Tentang Saya

26 Oktober 2009

Selebrasi Rossi dan Persaingan TV Berlangganan

Rossi Juara Dunia 2009 Rossi Juara Dunia 2009


Pertama-tama saya harus mengucapkan selamat pada Valentino Rossi yang berhasil menjadi juara dunia MotoGP 2009. Setelah balapan GP Malaysia di kondisi hujan, beliau berhasil membuat perolehan poinnya tidak terkejar meski tersisa satu seri lagi dengan menjadi juara 3.

Tetapi ada hal yang sedikit mengganggu, karena tradisi selebrasi juara dunia yang biasa dilakukan Rossi dan fans dipotong oleh Trans7 yang bahkan tidak menyiarkan podium kemenangan. Untuk Trans7 saya masih bisa maklum, karena acara lain sudah menunggu akibat siaran yang diperpanjang (balapan ditunda 40 menit), dan selama bertahun-tahun menonton di Trans7 ya memang begitu jadi saya maklum. Padahal seharusnya saya bisa menonton siaran ini di ESPN, tetapi entah mengapa First Media sudah dua bulan ini tidak mempunyai ESPN dan Star Sports dalam daftar salurannya, sehingga saya terpaksa harus menonton di Trans7.

Tampaknya semenjak kasus monopoli hak siar Liga Inggris oleh Astro beberapa tahun yang lalu, tontonan olah raga impor menjadi barang mewah yang tidak bisa dinikmati di TV antena. Meskipun Astro telah dihukum karena hal ini, TV berlangganan lain juga berlomba-lomba untuk memonopoli hak siaran olah raga impor untuk menambah jumlah langganan mereka. Akibatnya semakin sulit untuk menonton sepak bola di TV rumah, dan apabila mempunyai TV berlangganan, siarannya menjadi bolong-bolong. ESPN di First Media (sebelum hilang) pun begitu, apabila ada jadwal siaran Liga Inggris, salurannya diganti oleh saluran lain, biasanya Eurosport. Sehingga yang bisa ditonton relatif bukan favorit masyarakat Indonesia (setidaknya saya :-P), hanya tersisa Rugby, Baseball, NBA, Golf dan olah raga lainnya yang bukan favorit saya, tetapi saya tidak menyangka akhirnya saluran tersebut dicabut, padahal masih ada siaran MotoGP favorit saya.

Semoga ke depannya persaingan ini dapat diatur dengan lebih baik, karena tidak semudah itu bagi pelanggan untuk mengganti TV berlangganannya. Dan bagi pelanggan akan ada semacam diskriminasi, karena harga berlangganan semua TV hampir sama (rata-rata Rp 50.000 per paket) tetapi yang didapatkan tidak sama karena dia berlangganan TV A bukan TV B yang telah membeli hak siar. Semoga akan menjadi lebih baik.

--
Anton Hermansyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar