FAST, emiten pemilik waralaba KFC di Indonesia, selalu masuk dalam watchlist saya dalam 2 tahun belakangan, kas nya kuat, EPS yang selalu bertumbuh sebelum Covid-19 dan bahkan di saat ekonomi lesu, emiten ini tetap aktif berinovasi
Sebelum Covid-19 menyerang, setiap tahunnya Cash to Equity FAST selalu berada di atas 50%, jauh lebih tinggi di atas MAPB yang ada di sekitar 20% dan PZZA yang ada di sekitar 15%. EPS pun selalu bertumbuh dengan rata rata 11,77% setiap tahun nya dari 2014 sampai 2019.
Saat PSBB diberlakukan memang FAST terkena dampak yang parah, kuartal 2 dan kuartal 3 langsung berdarah-darah. Sebagian besar gerai memang berada di mal sehingga tidak bisa "menyambung hidup" dengan pesan-antar seperti pesaing nya McDonald's yang kebanyakan gerainya stand-alone.
Tapi di tengah pandemi emiten ini masih berinovasi, Oktober 2020 membuka "Naughty by Nature" di daerah Senopati, di mana produk ayam standar KFC dikombinasikan dengan makanan sehat. Tidak lama, bulan Desember 2020 mereka membuka gerai Taco Bell pertama di Indonesia, masih di daerah Senopati.
Pada bulan Mei 2021 FAST membuka gerai stand-alone di dekat Taman Melawai, tidak jauh dari gerai lama di Plaza Melawai. Mereka memodifikasi rumah tua menjadi gerai bergaya klasik, dinamakan "KFC Classic Store".
Gerai Taman Melawai ini menjadi satu-satunya tempat untuk membeli menu "Classic Combo", menu asli yang pertama kali ditawarkan oleh Kakek Colonel Sanders saat mendirikan KFC. Isinya satu potong ayam "Original", jagung rebus, coleslaw (salad kol), mashed potato (kentang tumbuk), dan hot roll (roti kecil) yang baunya harum.
![]() |
| Menu KFC 1969 (Sumber flickr.com) |
Saat saya ke sana, gerainya penuh dengan orang-orang. Semuanya memesan "Classic Combo", padahal menu ini harganya tidak murah, yaitu Rp50.000, belum termasuk minum.
![]() |
| KFC Taman Melawai |
Ketiga gerai baru FAST tersebut memang bukan untuk "sobat misqueen", jika makan untuk dua orang biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp100.000 sampai Rp250.000. Tetapi memang di saat Covid-19, strategi ini benar, menurut saya.
Covid-19 dan lockdown nya memang bias ke atas, kelas menengah ke atas dapat bertahan dengan baik, bahkan pengeluarannya lebih kecil karena work from home (WFH). Sementara kelas menengah ke bawah harus pontang-panting mencari uang karena pasar yang biasanya ada harus ditutup karena pandemi.
Jika daya beli menurun, seperti yang terjadi di kelas menengah-bawah, tentunya kita akan mencari alternatif yang lebih murah, toh ayam goreng "jalanan" seperti Sabana dan D'Besto sudah hampir sama enaknya dengan KFC. Di sini FAST, yang harga ayamnya relatif premium, memutuskan untuk "naik kelas" dengan membuat "gerai-gerai sultan" tersebut.
Ramainya gerai sultan milik FAST juga membuktikan bahwa kelas menengah atas masih punya daya beli, tinggal bagaimana memancing mereka untuk konsumsi. Karena ini pula mungkin PBV FAST masih mahal, bertahan di atas 3x.
Akhirnya belum jadi saya beli.
--Anton Hermansyah


Tidak ada komentar:
Posting Komentar