Tentang Saya

13 Februari 2016

Yang Sulit Itu Sesama Jenis

Topik lesbian, gay, bisexual and transgender (LGBT) ramai dibicarakan di Indonesia, sekalipun saya selalu menghindar untuk tidak membicarakannya tetapi teman-teman di media sosial dan juga grup messenger terus menerus melakukan hal ini.

Dari empat huruf LGBT, sebetulnya huruf "T" sudah akrab dengan orang Indonesia. Transgender memang dinilai sebagai sesuatu yang sudah lumrah di sini.

Saya ingat dulu sewaktu kecil -sekitar awal 1990- diajak menemani sepupu tertua saya potong rambut di salon yang dikelola waria. Awalnya saya takut, tetapi lama-lama biasa. Sepupu tertua saya pun suka karena potongannya rapih.

Tahun 1990-an masih ada lagi, seperti video klip NAIF - Posesif yang menampilkan waria Avi, juga Dorce Gamalama yang KTP nya sudah berubah menjadi wanita.

Pun jika Bunda Dorce menikah dengan lelaki, saya akan melihatnya sebagai pernikahan yang wajar, karena beliau sudah mantap memilih jalan hidup sebagai perempuan dan sudah legal sebagai perempuan.

Tetapi orang-orang bermasalah dengan tiga huruf pertama LGB. Terutama sejak adanya tuntutan untuk legalisasi LGBT di Indonesia. Hujatan pun bermunculan, ayat-ayat dikumandangkan dan pendapat para ulama di copy-paste di setiap halaman media sosial.

Yang saya sayangkan adalah perpecahan ini. Komunitas yang menuntut hak nya di "negara yang religius" dan "orang-orang religius" yang menghujat dengan berlebihan.

Semoga masalah ini selesai dengan jalan tengah yang damai. Komunitas lebih mempertimbangkan kondisi negara Indonesia yang masih memegang teguh agama.

Juga masyarakat yang menghujat, akan lebih baik sebelum bermain ayat-ayat mencari cara berbasis logika untuk berbicara dengan komunitas. Toh ada beberapa cerita seperti Jupiter Fortissimo dan Fergie, penyanyi AS yang akhirnya menikah dengan lawan jenisnya.

Masalah ini memang sulit, saya pun masih berusaha untuk mempelajarinya.

--
Anton Hermansyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar