Mau makan nasi gudeg (Jogja)
Bukan berarti harus ke (Jogja)
Cukup ada di sini, tempat kita sendiri
Semua ada di sini
--
Eno Lerian - Semua Ada di Sini
Semua anak Indonesia yang pernah merasakan masa kecilnya di tahun 90-an pasti masih inget sama lagu tersebut. Lagu itu bercerita bahwa di Indonesia (mungkin lebih tepatnya adalah Jakarta) kita tidak perlu jauh-jauh pergi hanya untuk makan makanan khas daerah lain, misalkan kalau mau masakan Manado kita nggak perlu ke jauh-jauh Manado cukup ke restoran Manado saja (yang di Kelapa Gading lumayan banyak).
Dua hari libur ini saya merasakan hal yang diceritakan oleh lirik itu (lagi), meskipun kali ini skalanya internasional. Nggak usah bertele-tele lagi, ceritanya hari Sabbath (Sesuai yang diajarkan Bapa Fajar) saya dan keluarga pergi ke Restoran Jepang namanya "Take", belum genap satu minggu, di hari Ahad kami sekeluarga makan di restoran belanda namanya "HEMA".
Take
Teman les Bahasa Jepang saya memberi tahu bahwa ada restoran Jepang yang baru dibuka di Pamulang, dan katanya yang punya adalah orang Jepang asli. Sayangnya di hari itu saya belum punya waktu untuk ke sana, lagipula yang terbayang adalah masakan-masakan Jepang standar yang sudah banyak beredar di Resto atau Kaki Lima di Indonesia, macam Katsu, Teriyaki dan Tempura.
Dua minggu kemudian, ayah saya memberi tahu kalau sewaktu dia keliling Ruko Pamulang Permai, dia melihat ada restoran Jepang, langsung saya teringat informasi dari teman saya. Langsung kami bertiga, saya, ayah dan adik saya pergi makan di sana.
Begitu disuguhkan menu, kami kaget dengan variasi menu yang ada. Masakan sehari-hari di Jepang persis seperti yang sering saya baca di komik-komik Jepang seperti sashimi, sushi, kari, donburi, ramen, sanma bakar, dan syabu-syabu bahkan kalau kita memesan Menu Set maka makanan tersebut disuguhkan lengkap dengan chawan mushi dan sup miso. Ada juga menu onigiri dengan ayam sayap goreng tepung untuk sarapan.
Harga yang ada bervariasi, mulai dari Rp 10,000 sampai 50,000 kalau kita membeli Menu Set. Harga tersebut sesuai dengan porsinya yang JUMBO di mana saya sendiri kepayahan untuk menghabiskannya.
Ruangannya bersih, dan apabila kita ke sana maka akan disuguhi lagi-lagu Jepang yang bervariasi mulai dari pop sampai rock. Di ruangan tersebut kalau mau merokok boleh-boleh saja, sebab ada kipas ventilasi yang siap menyedot asap (mungkin karena beberapa menu seperti syabu-syabu dan sanma bakar menghasilkan asap).
Pada kesempatan kedua ke sana, kami sekeluarga memesan menu syabu-syabu, karena ini menu baru, sang koki (mungkin juga merangkap pemiliknya) keluar dari dapurnya, dan dia menjelaskan dengan bahasa Indonesia (meskipun logat Jepangnya masih terasa), tentang bagaimana cara merebus bahan bahan yang ada seperti ikan, daging dan sayuran. Yup ini memang restoran yang ramah terhadap pengunjungnya, sayang saya lupa menanyakan nama orang Jepang itu.
Jika anda berkesempatan ke sana, restoran ini ada di Ruko Pamulang Permai, alamat pastinya saya tak tahu, tetapi cobalah cari di sekitar Super Indo Pamulang.
HEMA
Sewaktu kami sekeluarga melewati Jalan Radio Dalam, perut kami sudah mulai memberi sinyal-sinyal lapar. Ibu saya memberi tahu bahwa temannya pernah bercerita ada restoran Belanda di sini. Begitu saya melihat restoran tersebut, kami pun berhenti untuk makan.
Di dalam HEMA kami langsung disambut dengan nuansa Belanda, mulai dari dinding bata, poster-poster yang bercerita tentang negeri Belanda, hiasan keramik, sepatu kelom sampai pelayan wanita yang berdandan ala Dutch Lady.
Untuk menunya tersedia pilihan-pilihan seperti steak, burger, sandwich, ikan dan kue-kue. Sepintas menu-menu ini "biasa-biasa saja" seperti Klappertart, Rissoles, Sirloin, Mashed Potato dan Zuppa Soup atau mungkin karena masakan Belanda sebenarnya sudah lama eksis di Indonesia sehingga kita tidak merasakan masakan ini sebagai masakan yang asing dan ekslusif.
Untuk menu yang disediakan sebenarnya harganya agak mahal, tetapi sebenarnya hanya berbeda Rp 2,000-5,000 dari harga makanan tersebut pada umumnya. Rasanya memang enak, dan patut dicoba adalah minuman Strawberry Lime Squash di mana sirup stroberi dicampur dengan jeruk nipis dan soda, rasanya segar sekali.
Restoran ini sangat cocok untuk kumpul keluarga dan reuni ketimbang hanya mampir sebentar untuk makan karena suasana di sini sangatlah unik dan membuat betah untuk berlama-lama. Jika ingin mampir restoran ini terletak di Kebayoran Baru, tepatnya di samping Cafe Tomodachi di dekat Sekolah Labschool.
Memang benar kata Eno Lerian, semua ada di sini, bahkan untuk merasakan masakan luar negeri pun kita tidak harus ke luar negeri.
--
Anton Hermansyah
gw pernah uh ke hema.. seru abis,, nanti farewell temen gw yang orang belanda gw ajak kesana deh heheheheh
BalasHapuswuaHh nton..sibuk apa skrg..
BalasHapuskok blognya isinya makanan semua yachhh!!!duh jadi laperr
@Bala
BalasHapusNyari suasana aja sih itu Dha...keren soalnya makanan sih relatif biasa, tapi lumayan enak.
@Putri
Lagi sibuk skirpsi nih, abis makanan tuh enak-enak sih, ajak aja temen2 lo makan tuh di referensi gue dijamin enak2 kok