Tentang Saya

29 April 2021

Tetap Value Investor atau Pindah YPC (Yang Penting Cuan)?

Kematian Charles de Vaulx

Berita Charles de Vaulx bunuh diri semakin membuat goyah pandangan terhadap relevansi value investing di masa sekarang, pertumbuhan aset fundamental tidak seberapa, bahkan kalah dengan "aset modern", apakah harus beralih ke aliran YPC (Yang Penting Cuan)?

Charles de Vaulx adalah Chief Investment Officer (CIO) dari International Value Advisers, LLC, merupakan value investor garis keras dan tidak pernah mencoba gaya lain sepanjang karirnya. Apabila tidak menemukan "saham salah harga", de Vaulx bahkan kukuh menyimpan 40% portofolio nya di uang kas.

Tidak seperti di Indonesia, di pasar Amerika Serikat (AS), setelah jatuh di bulan Maret 2020 indeks langsung rebound dengan cepat dan mencapai titik tertinggi. Nyaris tidak ada barang salah harga dan bubble tak kunjung pecah karena otoritas moneter seperti The Fed cenderung membiarkan (baca: Saat The Fed Membiarkan Pasar Modal Menentukan Nasibnya Sendiri).

Di sisi lain, yield obligasi di AS pun hampir nol, artinya membeli obligasi di sana hampir tidak ada bedanya dengan menyimpan di bawah bantal. Para investor obligasi pun akhirnya terpaksa pindah ke saham, menyebabkan harga semakin tidak masuk akal dibanding fundamentalnya.

Di saat saham sudah mulai melambat, uang pun berpindah ke Bitcoin, sebuah instrumen yang "haram" untuk fundamentalis karena tidak bisa diukur fundamentalnya.

Hal ini membuat value investor terjepit, tidak bisa menemukan saham bagus artinya harus menyimpan lebih banyak kas, risikonya pertumbuhan portofolio jadi melambat. Di lain sisi, aset-aset yang "kopong" telah menghasilkan return gila-gilaan.

Tetapi nasabah tidak peduli proses, mereka mau hasil, akhirnya satu-per-satu modal lari dari de Vaulx. Dana Kelolaan (Asset Under Management - AUM) de Vaulx pun turun drastis dari AS$20 miliar menjadi di bawah $1 miliar.

Pada Maret 2021, de Vaulx melikuidasi fund nya dan sebulan kemudian, seperti yang sudah disebutkan di awal, dia bunuh diri dengan melompat dari kantornya di lantai 10.

Untuk investor yang sudah belajar fundamental, kita tahu bahwa aliran YPC tidak menjamin untuk survive dalam jangka panjang. Tetapi selama stimulus tidak ada habisnya dan suku bunga tetap rendah aset-aset "kopong" akan tetap melaju ke atas.

Epilog: Mati Terhormat atau Terus Hidup Sebagai Penjahat?

Akhir hidup de Vaulx memang tragis, tetapi seumur hidupnya dia tidak pernah tergoda untuk berpindah ke "sisi gelap", seperti yang dilakukan oleh Bernie Madoff.

Mengutip tulisan Bernard Madoff Si Penipu Saham Korban Dua Krisis, awalnya Madoff adalah fund manager yang jujur, namun kejatuhan pasar tahun 1987 mengubah segalanya.

Setelah kejatuhan pasar, Madoff, seperti fund manager lainnya, mengalami kegagalan untuk memenuhi ekspektasi return dari para nasabahnya. Sehingga dia mulai mengatur skema Ponzi untuk memberikan keuntungan yang stabil kepada nasabah, semua demi mempertahankan AUM.

Bisnis Ponzi Madoff runtuh saat pasar krisis tahun 2008, pada Juni 2009, dia dihukum penjara 150 tahun.

Dua anaknya, yang pernah bekerja di perusahaannya, meninggal setelah itu, si sulung Mark gantung diri pada Desember 2010 dan Andrew meninggal September 2014 karena kanker nya kambuh di 2011 akibat stress karena bapaknya dipenjara dan abangnya bunuh diri.

Bernie Madoff meninggal di penjara pada bulan April 2021, dua minggu sebelum de Vaulx bunuh diri.

--
Anton Hermansyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar