25 Februari 2010
Hidup Bagai Halilintar
Kalau di Bahasa Inggris seharusnya judul ini adalah "Life is a Roller Coaster", tapi apa kata yang tepat untuk menterjemahkan "Roller Coaster" ke dalam Bahasa Indonesia? (Berhubung saya idealis yang mau menggunakan Bahasa Indonesia semaksimal mungkin dalam Blog ini).
Ternyata Roller Coaster belum pernah di-Indonesiakan, jadi saya terpaksa ambil nama dari Dunia Fantasi, permainan sejenis disebut "Halilintar" di sana. Jadinya judul ini agak aneh, tapi....yah biarlah.
Memang betul nasib kita selalu bertukar, hidup yang dahulu ramai dan banyak teman-teman, karena dahulu memang masih dunia kampus, sekarang berganti menjadi hidup yang soliter dan sepi dan semua itu terjadi dalam waktu yang cukup singkat, sekitar 4 bulan, dan saya pun kadang masih belum rela agar Sang "Halilintar" tidak turun ke bawah dahulu dengan cepatnya.
Mendaki ke atas pun lama dan menegangkan, jika sudah akan sampai di atas, saya takut akan jatuh dengan cepat lagi, itu mengerikan. Masalahnya, saya sedang berada di mana? Masih di bawah? Ataukah sudah menanjak?
Yah...jalani hidup ini saja dulu dengan sebaik-baiknya
--
Anton Hermansyah
18 Agustus 2009
"Sebel"um Tidur
Kenapa kata "SEBEL" ada pada tanda kutip..?? Itu untuk menggambarkan keadaan beberapa minggu ini di dunia sekitar saya, ok mulai dari sebab mengapa saya harus tidur secepat ini. Don Darmadi meminta saya mengantarkannya pagi-pagi untuk meminta tanda tangan penguji di lembar pengesahan, seharusnya hal tersebut bisa dilaksanakan kemarin tetapi karena ulah Mr. Ad*, pak penguji itu pun keburu pulang, yah...saya pun cuma bisa geleng-geleng, karena di awal tahun saya pun pernah punya masalah dengan sifat Mr. Ad*.
08 Juni 2009
Menerawang
Berangan-Angan
Hari minggu kemarin saya kembali bertemu dengan mantan-mantan petinggi KpME dalam rangka pencanangan Arisan KpME. Senang sih melihat mereka-mereka mantan bos saya sewaktu masih jadi kroco di organisasi.
Saya sebagai satu-satunya anggota arisan yang masih mahasiswa melihat bahwa mereka semua yang rata-rata sudah kerja minimal 1 tahun sudah lumayan berubah. Kenapa "lumayan"? Karena secara fisik saya masih mengenal "bentuk" mereka karena memang belum banyak berubah cuma makin "makmur" saja. Haris misalnya, dari segi muka sih tidak berubah, tapi coba lihat agak ke bawah, pasti akan melihat perut buncit khas bapak-bapak, lucu juga mukanya tetap kurus tapi perutnya buncit. Wahyu sebenarnya tidak membuncit...tetapi badannya makin bulat..!!! Mereka berdua langsung jadi bahan tertawaan, yang lainnya sih tidak berubah, tetap sama, jadi lumayan tidak banyak berubah kan.
Tetapi, saya juga bisa bilang sudah lumayan banyak berubah. Karena begitu masuk ke dalam sesi cerita barulah saya bisa mengerti, Ibu Wulan misalnya, dia bercerita bagaimana dia harus mengundurkan diri dari kantor lamanya karena sedang hamil bayi Naura, Wahyu yang sedang menimbang-nimbang untuk membeli rumah atau mobil lebih dahulu, Rien yang tanpa kami sadari telah punya cincin tunangan di jari manis kirinya dan sudah mentargetkan bahwa umur 26 tahun, dia akan menikah (yang berarti tiga tahun lagi) sampai Tika yang sudah hamil tiga bulan dan sewaktu pulang dijemput oleh suaminya (bukan pacarnya atau tunangannya).
Saya pun agak kaget di dalam hati...benarkah ini orang-orang yang tiga tahun lalu masih haha-hihi bersama saya di Sekre KpME...???
Dengan masuk dunia kerja sepertinya seseorang akan mendapatkan suatu fase baru di dalam hidupnya, mereka yang secara fisik masih belum terlalu berubah, tetapi dari jalan pikiran, jauh berbeda dengan saya. Mereka berpikir tentang bagaimana mesti melamar tunangannya, bagaimana anaknya nanti sewaktu ditinggal kerja atau nanti akan pindah kerja ke mana, sedangkan saya masih berpikir malam minggu nanti harus jalan dengan siapa hahaha....
Apakah saya nanti akan mempunyai jalan pikiran seperti itu...??? Sejauh ini sih saya bisa bilang pasti, karena bisa saja jalan hidup saya berubah, misalkan harus menjadi peneliti yang hanya peduli pada objek penelitiannya, atau menjadi tahanan yang prioritas utama adalah bebas secepat mungkin...yah sepertinya contohnya terlalu ekstrim hehehe.
Que sera sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que sera sera
--
Anton Hermansyah
17 Mei 2009
Mie Holic
Mie Instan
Mungkin itu yang orang-orang bakal bilang kalau lihat belanjaan yang saya bawa. Yup tadi baru aja saya dan ayah saya pergi belanja bulanan, kenapa cuma berdua, humm karena ibu saya sedang di Bandung dan adik saya tewas kecapean. Coba bayangkan aja, dari enam kantong belanja yang dibawa 50% alias tiga kantong itu isinya Mie nggak bohong kok, ada rasa kari ayam, ayam spesial, sampai ke rasa aneh-aneh seperti ikan cakalang, sop apalah saya juga lupa. Semua itu dibeli dengan jumlah yang kalau disumbangin ke korban bencana alam bakal nggak habis dalam seminggu.Memang begitulah yang terjadi kalau kalian hidup di keluarga pemakan segala, apa saja asal enak dimakan, dan hukum alam yang berlaku. Misalkan ada suatu kejadian, di mana ayah saya pulang membawa martabak telur dua bungkus, dan kebetulan saya pulang kemalaman, dan ibu saya memberi tahu kalau ada martabak.
Ibu : Tuh kak, ada martabak tadi ayah bawa
Saya : Disisain kan bu?
Ibu : (menjawab dengan ragu-ragu) Iya tuh... (menunjuk piring kecil yang di atasnya terdapat dua potong martabak telor)
Langsung saya teriak-teriak kesal nggak karuan masa dari dua bungkus besar cuma tersisa dua potong...???...!!!! Dan orang-orang rumah pun menjawab, "yang penting kan udah disisain". Duhhh...!!!
Hidup ini memang keras, apalagi kalau berada di keluarga seperti ini...
Ini cuma tulisan iseng saja sih, yah hitung-hitung pemanasan sebelum saya mengetik bab 3 hehehe...
--
Anton Hermansyah
30 April 2009
Nyobain Twitter
Tapi tiba-tiba ada email masuk, dan ternyata isinya mengabarkan bahwa Yunitalia Subroto mengajak anda untuk ikut dalam Twitter. yah ...cobain aja dulu deh toh mencoba tidak berdosa.
Untuk tau alamat twitter saya klik di sini
--
Anton Hermansyah
15 Agustus 2008
Tooltip dan Javascript di Blogger
Akhirnya bisa juga masukin Javascript tooltip di Blogger, sebelumnya sempat frustrasi karena template yang sudah saya ubah tidak mau disimpan, karena alasan "Tag belum menutup sempurna", padahal di Project Hermansyah JS-nya jalan dengan lancar. Frustrasi, terpaksa saya memakai tag "title" untuk memunculkan tooltip sederhana.
Usut punya usut, ternyata JS jangan dimasukkan langsung di HTML blogger, tapi harus dibuat file yang terpisah lalu di link dengan menggunakan tag :
<script src='http:/lokasi file Javascript.js'
type='text/javascript'/>Baru setelah itu JS siap digunakan.
Bagaimana untuk menggunakan JS dalam posting?
Masukkan saja perintah Javascript di dalam posting, tetapi pasti ada pesan error seperti :
KESALAHAN
HTML Anda tidak bisa diterima : Tags cannot enclose tags area shape="poly" coords="0,166,20,78,152,125,196,129,220,116,236,0,236,0,234,0,211" alt="Anton Hermansyah" onmouseover="ddrivetip('<b"
Jangan takut, centang saja "checkbox" tersebut, lalu nikmatilah posting dengan Javascript buatan anda.
Contoh (gerakkan mouse anda di dalam gambar) :
--
Anton Hermansyah
08 Agustus 2008
Project Hermansyah
Musim liburan, biasanya orang-orang melewati waktu bebasnya dengan berlibur, atau melakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, atau mencari kesibukan seperti magang, atau ikut kegiatan-kegiatan sosial, daripada berdiam diri terus di rumah.
Saya sedikit "sebaliknya", pada liburan ini saya menjadi seorang "IT Freak" (sebutan dari saya sendiri) yang tergila-gila pada kode HTML dan Javascript.
Awalnya sih dari tidak sengaja masuk ke blognya Christian Sugiono, saya melihat blognya bagus sekali dan banyak tampilan tampilan keren yang dibuat dengan Javascript. Tertarik untuk mencontoh Tian, saya mencoba memasukkan beberapa kode untuk animasi Javascript di blog ini, tapi kok tidak bisa-bisa, blogspot tidak menerima kode Javascript yang saya masukkan, sudah dicoba berkali-kali tapi saya tetap tidak bisa.
Alih-alih menyerah, malah membuat saya nekat untuk membuat situs sendiri. Awalnya saya mencoba memakai jasa Google Sites, tetapi ternyata halamannya tidak bisa dimodifikasi secara bebas, saya malah bingung untuk menaruh kode Javascript di situs yang saya buat.
Saya beralih ke Geocities, di sana saya bisa membuat HTML semau saya, tapi saya "terpaksa" belajar bahasa-bahasa HTML, CSS dan Javascript (ini belum mengisi webnya lho, baru layout).
Web itu saya beri nama "Project Hermansyah" isi nya sih nggak nyambung sama namanya, karena saya bingung mau isi apa jadilah Three in One yang saya ceritakan.
Sekarang sih belum ada isi apa-apa, tapi kalau mau lihat silakan klik link ini.
--
Anton Hermansyah
06 Agustus 2008
Three in One

Sewaktu masih SD, kami adalah penggemar sepeda. Sering sekali berpetualang (untuk ukuran anak SD) mengendarai sepeda bertiga. Entah itu menyusuri "jalan-jalan tikus" atau pergi ke kompleks lain. Meskipun jaraknya tidak terlalu jauh dan medannya tidak terlalu berat(kalau naik kendaraan bermotor). Karena kami masih SD dan naik sepeda jadi serasa melakukan ALTO (offroad ringan dengan mobil berpenggerak 2 roda) karena kami seringkali melewati jalan yang tak lazim.
Ketiga sahabat ini sudah jarang sekali bisa berkumpul, terutama sejak Kiki kuliah di Solo, dan jika kami bertiga sudah berkumpul (biasanya 6 bulan sekali), diadakanlah petualangan kecil-kecilan (tapi naik mobil), hitung-hitung reuni kami bertiga, jika tahun kemarin kami pergi ke TMII, tahun ini kami pergi "menjelajahi" Jakarta. Antara lain ke Kota Tua, Pantai Ancol dan Taman Menteng, mungkin detilnya akan saya tulis suatu saat.
Semoga "petualangan" berikutnya akan lebih seru lagi.
--
Anton Hermansyah
20 Juni 2008
Coba Flash di Blog
16 Juni 2008
Perkenalan
Sugeng Rawuh,Pertama-tama dalam membuat blog ini saya harus berterima kasih kepada teman saya Fajar Indra karena tanpa undangan dari dia untuk mengisi Blognya saya tidak akan memulai untuk membuat Blog saya sendiri, saya benar-benar takut untuk mencoba, matur nuwun sanget Mas Fajar.
Terima kasih yang kedua saya tujukan kepada pak Ridwan Sanjaya yang telah membuat buku "Membuat Blog dengan Blogspot" buku yang akan menjadi panduan saya dalam ber-Blog ria.
Sekian dulu posting kali ini semoga Blog ini dapat berjalan dengan aman dan sejahtera Amiin.
--
Anton Hermansyah