Mie Instan
Mungkin itu yang orang-orang bakal bilang kalau lihat belanjaan yang saya bawa. Yup tadi baru aja saya dan ayah saya pergi belanja bulanan, kenapa cuma berdua, humm karena ibu saya sedang di Bandung dan adik saya tewas kecapean. Coba bayangkan aja, dari enam kantong belanja yang dibawa 50% alias tiga kantong itu isinya Mie nggak bohong kok, ada rasa kari ayam, ayam spesial, sampai ke rasa aneh-aneh seperti ikan cakalang, sop apalah saya juga lupa. Semua itu dibeli dengan jumlah yang kalau disumbangin ke korban bencana alam bakal nggak habis dalam seminggu.Memang begitulah yang terjadi kalau kalian hidup di keluarga pemakan segala, apa saja asal enak dimakan, dan hukum alam yang berlaku. Misalkan ada suatu kejadian, di mana ayah saya pulang membawa martabak telur dua bungkus, dan kebetulan saya pulang kemalaman, dan ibu saya memberi tahu kalau ada martabak.
Ibu : Tuh kak, ada martabak tadi ayah bawa
Saya : Disisain kan bu?
Ibu : (menjawab dengan ragu-ragu) Iya tuh... (menunjuk piring kecil yang di atasnya terdapat dua potong martabak telor)
Langsung saya teriak-teriak kesal nggak karuan masa dari dua bungkus besar cuma tersisa dua potong...???...!!!! Dan orang-orang rumah pun menjawab, "yang penting kan udah disisain". Duhhh...!!!
Hidup ini memang keras, apalagi kalau berada di keluarga seperti ini...
Ini cuma tulisan iseng saja sih, yah hitung-hitung pemanasan sebelum saya mengetik bab 3 hehehe...
--
Anton Hermansyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar