di dekat rumah sampai Restoran Indonesia langganan anda.
Umumnya yang akan anda temukan adalah pepes ikan atau pepes tahu, tetapi jika anda mau berkelana sedikit saja, maka anda akan menemukan pepes yang aneh-aneh, seperti pepes kerang, pepes telur bebek ataupun pepes kepiting, rasanya semua jenis bahan bisa saja dijadikan pepes.
Bagi saya pepes seperti sebuah kotak kejutan, karena meski diberi tahu oleh sang juru masak bahwa ini pepes tahu arau pepes udang, tetap saja kita melihatnya sebagai bungkusan daun pisang yang sudah dibakar tak ada bedanya pepes satu dengan yang lain paling hanya cara membungkusnya saja, itu pun tergantung yang membuat apakah mau membedakan atau tidak, begitu pun jika sudah dibuka, kita hanya melihat isi pepes yang beraneka ragam, padat dan terkadang kacau, makanan ini memang sulit mendapatkan nilai dari segi artistik, tetapi apabila sudah masuk ke mulut baru terasa enaknya, dan anda bisa saja mengambil lagi dan lagi apabila pepes itu enak.
Sate
Saya suka sekali dengan sate, terutama sate kambing, saya dan keluarga sudah jarang sekali makan sate ayam -tidak pernah malah- sejak virus flu burung melanda, ibu saya melarang saya dan adik saya membeli sate ayam lagi. Itu bukan alasan utama sih...karena menurut saya memang sate kambing lebih enak daripada sate ayam.
Sate kambing terbaik di hidup saya sampai saat ini adalah Sate Tegal bukan karena saya orang Tegal tetapi memang penyajian sate ini yang bercita rasa tinggi. Sate Tegal umumnya mempunyai potongan daging yang besar-besar, ukurannya kira-kira sama dengan kelereng, dan yang terpenting adalah sate ini disajikan dengan hot plate dan bumbu kecapnya pun terpisah dari sate. Begitu dimakan dagingnya empuk dan mudah ditelan.
Apabila sebuah warung sate sudah melabelkan diri sebagai "Sate Tegal" maka itu patut dicoba, atau jika anda singgah di kota Tegal, cobalah untuk mencicipi cita rasa Sate Tegal.
Konro Bakar
Konro (ribs) adalah masakan khas Makassar, tetapi kita juga bisa menemukannya di warung steak dengan nama ribs eye atau iga bakar. Istilah konro sendiri digunakan untuk membedakan iga olahan juru masak Makassar dengan masakan iga lainnya.
Sejak jaman dahulu orang-orang mengenal nama Sop Konro, tetapi belakangan ini jika pergi ke restoran konro, yang dicari adalah konro bakar. Bahan dasarnya tetap iga, tetapi alih-alih direbus, yang satu ini dibakar, disajikan dengan bumbu kacang campur sambal khas Makassar.
Konro bakar seperti perpaduan antara steak barat dan masakan Makassar. Disuguhkan lengkap dengan tulangnya, agak repot karena harus memisahkan daging dari tulangnya terlebih dahulu, tetapi bukankah itu yang membuat cita rasanya tinggi? Dagingnya relatif empuk dan gampang ditelan harganya pun biasanya tidak semahal steak.
Apabila anda mampir ke restoran Makassar, cobalah masakan ini bersama minuman khas Makassar yaitu Es Palu Butung, dijamin sedap.
--
Anton Hermansyah
18 Februari 2009
Ungkapkanlah dan Jawablah
Seperti yang sudah dijelaskan tadi, sebenarnya kita bisa memberikan hadiah lain, tetapi rata-rata orang Indonesia lebih memilih coklat sebagai tanda cintanya, karena terpengaruh oleh tradisi Asia Timur, terutama Jepang. Maklum, barang-barang Jepang memang banyak beredar di sini, seperti komik, kartun, motor, tv, kulkas, mesin cuci (lho kok kebablasan...??), yang paling utama memang dua item yang disebutkan pertama itu. Kita sering melihat adegan komik maupun anime di mana para wanita berusaha memberikan cokelat pada para pria yang mereka sayangi.
Di Jepang terdapat pula yang namanya White Day, sebuah hari libur tepat satu bulan setelah Hari Valentine yaitu tanggal 14 Maret di mana para pria memberikan balasan untuk cokelat yang telah mereka dapatkan. Secara tradisi yang diberikan adalah cokelat putih (mungkin karena itu disebut White Day), tetapi bisa saja hadiah yang diberikan berupa dark choco atau gaun ataupun perhiasan.
So boys...prepare your answer...!!!
Fakta-Fakta
Ada tiga jenis cokelat yang diberikan :
- Tomo-choko (友チョコ), tomo (singkatan dari tomodachi) artinya teman, cokelat ini adalah hasil bertukar di antara sesama wanita sebagai lambang pertemanan.
- Giri-choko (義理チョコ), giri artinya kewajiban, coklat ini diberikan sebagai tanda hubungan rekan saja, biasanya diberikan oleh para pekerja wanita kepada para rekan kerja prianya.
- honmei-choko (本命チョコ), banggalah jika menerima cokelat ini karena cokelat ini hanya satu buah, tidak di share ke pria lain, hanya untuk seseorang yang disayang!!!
Awalnya semua ini adalah strategi dagang, tradisi hadiah cokelat dimulai dari Morinaga, salah satu perusahaan cokelat terbesar di Jepang, yang membuat cokelat sebagai standar hadiah dari wanita di Hari Valentine pada tahun 1960. White day sendiri dimulai oleh Asosiasi Industri Gula-Gula Nasional di Jepang pada tahun 1978. Tapi siapa yang peduli dengan itu Lovers need a momentum, and they gave it, mungkin malah kita harus berterima kasih pada mereka.
--
Anton Hermansyah
12 Februari 2009
Mereka Mempunyai Pesonanya Sendiri
Apakah yang menjadi kriteria menarik bagi wanita? Apakah karena dia cantik? Ataupun mempunyai tubuh yang sensual. Itu adalah kriteria umum, mempunyai pasangan hidup seperti Angelina Jolie ataupun Aura Kasih menjadi impian para lelaki.
Beberapa jenis wanita yang ditampilkan kali ini memang tidak dikategorikan menurut kecantikan ataupun keindahan tubuhnya, tetapi berdasarkan aura yang mereka bawa, dan mereka mempunyai keindahan mereka masing-masing. Antara lain :



Orang Tua Tunggal
Single Mother
Apakah yang anda pikirkan jika anda melihat orang tua tunggal? Sebuah kebodohan cinta masa lalu? Egoisme? Terserahlah apapun yang anda pikirkan. Untuk saya, gambaran sebuah Single Mother adalah sebuah gambaran keseimbangan, seperti Sarah Connor dalam cerita Terminator 2 dan Terminator: The Sarah Connor Chronicles ataupun Tracy Strauss dalam kisah Heroes. Mereka adalah wanita-wanita yang tangguh tidak kalah dari lelaki, tetapi mereka bersedia melakukan apa saja untuk melindungi dan membahagiakan anak mereka.Wanita Pengendara Motor
Seorang Wanita di Atas Motornya
Mungkin di Jogja terdapat banyak wanita yang mengendarai motornya sendiri, sangat banyak malah. Tetapi di Jakarta fenomena ini jarang ada, mungkin karena jarak yang jauh atau bahaya mengemudikan motor di jalan yang padat. Menurut saya keberanian mereka yang mengendarai motornya sendiri adalah lambang seorang wanita yang dinamis dan mandiri, tidak perlu menunggu seorang lelaki untuk mengantarnya pergi, dan bebas pergi ke mana pun yang mereka mau.Sang Penolong
Mengikuti Kegiatan Sosial
Julukan ini lebih tepat diberikan kepada mereka yang mengabdikan dirinya untuk menolong sesama dan mengikuti kegiatan sosial, seringkali mereka harus rela berbecek-becek, menahan bau dan memasuki perkampungan kumuh, ataupun bertemu orang2 yang menurut kita tampangnya mengerikan, entah karena wabah ataupun penyakit. Hal ini lah yang membuat Bunda Teressa dikagumi oleh banyak orang, dan saya pun mengagumi para wanita yang mempunyai hati seperti beliau. Karena mereka memancarkan kasih sayang yang hangat dan peduli terhadap sesama, di sisi lain mereka juga tangguh karena harus melewati rintangan-rintangan seperti yang sudah disebutkan tadi. Mungkin kalian menganggap saya aneh ataupun tidak mempunyai selera yang baik, tetapi mereka semua itulah sosok wanita yang saya kagumi, karena menunjukkan dua sisi yaitu ketangguhan dan kelembutan. Mereka harus tangguh untuk menghadapi hidup ini, tetapi juga harus lembut untuk memberikan cinta dan kasih sayang mereka kepada orang lain. Posting ini merupakan opini dari penulis, jika ada kesalahan ataupun ada yang menyinggung, untuk itu penulis mohon maaf sebesar-besarnya. -- Anton Hermansyah
Langganan:
Komentar (Atom)