Tentang Saya

25 Mei 2009

Resume Tiga Hari

Selama tiga hari ini Sabtu, Minggu dan Senin ada beberapa pengalaman yang bisa di ceritakan, meskipun ini gara-gara nggak sempat nulis blog kemarin-kemarin sih.

Sabtu - Futsal dan Masuk Angin


Durian

Durian

Setiap dua minggu sekali saya "dipaksa" main futsal di Goals Fatmawati seperti yang sudah diceritakan di postingan sebelumnya tapi kali ini kondisinya berbeda. Pertama, yang main jauh lebih sedikit dari yang lalu jadinya nggak ada ganti atau substitusi. Kedua, kalau minggu kemarin saya makan ala binaragawan (pagi oatmeal, siang telur, dan malam buah), minggu ini makan ala Paman Gembul, apa saja dimakan, jadinya metabolisme tubuh kacau kembali (istilah trainer saya). Ketiga, pagi-pagi cuma makan Soy Joy dan perut kosong melompong.

Walhasil kalau kemarin lari-lari bak pemain American Football sekarang langsung capai, malah sempat kram perut gara-gara otot perut yang sudah susah payah dibangun minggu kemarin sudah tercampur lemak tak jenuh, gawatnya nggak ada yang mau gantian karena kurang orang jadilah harus tetap main, yah You are what you eat...baru terasa sekarang manfaatnya.

Kecapean dan keringetan langsunglah saya pulang tanpa ganti baju dulu, masih pakai baju yang untuk main tadi, naik motor pula, jadilah pas habis bangun tidur langsung masuk angin ditambah migrain, nyut-nyutan setengah kepala. Teman saya menyuruh saya minum obat tapi saya nggak berani karena pernah mengalami Tragedi Duren.

Tragedi Duren adalah cerita waktu saya kecil dan belum tahu soal obat, minum obat karena pusing di tengah perjalanan. Setelah itu rombongan keluarga besar berhenti untuk makan duren, saya dengan bodohnya ikut makan. Setelah orang tua saya tahu bahwa sebelumnya anaknya minum obat langsung mereka panik, sejak itulah saya tahu kalau obat tak boleh bercampur alkohol atau soda, dibantu Mbah A'a yang kini sudah almarhum, saya memuntahkan semua yang sudah saya makan.

Belum selesai sampai di situ, saya disuruh minum Norit untuk menyerap racun dan tak boleh tidur selama 5 jam, mereka takut kalau saya tidur mungkin tiba-tiba nggak bisa bangun lagi, padahal saat itu ngantuk sekali. Ibu saya lalu menceritakan kisah tetangganya yang meninggal gara-gara habis minum obat dia minum Sprite. Uff...sangat ampuh untuk membuat saya terjaga sampai lima jam. Untungnya Near Death Experience itu bisa terlewati, tetapi membuat saya agak takut untuk minum obat, kecuali kalau sakitnya sudah nggak tertahankan.

Minggu - Terminal Tiga dan Hanamasa


Terminal 3

Terminal 3

Ibu saya pulang dari Jambi, karena naik Mandala maka Ayah, saya dan Andi harus menjemput di Terminal Tiga bandara. Ini terminal baru dan cuma ada Mandala dan Air Asia saja yang mangkal di sini. Begitu lihat gedungnya di malam hari sih tercengang juga karena desainnya modern dan minimalis, beda dengan terminal satu dan dua yang sudah terlihat kusam. Tapi ada beberapa hal yang kurang enak di sini :
  1. Alur parkirnya bikin mumet, beberapa kali lihat tempat kosong tapi tidak bisa langsung dimasuki karena mesti putar jauh, yah...mungkin kalau ke sana akan mengerti sendiri lah.

  2. Tempat menunggu keberangkatan ada di luar ruangan, meskipun ada atapnya tapi tetap saja bisa masuk angin.

  3. Kurang tempat jajanan, masa cuma ada CFC sama J.CO, di dalam pun masih kosong melompong, memang yang terakhir ini kurang penting sih
Pulangnya kami makan di Hanamasa di Mal Pondok Indah, sengaja memilih di sana karena minumnya bisa tambah sepuasnya, tetapi kami (tepatnya Ayah, saya dan Andi) terpancing untuk membeli jus yang ditawarkan oleh pelayannya, yang mungkin dengan sengaja cepat ditawarkan sebelum pengunjung tahu bahwa tambah minum itu gratis. Ibu pun marah-marah, dan saya tidak bisa bilang apa-apa selain maaf, apalagi begitu tahu Es Kopyor yang saya pesan harganya Rp 24,000, mana nggak enak pula. Jadi bagi yang mau makan Hanamasa, berhati-hatilah jangan terpancing godaan membeli jus buah..!!

Senin - Uang Kembalian dan Vienna


Hari ini saya merasakan pentingnya uang receh, pagi-pagi saya sudah bermasalah dengan pembayaran denda buku di perpus, dendanya Rp 18,000 dan saya hanya membawa uang Rp 50,000, bapak penjaga pun menyuruh saya kembali lagi karena tidak ada stok uang kembalian. Sampai siang gocap itu belum juga pecah sampai saya dan Radit diajak Fajar ke Fakultas Psikologi karena mau bertemu Mbake sing paling apik dhewe di sana. Dan baru kali ini saya merasakan bahwa Pom Bensin dan Jalan Tol itu hebat dalam menyediakan uang, karena di Kantin Psikologi saya di Ping-Pong antara penjual makanan dan penjual minuman.

Di Penjual Minuman, Ga ada uang kecil bang...?? Ya udah ntar aja bang...abis makan aja, nggak ada kembaliannya.

Sesudah makan...

Di Penjual Makanan, Walah gede amat, nggak ada tukerannya nih...!!! Bayar yang lain dulu ya...

Di Penjual Minuman, Yah, belom ada kembaliannya, bayar makanan dulu gih...!!!

arrggghhhh....!!!!!

***


Hari ini memang nggak begitu enak sih...terutama buat Fajar yang tidak berhasil ketemu Mbake sing paling apik dhewe, meskipun untuk saya lumayan karena bisa melihat "Pemandangan" yang lumayan di Kantin Psikologi. Nggak tahu lah mereka melihat saya seperti apa...mungkin mereka melihat saya dan sebenarnya mau menghampiri saya sambil bilang "I Love You" "Maaf mas, mau nggak jadi objek penelitian skripsi saya...??--karena mas terlihat seperti orang kelainan jiwa"

Untuk si Gocap akhirnya uang itu pecah untuk membeli Cheese Stick lapis coklat di 2nd Bite (baca : Second Bite) sebagai pemuas lapar karena Cheese Stick yang kemarin dibawa Nia nggak enak >-< bentuk Cheese Stick nya menarik.

Untuk Fajar yang malang, saya persembahkan lagu dari Billy Joel judulnya Vienna, karena ini saya pikir cocok dengan keadaannya saat ini.

Billy Joel - Vienna (Song from Breakfast at Tiffany's)
Slow down, you crazy child
you're so ambitious for a juvenile
But then if you're so smart, tell me
Why are you still so afraid?

Where's the fire, what's the hurry about?
You'd better cool it off before you burn it out
You've got so much to do and
Only so many hours in a day

But you know that when the truth is told..
That you can get what you want or you get old
You're gonna kick off before you even
Get halfway through
When will you realize, Vienna waits for you?




--
Anton Hermansyah

2 komentar:

  1. kalo beli ndak ada kmbalian, yah ndak usah bayar aja mas,he...

    BalasHapus
  2. Wah...bisa abis aku digebuki penjualnya hehehe....

    BalasHapus