Tentang Saya

23 Juli 2010

Membeli Pulsa

Ritual membeli pulsa memang sudah jadi kebiasaan saya tiap bulan. Meski tanggalnya tidak karena kadang saya lumayan irit kadang terlalu boros.

Sebagai orang yang tidak punya duit perhitungan, saya selalu membeli pulsa yang nilai nominalnya lebih kecil daripada intrinsiknya. Dulu saya bela-belain beli pulsa Telkomsel 100,000 karena harganya Rp 96,000, kalau pulsa 50,000 harganya Rp 52,000. Dan waktu itu tukang pulsa masih jarang.

Sekarang?

Orang jual pulsa di mana-mana, bahkan hati-hati, orang terdekat anda pun bisa jadi adalah agen pulsa hahaha. Sayangnya noiminal voucher pulsanya kecil-kecil, maksimal hanya Rp 25,000, tuntutan zaman mungkin. Voucher pulsa tersebut dijual dengan harga di atas nominalnya, biasanya Rp 27,500 atau paling murah Rp 26,000.

Kalau mau beli yang besar mas? Seratus ribu?

Wah pakai yang elektrik saja, kata penjual pulsa. Oke memang besar, tetapi perlu waktu 2 jam sampai diterima. Biayanya? Ya harga voucher yang Rp 26,000 itu dikali 4 saja. Waduh, kok malah tidak economics of scale?

Akhirnya lebih baik saya beli di ATM. Beda dengan tukang pulsa, di sini nominal minimal 50,000 (kadang ada yang 25,000). Biarpun harga akhiirnya sama dengan nilai nominal nya, tak ada diskon tak ada premium, ternyata lumayan bisa diandalkan. Pulsa baru masuk dengan cepat, lagipula bila transaksi tidak jalan, bank lebih mudah untuk menyampaikan keluhan di banding tukang pulsa pinggir jalan.

--
Anton Hermansyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar