Tentang Saya

20 Mei 2009

Kesal pun Nulis

Teman Belajar

Teman Belajar

Ok, berakhir satu UAS di hari ini, dengan perjuangan dan emosi saya kerjain soal PRK ini. Perjuangan sih iya...tapi kenapa mesti ada kata-kata emosi...?

Begini ceritanya, sewaktu hari senin (18/5) saya dan Fajar ikut rombongan anak-anak yang sedang sibuk fotokopi bahan ujian. Karena sudah terlalu sore saya juga harus pulang, saya dan Fajar menitipkan bahan itu kepada Mr. R (bukan nama sebenarnya) untuk difotokopi dan rencananya akan diambil hari selasa siang, yah...sekitar jam dua belas deh.

Besoknya, runtutan kejadian adalah seperti ini :

  • 12.00 - 16.00 Saya menunggu di perpustakaan tapi Fajar tak kunjung datang karena ada kuliah

  • 16.00 - 16.30 Akhirnya Fajar datang tapi tak membawa fotokopian yang dijanjikan, sembari memberi tahu saya bahwa fotokopian dibawa oleh Mr. R, saya kaget karena Mr. R ini orangnya super sibuk (lebih tepatnya sok sibuk).

  • 16.30 - 17.00 Setelah ditelfon, Mr. R berjanji akan membawa fotokopian tersebut ke kos Fajar. "Kenopo ra nang kampus ae (Kenapa tidak di kampus saja)..??", Saya tanya ke Fajar. "Ra gelem wonge, sibuk deweke (Nggak mau orangnya, sibuk dia)" Jawab Fajar.

  • 17.00 - 17.30 Memutuskan pergi dan tunggu di kosnya Fajar, padahal sedang hujan dan kebetulan saya sedang membawa motor.

  • 17.30 - 18.00 Proses menunggu, dan akhirnya menelpon Mr. R kembali tapi tidak diangkat-angkat

  • 18.00 - 19.00 Masih menunggu, tapi kali ini kami seperti Tour Guide Gembira Loka (Kebun Binatang di Jogja) spesialis binatang non-halal, maksudnya mengumpat-umpat pakai Bahasa Jawa. Dan akhrinya saya pulang dengan menitip salam tonjok untuk Mr. R pada Fajar.

Yup akhirnya saya pulang dengan tangan hampa dan berharap Fajar dapat bahan-bahan itu entah malam-malam atau pagi buta, sebenarnya dia lebih butuh, belum belajar sama sekali dan nggak tahu apa saja poin-poin yang penting.

Esoknya (maksudnya hari ini)...

Sebelum masuk ujian, seperti tradisi anak-anak belajar dahulu di depan kelas, di situ ada Fajar juga dan saya tanya soal bahan ujian...ternyata Mr. R tidak datang sama sekali ke kos dia. Hebatnya si Mr. R cunguk ini duduk di dekat Fajar (yah...radius 5 meter lah agak jauh, mungkin si Fajar yang menjauh) sambil belajar dengan tenangnya. Saya menenangkan diri lalu tanya ke Mr. R :

  • Saya : Mau bengi endhi kowe dienteni (Tadi malam kamu ke mana ditungguin)...??...!!

  • Mr. R : Sori, lagi sibuk kemarin, baru pulang jam 9 ke kontrakan, saktenane aku arep ngomong ora iso wingi (Sebenarnya saya mau ngomong nggak bisa kemarin...)

Hanya dengan kata-kata Sori dan Sibuk yang dengan enak keluar dari mulut setelah membuat dua orang tidak bisa belajar karena kurang bahan...!!!...???

Lagi pula kami berdua sudah menelpon Mr. R secara estafet malam itu dan lebih dari 5 kali telepon, kenapa dia tidak konfirmasi lebih awal...??...!!

Yah...
Inilah kisah gondok di penghujung masa kuliah. Yup terutama buat Angga Bubu yang baru saja mengalami UAS terakhirnya dan coba mengingat-ingat apa yang terjadi dari Semester I sampai sekarang. Dia pula yang menjadi "penyelamat" Fajar dengan mengajarkan bahan-bahan yang ada. Tapi, kalau cuma setengah jam saja, nggak banyak yang bisa masuk kan...??

Kenapa kisah begini ditulis juga...?? Ada beberapa alasan...

Pertama, jangan suatu kesibukan itu membuat anda menyusahkan atau sampai menghianati teman anda apalagi kalau saat kritis dan benar-benar butuh seperti kasus Mr. R ini. Kedua, jangan mau pula mempercayakan sesuatu kepada orang yang seperti ini. Ketiga, menulis ini sebagai bentuk pelampiasan dan kreativitas, "Tulislah selagi kamu masih memiliki emosi tentang sesuatu", dan benar, tulisan ini jadi cepat selesai dan saya bersemangat untuk menulisnya, meski hati ini sedang kesal.

Yap, waktunya untuk belajar lagi...siap-siap ujian berikutnya...

--
Anton Hermansyah

6 komentar:

  1. Wah ketoke aku ngerti mr R sopo

    BalasHapus
  2. Genah...kuwi wong gawe emosi tenan kok

    BalasHapus
  3. di BLOW UP aja kali tton MR.R itu siapa hihihihi.. biar ditimpuk bata merah gan

    BalasHapus
  4. Gila... gw disebut????!!!
    Ada masalah opo iki ???

    BalasHapus
  5. Walah...jangan diungkap lah, ini aja nulis di blog sebenernya udah agak Bigos (Biang Gosip), cukup nikmati ceritanya aja lah

    BalasHapus