Tentang Saya

27 Januari 2017

Meliput Antasari Azhar


Kamis Legi 26 Januari 2017, padahal sebetulnya tidak ada acara yang bertemakan bisnis di Istana Presiden tapi Saya harus ke sana karena Haeril, wartawan desk nasional sedang sakit. Agenda hari ini besar untuk desk nasional karena ada mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar datang ke istana menemui Presiden Jokowi.
Jadwal Antasari adalah pukul 16.00, sebelumnya jam 14.00, Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan atau Iwan Bule datang dipanggil Jokowi.

Instruksi editor desk nasional adalah, "fokus pada Antasari, tanya dia mau minta tolong apa pada Jokowi".

"Oke mas, berarti Kapolda skip ya, langsung ke Antasari," jawab Saya.

Jam 14.30 bapaknya datang, tetapi tidak mau bicara banyak. "Saya ke sini cuma untuk terima kasih kok, karena sudah diberikan grasi oleh presiden," jawabnya sewaktu ditanya.

Grasi yang diberikan presiden tanggal 23 Januari memang berharga untuk Antasari karena bebas dari keharusan lapor karena status bebas bersyarat.

Dihukum 18 tahun penjara di 2010, Antasari sudah menjalani kurungan selama 7 tahun 6 bulan. Kalau ditambah 4 tahun 6 bulan remisi yang diterima selama masih masa tahanan artinya Antasari sudah menjalani hukuman selama 12 tahun atau sepertiga masa hukuman.

Setelah sepertiga masa hukuman, Antasari bebas bersyarat di November 2016 tapi tetap harus lapor tiap bulan sampai 2022. Dengan adanya grasi 6 tahun artinya Antasari bebas penuh.

Tapi tim pengacara Antasari masih mau untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung dan minta ke polisi agar barang bukti untuk dibuka kembali.

Kapolda keluar jam 15.30 tapi Saya tidak gubris, fokus tetap di Antasari. Beberapa wartawan yang sudah wawancara Kapolda hanya bilang bahwa Kapolda ditanya Jokowi soal pengamanan kota.

Setelah berpindah-pindah tempat mencegat dari Istana Merdeka, ke Kantor Presiden, lalu ke teras Istana Negara, jaraknya memang dekat tapi capek juga, Saya bersama wartawan lain tunggu Antasari keluar.

Antasari keluar pukul 16.45, tidak mau berbicara apa-apa selain:
Sssst, kamu mau tau aja

Kemudian langsung naik mobil tanpa penjelasan lebih lanjut.

Saya tulis berita seadanya bahwa Antasari bungkam. Tapi setelah saya kirim berita, Mbak Arien, redaktur desk Nasional yang bertugas edit berita Saya bertanya.

"Ada foto reserse bawa buku sampul merah tebal dan ada muka Antasari di sampulnya, Lo liat itu nggak?" Mbak Arien tanya.

"Tadi cuma fokus di Antasari saja, makanya tidak lihat rombongan Kapolda. Tapi memang tadi ada yang sebar foto itu sih," Saya jawab.

Mbak Arien kemudian memberikan saya tautan dari berita Kompas, bahwa kedatangan Kapolda ada hubungannya dengan Antasari. Di tahun 2009 dan 2010, Iwan Bule masih menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, dialah yang menangani kasus Antasari.

"Alamak, coba tahu sejarah kasus ini dari awal," pikir Saya sembari menyesal tidak ikut wawancara Kapolda.

Mbak Arien menyuruh saya untuk tidak pulang dulu padahal sudah jam 19.30, kontak orang istana, Juru Bicara Presiden Johan Budi dan pengacara Antasari Boyamin Saiman, tanya kenapa Antasari datang dan apa isi pembicaraan. Keduanya sewaktu di telepon hanya ada sibuk, Johan Budi akhirnya menjawab WhatsApp saya jam 19.59.

"Mas Anton..saya tdk tahu karena tdk ikut," jawabnya, saya pun lesu.
Mbak Arien tetap ngotot harus ada keterangan, akhirnya setelah mencoba berkali-kali dan menemui nada sibuk, Boyamin mengangkat telepon Saya jam 20.45.

"Mas Anton, saya diperintahkan Pak Antasari untuk tidak bicara soal pertemuan ini, yang saya bisa katakan adalah pertemuan ini adalah untuk berterima kasih karena grasi yang diberikan," jawaban Boyamin di awal pembicaraan.

Setelah di pancing sedikit apa maksud presiden juga memanggil Iwan Bule pada saat bersamaan, Boyamin sedikit lebih terbuka. Menjelaskan bahwa pihaknya sedang butuh bantuan polisi untuk membuka lagi barang bukti.

"Dulu kan Iwan Bule yang tangani kasus Pak Antasari, mungkin Pak Jokowi mikirnya sekalian saja dipanggil keduanya," jawabnya.

Saya sampaikan ke Mbak Arien dan dia puas dengan itu. Pukul 21.30 akhirnya Saya bisa pulang ke rumah.

--
Anton Hermansyah

14 Februari 2016

Rakuten dan GoPro, Tikus Kedua lah yang Mendapatkan Keju

Ada pemeo "early bird gets the worm" (burung paling awal lah yang mendapatkan cacing). Sangat betul, sang inovator pertama lah yang akan mendapatkan kesempatan pertama untuk menjadi besar.

Hal ini terjadi seperti di kasus Coca-Cola yang menjadi besar setelah memasarkan minuman yang awalnya dibuat untuk menyembuhkan sakit kepala.

Tetapi ada juga pemeo "the second mouse gets the cheese" (tikus kedua lah yang mendapatkan keju). Dan hal ini biasanya terjadi di dunia teknologi.

Contoh paling hangat adalah kejadian Rakuten Belanja Online (Rakuten Indonesia) yang akan tutup pada 1 Maret 2016, dan di dunia global adalah kamera aksi GoPro yang laba dan saham nya 'nyungsep' di awal 2016.

Padahal Rakuten adalah salah satu pelopor e-commerce di Indonesia sebelum booming. Masuk tahun 2011 bekerja sama dengan MNC group namun dua tahun kemudian terjadi konflik dan MNC mengundurkan diri dari Rakuten Belanja Online.

Di dunia perdagangan elektronik (e-commerce) terjadi persaingan yang ketat belakangan ini. BukaLapak dan Tokopedia menyeruak lewat iklan-iklan kreatif. Iklan Bukalapak, Permohonan Maaf CEO Bukalapak.com pada saat Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) menjadi viral karena kelucuannya.

Tokopedia pun tidak mau kalah dengan menampilkan penyanyi muda cantik Isyana Saraswati di iklan Isyana vs. Gangster yang tidak kalah lucunya. Sering ditampilkan di media tayang, pengeluaran iklan Tokopedia pun adalah salah satu yang terbesar di antara e-commerce.

Lain lagi dengan Lazada yang memilih untuk memperkuat basis mereka dengan membuka gudang di kota-kota besar untuk mempercepat pengiriman. Belum lagi revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang mempersilakan e-commerce besar untuk masuk dengan 100 persen kepemilikan.

Dari segi modal, belakangan e-commerce lokal mulai mendapat pendanaan dari para pemodal ventura asing termasuk angel investor, hal inilah yang membuat mereka bisa jor-joran mengembangkan layanan termasuk iklan.

Sementara Rakuten Belanja Online hanya mengandalkan Rakuten Jepang sebagai pemodalnya. Ditambah lagi dengan kehilangan mitra lokal yang mengerti pasar. Akibatnya Rakuten Belanja Online tidak bisa melakukan penetrasi lebih dalam ke pasar Indonesia.

Kisah GoPro pun mirip, menikmati kejayaan sebagai pelopor kamera aksi dan dipakai para profesional, produk GoPro diburu oleh masyarakat. Padahal harga nya sekitar 400 dolar AS atau hampir Rp 5 juta.

Perusahaan-perusahaan besar lain seperti Toshiba, Sony, dan Panasonic mencoba tetapi GoPro bergeming, tetap ada di atas.

Ancaman ternyata datang dari perusahaan-perusahaan yang lebih kecil, mereka banyak membuat kamera aksi dengan harga setengah dari GoPro. Yang sedang naik daun di Indonesia saat ini adalah Xiaomi Yi dengan harga mengejutkan, hanya Rp 1 juta saja.

GoPro pun kewalahan, penjualan menurun dan menurunkan harga sampai dua kali setahun karena lesunya penjualan. Marjin laba GoPro pun menurun drastis ke 29 persen, padahal perusahaan ini pada 2014 dan 2015 sempat menikmati margin laba kotor yang sangat tinggi hampir 50 persen.



Harga saham GoPro pun menurun signifikan, padahal sejak penawaran perdana di Juni 2014, harga saham GoPro melonjak dari 31,34 dolar AS (26 Juni 2014) ke 93,85 dolar AS pada 7 Oktober 2015. Terakhir (12 Februari 2016) harga saham GoPro hanya 10,31 dolar AS. Apabila tidak berbenah diperkirakan GoPro akan menjadi seperti Twitter yang mulai ditinggal penggunanya dan sampai berulang kali berganti CEO.

Dunia teknologi memang keras dan cepat, setelah masa-masa naik daun yang bergelimang modal bertahan hidup adalah tantangan selanjutnya.

--
Anton Hermansyah

13 Februari 2016

Yang Sulit Itu Sesama Jenis

Topik lesbian, gay, bisexual and transgender (LGBT) ramai dibicarakan di Indonesia, sekalipun saya selalu menghindar untuk tidak membicarakannya tetapi teman-teman di media sosial dan juga grup messenger terus menerus melakukan hal ini.

Dari empat huruf LGBT, sebetulnya huruf "T" sudah akrab dengan orang Indonesia. Transgender memang dinilai sebagai sesuatu yang sudah lumrah di sini.

Saya ingat dulu sewaktu kecil -sekitar awal 1990- diajak menemani sepupu tertua saya potong rambut di salon yang dikelola waria. Awalnya saya takut, tetapi lama-lama biasa. Sepupu tertua saya pun suka karena potongannya rapih.

Tahun 1990-an masih ada lagi, seperti video klip NAIF - Posesif yang menampilkan waria Avi, juga Dorce Gamalama yang KTP nya sudah berubah menjadi wanita.

Pun jika Bunda Dorce menikah dengan lelaki, saya akan melihatnya sebagai pernikahan yang wajar, karena beliau sudah mantap memilih jalan hidup sebagai perempuan dan sudah legal sebagai perempuan.

Tetapi orang-orang bermasalah dengan tiga huruf pertama LGB. Terutama sejak adanya tuntutan untuk legalisasi LGBT di Indonesia. Hujatan pun bermunculan, ayat-ayat dikumandangkan dan pendapat para ulama di copy-paste di setiap halaman media sosial.

Yang saya sayangkan adalah perpecahan ini. Komunitas yang menuntut hak nya di "negara yang religius" dan "orang-orang religius" yang menghujat dengan berlebihan.

Semoga masalah ini selesai dengan jalan tengah yang damai. Komunitas lebih mempertimbangkan kondisi negara Indonesia yang masih memegang teguh agama.

Juga masyarakat yang menghujat, akan lebih baik sebelum bermain ayat-ayat mencari cara berbasis logika untuk berbicara dengan komunitas. Toh ada beberapa cerita seperti Jupiter Fortissimo dan Fergie, penyanyi AS yang akhirnya menikah dengan lawan jenisnya.

Masalah ini memang sulit, saya pun masih berusaha untuk mempelajarinya.

--
Anton Hermansyah

06 Maret 2015

Penyetaraan Ijazah di Dikti

Kemarin (3/3) saya melakukan penyetaraan ijazah di Dikti. Karena ijazah saya berasal dari Korea Selatan dan IPK mempunyai skala 4,5, saya pikir saya harus melakukan penyetaraan.

Pertama yang harus dilakukan adalah membuka halaman penyetaraan ijazah Dikti di alamat jejaring Ijazah LN Dikti, kemudian kita harus membuat akun. Caranya dengan memilih nama akun, memasukkan data pribadi dan universitas. Kemudian pilih tanggal kedatangan ke Dikti. Setelah itu kita harus mencetak nomor resi dari halaman tersebut (jangan lupa di bawa)

Adapun berkas yang harus disiapkan:
- Ijazah S2 Asli + Fotokopi
- Transkrip S2 Asli + Fotokopi
- Ijazah S1 Asli + Fotokopi
- Paspor Asli + Fotokopi (halaman paspor yang di fotokopi lengkap dari data diri Visa hingga bagian yang pernah di cap ~di jejaring Dikti tidak lengkap informasi nya sehingga banyak orang harus fotokopi ulang)
- Kartu Ijin Tinggal selama di Luar Negeri
- Tesis
- Foto ukuran 3x4 sebanyak 3 lembar
- Brosur atau panduan akademik dari jurusan

Hal yang harus di perhatikan (terutama untuk lulusan Korea) bagi yang dokumen nya dalam bahasa lain (bukan Inggris):
- Dokumen harus diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah, untuk tesis cukup abstrak nya saja
- Dokumen terjemahan dilegalisir oleh KBRI bersangkutan

Selanjutnya datang ke Gedung D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, lokasi nya ada di sebelah FX Sudirman, saya berikan peta nya di tautan (http://goo.gl/maps/U7SFb).

Naik ke lantai 7, beri tahu resepsionis di lantai 7 nanti kita akan diberi nomor antrian. Antri tidak begitu lama, berkas akan di periksa. Dokumen asli di bawa pulang kembali dan akan di beri tanda terima.

Cek halaman Dikti apakah Ijazah kita sudah selesai di buat setelah 2 hari. Jika sudah, harus datang ke Dikti lagi untuk mengambil atau bisa menyuruh orang lain dengan surat kuasa bermaterai.

--
Anton Hermansyah

26 Desember 2013

2 Warsa 2 Kelompok Kanca

Kanca Jeonju

Kanca Gwangju

Ora krasa meh 1,5 taun nang Korea, wis ketemu kanca akeh temen. Nang kuta ping pisan jenenge Jeonju, kanca-kancaku biasane lebih muda karo aku. Nang kana aku kemasuk sing paling tuwa. Mbok dimaklum, biasane bocah sing nerima beasiswa kuwi biasane bocah-bocah muda sing bar lulus langsung lanjutna kuliah S2. Karena aku bar lulus kerja disit 2,5 warsa, Ditambah nang kuliah S1 ne ngulang, artine aku telat 3,5 warsa.

Nang kuta ping pindo kae kewalik, biasane mahasiswane wong kerja, sing wis dadi manager lajeng lanjutna kuliah maning. Nang kana aku kemasung sing muda wong biasane kancane 35-40 warsa umure.

Beda umur beda kelakuan. Karo kanca kuta ping pisan aku biasane dolan bilyar, jogging, basket kaya kuwe. Nah angger karo kanca nang Gwangju biasane mung mangan nang Bar. Ya beda temen dadine, tapi kanca nang kuta ping pindo kuwi apike temen, Nang ngendi bae wisata karo keluarga kanca kuwi. Siki rasane kados keluarga dewe.

--

Anton Hermansyah

24 Desember 2012

결헌 Tentang Perkawinan


오늘 숙재는 결혼 이다. 생각에 걸혼계획 아긱 없다 -__-. 토요일에 어눞 하고 아잠은 선생님 결혼 갔다. 그레, 그 사람들 에게 저 결혼식 가 처움 한국 결헌식 보기 이다. 나도 보고 싶은데 고무하고 사촌가 서울 있기때문에 서울 가야 됐다.

--
Anton

08 November 2012

어눞 씨 왜요??


네 방친구 어눕 씨가 기쁘지 않고 실쁘지 도 않아요. 최종시훔가 가까우니까 우리가 열심히 공부해요. 어제 제 하고 어눕씨가 넞게 가물 잤어요. 그레서 비곤해요. 제 보다 어눞씨가 더 비곤해요. 아까에 어눕 씨 처음 고기를 사기 예요. 배가 고펐요.

네 생각에 어눞 씨 가 찰 열시히 공부 해서 아주 비곤해요. 저금 쉬기 가 좋아요.

--
안톤