Bukalapak (BUKA) akhirnya menerbitkan laporan Triwulan (TW) 2 tahun 2021 nya, selama enam bulan pertama ada beberapa perkembangan dari sisi Laporan Laba/Rugi, meskipun secara cash basis masih belum banyak perkembangan.
Perlu diingat, ini adalah keadaan sebelum IPO. Di mana tambahan dana Rp21,9 triliun baru akan dicatat pada Laporan TW 3.
Dari Laporan Laba Rugi, masih terdapat kerugian Rp767 miliar, tetapi ini sudah menciut 25,2% dibandingkan rugi Rp1 triliun di periode yang sama tahun lalu. Ini karena pendapatan yang meningkat 34,7% Year-on-Year (YoY) ke Rp863,6 miliar.
Pendapatan utama BUKA masih berasal dari segmen marketplace, namun pertumbuhan segmen ini tidak banyak. Pendapatan marketplace hanya naik 4,4% YoY ke Rp529,2 miliar.
![]() |
| Pendapatan Segmen BUKA 1H21 |
Hal yang menggembirakan adalah mulai progresifnya pendapatan dari segmen "Mitra Bukalapak" yang mulai ngebut. Pendapatan segmen ini tumbuh 349,5% YoY ke Rp289,8 miliar.
Tetapi segmen ini masih lebih besar pasak daripada tiang, karena beban segmen Mitra mencapai Rp314,9 miliar, naik 64,7% YoY dibandingkan Rp100,8 miliar di periode yang sama tahun lalu.
![]() |
| Beban Pokok Segmen BUKA 1H21 |
Dari sisi persentase, kenaikan pada beban masih lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan pada pendapatan, jika pertumbuhannya konsisten, bisa saja tahun depan segmen Mitra sudah menguntungkan.
Meskipun berkembang secara buku, tetapi secara cash basis Bukalapak masih belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Arus Kas Operasional perseroan masih tetap negatif Rp750 miliar pada enam bulan pertama tahun ini, tidak berbeda dengan periode yang sama tahun lalu.
![]() |
| Arus Kas BUKA 1H21 |
Ini artinya kas Bukalapak akan terus berkurang sebesar Rp750 miliar dalam 6 bulan atau sekitar Rp1,5 triliun per tahunnya.
Apabila keadaan arus kas ini terus berlanjut, maka cadangan kas Rp2,7 triliun hanya bisa untuk bertahan selama 1,8 tahun, atau jika kita konversi ke format 12 bulan, maka kita akan mendapatkan angka 1 tahun 10 bulan.
Meskipun saat ini sudah ada tambahan "nyawa" Rp21 triliun (yang cukup untuk 14 tahun) semoga memang ada terobosan dari manajemen dalam hal arus kas ini dalam jangka waktu tersebut. Sehingga menambah keyakinan investor untuk hold saham Bukalapak.
--Anton Hermansyah




Tidak ada komentar:
Posting Komentar