Tentang Saya

12 Juni 2010

Rumah Itu di Dada

Sebenarnya ini cerita sudah agak lama, tapi memang baru sempat tulis sekarang. Hampir dua bulan yang lalu saya, Boni, Radit danBubu menonton film Date Night. Di film yang dibintangi Tina Fey, Steve Carrell plus sejumlah cameo itu memang bagus dan menghibur.

Posting ini memang bukan untuk resensi film, tetapi ada adegan yang sebenarnya lucu tetapi juga mengesankan. Saat pasangan 'Tripplehorns', Taste (James Franco) dan Whippit (Mila Kunis) bertengkar saat akan meninggalkan rumah.

  • Whippit: I don't know but maybe leaving is not such a good idea... This is our home...

  • Taste: Hey... no it's not (membuka baju, menunjukkan dada yang ditato muka Whippit)... this is your home


Adegannya bisa dilihat di sini (kalau belum dihapus):






Saya mungkin bukan anak sastra apalagi redaktur bahasa, tetapi kalau boleh analisis sedikit...

Ada 2 kata dalam Bahasa Inggris yang berarti 'rumah' dalam Bahasa Indonesia yaitu 'house' dan 'home'. Ada perbedaan di antara kedua kata tersebut, house itu kata benda yang secara harafian artinya bangunan tempat tinggal. Home lebih abstrak, tidak berupa bangunan tetapi sebuah tempat untuk pulang.

Jika house lokasinya terletak di alamat bangunan tersebut, lalu di manakah letak home...??

Jawabannya ada di adegan tadi...

Rumah (home) itu ada di dada (hati).

Kita masih bisa pulang ke rumah (home) apabila masih ada hati orang-orang yang menyayangi dan mau menerima kita, meskipun belum tentu ada rumah (house) yang berwujud. Sebaliknya kita tidak bisa pulang apabila di rumah (house) apabila di sana tidak ada yang mempunyai hati untuk kita, maka tidak layak rumah itu disebut rumah (home).

Beruntunglah bagi kita yang masih mempunyai rumah.

--
Anton Hermansyah

02 Mei 2010

Kuisioner Titipan

Aziz Warisman sedang butuh data untuk skripsinya. Butuh lebih dari 100 responden agar dia bisa melanjutkan ke tahap analisis data.

Sekedar informasi untuk kuisioner yang akan anda isi. Ini mengenai produk-produk ramah lingkungan, dan tindakan anda sebagai pahlawan penyelamat bumi terhadap barang-barang yang anda konsumsi sekarang.

Silahkan isi kuisionernya di Sini

--
Anton

07 April 2010

Peninggalan

Harimau Mati Meninggalkan Belang

Seringkali saya iri kepada orang-orang teknik sipil atau arsitektur, kenapa? Karena mereka mempunyai peninggalan yang nyata. Keluarga besar saya secara turun temurun bergerak di bidang pembangunan, meski lebih tepatnya minimal salah satu orang dari setiap generasi ada yang menjadi arsitek atau orang sipil :-P

Pernah suatu ketika kami sekeluarga sedang menuju ada di Bandung dan mengambil jalan pintas karena jalan utama macet, di tengah perjalanan kami melewati Politeknik Ciwaruga. Tiba-tiba ayah saya berkata, "Ini dulu yang bangun Mbah Aak!". Saya memandangi bangunan itu dengan kagum, inilah prasasti modern peninggalan si Mbah dan sejak saat itu pula saya baru tahu kalau dulu si Mbah bekerja di PP (Pembangunan Perumahan), padahal saya dulu sejak kecil mengira pekerjaan si Mbah adalah Dukun :-D

Itu baru si Mbak, ada dua orang Uwak (Paman) saya yang bidangnya adalah pembangunan, satu orang sipil, satu lagi arsitek. Kemudian secara turun temurun (atau tidak sengaja) sepupu saya, Adrie meneruskan jejak keluarga dengan menjadi arsitek.

Kalau saya sebagai orang manajemen, apa yang akan saya tinggalkan? Tidak ada yang spesifik rasanya, orang-orang jurusan Ilmu Ekonomi akan meninggalkan rumus-rumus ekonomi atau kurva-kurva, orang Akuntansi (euh) meninggalkan Pedoman Standar Akuntansi(?). Yah apapun itu semoga nantinya saya bisa memberikan sesuatu dan meninggalkan sesuatu yang akan lama digunakan orang, seperti Porter Five Forces itu hehehe

--
Anton

27 Februari 2010

Bangau Bisa Menjadi Supra Tetapi Vega Tetaplah Vega

Vega?? Vega??


Hari ini saya baru saja membengkelkan Yamaha Vega saya. Banyak yang sudah harus diganti, mulai dari ban, gir, rantai sampai plat kopling. Seperti kata Deddy Mizwar, "Pakai Onderdil Asli", siap lah, mahal sedikit nggak papa.

Deddy Mizwar Deddy Mizwar


Tapi setelah selesai dan saya bawa pulang ke rumah, rasanya...?? Biasa saja kok, paling rantai sudah tidak bunyi, 'tarikan' agak sedikit lebih responsif. intinya, "kembali ke normal". Jelas ini 'servis' kalau berubah ya namanya 'modifikasi'.

Tapi kalau dulu diingat-ingat saat motor pertama saya, Jialing Bangau di 'servis' besar tenaga dan performa nya langsung berubah dan jadi lebih baik. Saya cerita tentang ini kepada Ayah saya dan kami berdua tertawa.

Kenapa...??

Karena kalau si 'Bangau' harus ganti onderdil, kami berdua selalu ganti dengan onderdil Honda Supra yang notabene beberapa tingkat di atas 'Bangau'. Intinya si 'Bangau' naik kasta menjadi "Jialing Supra" atau "Honda Bangau" :-D

Tetapi 'Vega' tetaplah 'Vega', wong "pakai onderdil asli" kalau pun berubah ya sekedar balik ke asal bukan naik kasta.

--
Anton Hermansyah

25 Februari 2010

Hidup Bagai Halilintar

Halilintar Halilintar



Kalau di Bahasa Inggris seharusnya judul ini adalah "Life is a Roller Coaster", tapi apa kata yang tepat untuk menterjemahkan "Roller Coaster" ke dalam Bahasa Indonesia? (Berhubung saya idealis yang mau menggunakan Bahasa Indonesia semaksimal mungkin dalam Blog ini).

Ternyata Roller Coaster belum pernah di-Indonesiakan, jadi saya terpaksa ambil nama dari Dunia Fantasi, permainan sejenis disebut "Halilintar" di sana. Jadinya judul ini agak aneh, tapi....yah biarlah.

Memang betul nasib kita selalu bertukar, hidup yang dahulu ramai dan banyak teman-teman, karena dahulu memang masih dunia kampus, sekarang berganti menjadi hidup yang soliter dan sepi dan semua itu terjadi dalam waktu yang cukup singkat, sekitar 4 bulan, dan saya pun kadang masih belum rela agar Sang "Halilintar" tidak turun ke bawah dahulu dengan cepatnya.

Mendaki ke atas pun lama dan menegangkan, jika sudah akan sampai di atas, saya takut akan jatuh dengan cepat lagi, itu mengerikan. Masalahnya, saya sedang berada di mana? Masih di bawah? Ataukah sudah menanjak?

Yah...jalani hidup ini saja dulu dengan sebaik-baiknya

--
Anton Hermansyah

26 Oktober 2009

Selebrasi Rossi dan Persaingan TV Berlangganan

Rossi Juara Dunia 2009 Rossi Juara Dunia 2009


Pertama-tama saya harus mengucapkan selamat pada Valentino Rossi yang berhasil menjadi juara dunia MotoGP 2009. Setelah balapan GP Malaysia di kondisi hujan, beliau berhasil membuat perolehan poinnya tidak terkejar meski tersisa satu seri lagi dengan menjadi juara 3.

Tetapi ada hal yang sedikit mengganggu, karena tradisi selebrasi juara dunia yang biasa dilakukan Rossi dan fans dipotong oleh Trans7 yang bahkan tidak menyiarkan podium kemenangan. Untuk Trans7 saya masih bisa maklum, karena acara lain sudah menunggu akibat siaran yang diperpanjang (balapan ditunda 40 menit), dan selama bertahun-tahun menonton di Trans7 ya memang begitu jadi saya maklum. Padahal seharusnya saya bisa menonton siaran ini di ESPN, tetapi entah mengapa First Media sudah dua bulan ini tidak mempunyai ESPN dan Star Sports dalam daftar salurannya, sehingga saya terpaksa harus menonton di Trans7.

Tampaknya semenjak kasus monopoli hak siar Liga Inggris oleh Astro beberapa tahun yang lalu, tontonan olah raga impor menjadi barang mewah yang tidak bisa dinikmati di TV antena. Meskipun Astro telah dihukum karena hal ini, TV berlangganan lain juga berlomba-lomba untuk memonopoli hak siaran olah raga impor untuk menambah jumlah langganan mereka. Akibatnya semakin sulit untuk menonton sepak bola di TV rumah, dan apabila mempunyai TV berlangganan, siarannya menjadi bolong-bolong. ESPN di First Media (sebelum hilang) pun begitu, apabila ada jadwal siaran Liga Inggris, salurannya diganti oleh saluran lain, biasanya Eurosport. Sehingga yang bisa ditonton relatif bukan favorit masyarakat Indonesia (setidaknya saya :-P), hanya tersisa Rugby, Baseball, NBA, Golf dan olah raga lainnya yang bukan favorit saya, tetapi saya tidak menyangka akhirnya saluran tersebut dicabut, padahal masih ada siaran MotoGP favorit saya.

Semoga ke depannya persaingan ini dapat diatur dengan lebih baik, karena tidak semudah itu bagi pelanggan untuk mengganti TV berlangganannya. Dan bagi pelanggan akan ada semacam diskriminasi, karena harga berlangganan semua TV hampir sama (rata-rata Rp 50.000 per paket) tetapi yang didapatkan tidak sama karena dia berlangganan TV A bukan TV B yang telah membeli hak siar. Semoga akan menjadi lebih baik.

--
Anton Hermansyah

25 Oktober 2009

Nulis Lagi

[picapp src="0263/d576cb60-dd96-4fbf-8fe1-9176b2892954.jpg?adImageId=6489717&imageId=267013" width="100%" /]

Akhirnya setelah memnidahkan blog ini ke Wordpress, saya bisa nulis lagi. Setelah Geocities hilang file-file Javascript yang saya simpan di sana juga hilang, akibatnya isi blog jadi hancur, jadi malas untuk mengisinya lagi.

Tapi hari Jumat (23/10) kemarin, teman SD saya, Puri tiba-tiba menulis di wall saya dan berkomentar tentang blog-blog saya dan dia bilang Blog Anton Hermansyah bagus, hohoho sebuah tambahan semangat untuk melanjutkan nulis di Blog ini :-)

Seharusnya saya datang ke Pesta Blogger tapi nggak jadi lagi, gara-gara sibuk browsing tentang One Piece di web, satu lagi hal penting dikalahkan oleh hal penting, bagaimana ini hehehe

Siplah, sekian dulu untuk sekarang, semoga dengan Blog ini bisa lebih kreatif.

--

Anton Hermansyah