Tentang Saya

09 Mei 2009

Futsal dan Lagu Mellow

Logo Goals Fatmawati
Hari ini saya diajak ikut main futsal di Goals Fatmawati, Ini juga karena diajak si Aan, sebelumnya harus mengucapkan happy birthday to Adi Gemilang yang ultahnya jatuh di hari ini, tapi nggak ada kabarnya maupun update tentang traktiran, keasyikan pacaran kali.

Oke balik lagi ke soal futsal, asyik aja sih ada kegiatan di akhir minggu dan dunia lelaki pula (tak ada wanita kecuali ibu penjual minuman di situ --sumpah). Dasar bukan pecinta sepak bola jadi saya nggak punya sepatu futsal sama sekali, yang ada cuma sepatu sendal nggak bisa pula dipakai main, jadilah harus telanjang kaki alias Nyeker.

Tapi ternyata enak juga main futsal, biar kata teman-teman saya main kayak American Football, nabrak-nabrak orang mulu kerjaannya. Saya lari-lari terus dengan semangat seperti pejuang kita melawan penjajah....akibatnya pas pulang kaki ini pegel-pegel, dan kalau harus angkat paha rasanya sakit banget mana ditambah melepuh pula.

Yah, dua minggu lagi mesti main, kalau kabur tak beralasan di denda lima ribu katanya.

***


Hari ini dapet lagi satu lagu yang sesuai dengan theme song saya akhir-akhir ini, setelah sukses dengan Anggie - Ke Mana Kau, hari ini ada satu lagu Jazzy yang diputar di radio, setelah dicari-cari lagu itu Ariss - Biarkanlah Cinta, kayaknya sih bukan Aris Idol, wong suaranya aja beda, untuk liriknya sih begini :

Kulabuhkan hatiku hanya untuk dirinya
Tak tau mengapa aku jatuh cinta
Ku tau hati ini tak mungkin memilikinya
Kau telah berdua bahagia dengannya

Reff :
Dan biarkanlah cinta
Tumbuh dan mewangi di dalam hatiku
Walaupun tak sewangi yang aku rasa
Tetapi engkau memang kucinta

Dan biarkanlah cinta
Menjadi teman sepi dalam perihku
Karena ku tak bisa mengungkapkan padanya


Yah lumayan lah...cocok sama tema saya akhir-akhir ini.


***


Sebagai penutup, teman saya Retha menulis cerita ini di notes Facebooknya, ini ceritanya :

Cinta dan Perkawinan


Seorang murid bertanya pada gurunya, "Apakah itu cinta?"

Sang guru menjawab, "Pergilah ke sawah dan carilah padi terbesar lalu bawalah ke sini, tetapi peraturannya adalah -- kamu hanya boleh satu kali melaluinya, tidak boleh berputar lagi dan mengambilnya.

Murid itu pun pergi ke sawah dan mulai mencari padi terbesar.

Pada baris pertama dia melihat sebuah padi yang besar tetapi dia berpikir mungkin nanti dia akan menemukan yang lebih besar, kemudian dia mencari lagi dan menemukan yang lebih besar, apabila dia mencari terus mungkin ada yang jauh lebih besar lagi. Setelah dia mencari lebih dari setengah sawah dia menyadari tidak ada yang lebih besar seperti yang dia lihat sebelumnya. Dia sadar bahwa dia telah melewatkan yang paling besar dan menyesali perbuatannya.

Sang murid pun kembali dengan tangan hampa.

Sang guru menerangkan bahwa inilah cinta, kamu bersikeras mencari yang lebih baik, tetapi kemudian kamu menyadari bahwa telah melewatkan yang terbaik.

Sang murid bertanya lagi, "Jadi, apakah itu pernikahan?"

Sang guru menjawab, "Pergilah ke ladang dan carilah bonggol jagung terbesar lalu bawalah ke sini, tetapi peraturannya adalah -- kamu hanya boleh satu kali melaluinya, tidak boleh berputar lagi dan mengambilnya.

Murid itu pergi ke ladang dan mencari.

Tak mau mengulangi kesalahannya, sampai di tengah ladang dia telah memetik jagung berukuran sedang yang dia rasa telah memenuhi kriterianya, lalu dia kembali kepada gurunya.

Sang guru mengatakan, "kali ini kamu kembali dengan jagung, kamu telah memilih yang baik, kamu yakin dan percaya bahwa inilah yang terbaik yang bisa didapat inilah pernikahan."

Bersikaplah ramah pada setiap orang, tetapi lakukan yang lebih intim dengan beberapa orang dan yang beberapa itu haruslah dipahami cukup baik sebelum kamu memberikan kepercayaan padanya.

--
Anton Hermansyah

05 Mei 2009

Tak Perlu ke Mana-Mana

Mau makan nasi gudeg (Jogja)
Bukan berarti harus ke (Jogja)
Cukup ada di sini, tempat kita sendiri
Semua ada di sini

--
Eno Lerian - Semua Ada di Sini

Semua anak Indonesia yang pernah merasakan masa kecilnya di tahun 90-an pasti masih inget sama lagu tersebut. Lagu itu bercerita bahwa di Indonesia (mungkin lebih tepatnya adalah Jakarta) kita tidak perlu jauh-jauh pergi hanya untuk makan makanan khas daerah lain, misalkan kalau mau masakan Manado kita nggak perlu ke jauh-jauh Manado cukup ke restoran Manado saja (yang di Kelapa Gading lumayan banyak).

Dua hari libur ini saya merasakan hal yang diceritakan oleh lirik itu (lagi), meskipun kali ini skalanya internasional. Nggak usah bertele-tele lagi, ceritanya hari Sabbath (Sesuai yang diajarkan Bapa Fajar) saya dan keluarga pergi ke Restoran Jepang namanya "Take", belum genap satu minggu, di hari Ahad kami sekeluarga makan di restoran belanda namanya "HEMA".

Take


Japanese Food
Teman les Bahasa Jepang saya memberi tahu bahwa ada restoran Jepang yang baru dibuka di Pamulang, dan katanya yang punya adalah orang Jepang asli. Sayangnya di hari itu saya belum punya waktu untuk ke sana, lagipula yang terbayang adalah masakan-masakan Jepang standar yang sudah banyak beredar di Resto atau Kaki Lima di Indonesia, macam Katsu, Teriyaki dan Tempura.

Dua minggu kemudian, ayah saya memberi tahu kalau sewaktu dia keliling Ruko Pamulang Permai, dia melihat ada restoran Jepang, langsung saya teringat informasi dari teman saya. Langsung kami bertiga, saya, ayah dan adik saya pergi makan di sana.

Begitu disuguhkan menu, kami kaget dengan variasi menu yang ada. Masakan sehari-hari di Jepang persis seperti yang sering saya baca di komik-komik Jepang seperti sashimi, sushi, kari, donburi, ramen, sanma bakar, dan syabu-syabu bahkan kalau kita memesan Menu Set maka makanan tersebut disuguhkan lengkap dengan chawan mushi dan sup miso. Ada juga menu onigiri dengan ayam sayap goreng tepung untuk sarapan.

Harga yang ada bervariasi, mulai dari Rp 10,000 sampai 50,000 kalau kita membeli Menu Set. Harga tersebut sesuai dengan porsinya yang JUMBO di mana saya sendiri kepayahan untuk menghabiskannya.

Ruangannya bersih, dan apabila kita ke sana maka akan disuguhi lagi-lagu Jepang yang bervariasi mulai dari pop sampai rock. Di ruangan tersebut kalau mau merokok boleh-boleh saja, sebab ada kipas ventilasi yang siap menyedot asap (mungkin karena beberapa menu seperti syabu-syabu dan sanma bakar menghasilkan asap).

Pada kesempatan kedua ke sana, kami sekeluarga memesan menu syabu-syabu, karena ini menu baru, sang koki (mungkin juga merangkap pemiliknya) keluar dari dapurnya, dan dia menjelaskan dengan bahasa Indonesia (meskipun logat Jepangnya masih terasa), tentang bagaimana cara merebus bahan bahan yang ada seperti ikan, daging dan sayuran. Yup ini memang restoran yang ramah terhadap pengunjungnya, sayang saya lupa menanyakan nama orang Jepang itu.

Jika anda berkesempatan ke sana, restoran ini ada di Ruko Pamulang Permai, alamat pastinya saya tak tahu, tetapi cobalah cari di sekitar Super Indo Pamulang.

HEMA


Dutch Food
Sewaktu kami sekeluarga melewati Jalan Radio Dalam, perut kami sudah mulai memberi sinyal-sinyal lapar. Ibu saya memberi tahu bahwa temannya pernah bercerita ada restoran Belanda di sini. Begitu saya melihat restoran tersebut, kami pun berhenti untuk makan.

Di dalam HEMA kami langsung disambut dengan nuansa Belanda, mulai dari dinding bata, poster-poster yang bercerita tentang negeri Belanda, hiasan keramik, sepatu kelom sampai pelayan wanita yang berdandan ala Dutch Lady.

Untuk menunya tersedia pilihan-pilihan seperti steak, burger, sandwich, ikan dan kue-kue. Sepintas menu-menu ini "biasa-biasa saja" seperti Klappertart, Rissoles, Sirloin, Mashed Potato dan Zuppa Soup atau mungkin karena masakan Belanda sebenarnya sudah lama eksis di Indonesia sehingga kita tidak merasakan masakan ini sebagai masakan yang asing dan ekslusif.

Untuk menu yang disediakan sebenarnya harganya agak mahal, tetapi sebenarnya hanya berbeda Rp 2,000-5,000 dari harga makanan tersebut pada umumnya. Rasanya memang enak, dan patut dicoba adalah minuman Strawberry Lime Squash di mana sirup stroberi dicampur dengan jeruk nipis dan soda, rasanya segar sekali.

Restoran ini sangat cocok untuk kumpul keluarga dan reuni ketimbang hanya mampir sebentar untuk makan karena suasana di sini sangatlah unik dan membuat betah untuk berlama-lama. Jika ingin mampir restoran ini terletak di Kebayoran Baru, tepatnya di samping Cafe Tomodachi di dekat Sekolah Labschool.

Memang benar kata Eno Lerian, semua ada di sini, bahkan untuk merasakan masakan luar negeri pun kita tidak harus ke luar negeri.

--
Anton Hermansyah

01 Mei 2009

Kelas Kosong

Kelas KosongHari ini, seperti yang sudah saya tulis di Twitter Saya adalah hari kuliah pagi untuk pertama kalinya di tahun ini. Kuliah pengganti sih...biasanya kuliahnya siang.

Karena permasalahan absen yang sudah mentok hari ini makanya harus masuk ke kelas, bela-belain mandi pagi-pagi, karena mandinya kelamaan, saya terpaksa naik motor, padahal masih trauma dengan badai semalam di mana saya harus mengarungi badai gila itu dengan MOTOR.

Sampai di kampus, ternyata udah telat 20 menit langsung buru-buru ke papan pengumuman, lihat kelasnya ada di ruang mana, ternyata kelasnya ada di lantai 3, dan karena di kampus tercinta ini belum ada lift jadilah harus naik tangga, menyiksa paha yang seharusnya dilatih di ruang fitness.

Tapi sampai di sana....
  • Buka pintu...ckrekkk

  • Pintu terbuka

  • Tada...dammm...KELASNYA KOSOOONGG

  • Saya berteriak "Anybody Home..!!..??", tapi tak ada yang menjawab, kalaupun ada palingan jin penjaga ruangan itu
Ya Tuhan, di mana keadilan....hu...hu...hu... Jangan sampai hal yang lebih buruk menimpaku hari ini...

--
Anton Hermansyah

30 April 2009

Nyobain Twitter

Biasanya nggak ada email masuk ke account yahoo saya, memang karena tu account cum berfungsi buat masuk ke mailing list atau untuk fasilitas YM, email dari Milis pun di forward ke email utama saya, jadi deh email itu kosong melompong.

Tapi tiba-tiba ada email masuk, dan ternyata isinya mengabarkan bahwa Yunitalia Subroto mengajak anda untuk ikut dalam Twitter. yah ...cobain aja dulu deh toh mencoba tidak berdosa.

Untuk tau alamat twitter saya klik di sini

--
Anton Hermansyah

09 Maret 2009

Anton dan Makanan Indonesia

Saya sangat suka makan enak, yah mungkin setiap orang juga suka sih, tetapi sebagian besar tujuan jalan-jalan saya baik sendiri maupun bersama keluarga adalah untuk makan. Pernah saya dan keluarga masuk ke sebuah mal hanya untuk menghilangkan rasa lapar sesudah itu langsung pulang tanpa melihat-lihat isi mal yang lainnya. Jika orang lain menanyakan "Ada toko ini...nggak ya di mal itu?", saya tidak tahu jawabannya, kalau letak restoran ini di mal ini saya tahu.

Ada banyak jenis makanan yang saya suka, berikut beberapa yang memberikan impresi tersendiri bagi saya :

Pepes


Pepes
Pepes sebenarnya tidak begitu istimewa, karena kita dapat menemukannya di mana saja, mulai dari warung makan di dekat rumah sampai Restoran Indonesia langganan anda.

Umumnya yang akan anda temukan adalah pepes ikan atau pepes tahu, tetapi jika anda mau berkelana sedikit saja, maka anda akan menemukan pepes yang aneh-aneh, seperti pepes kerang, pepes telur bebek ataupun pepes kepiting, rasanya semua jenis bahan bisa saja dijadikan pepes.

Bagi saya pepes seperti sebuah kotak kejutan, karena meski diberi tahu oleh sang juru masak bahwa ini pepes tahu arau pepes udang, tetap saja kita melihatnya sebagai bungkusan daun pisang yang sudah dibakar tak ada bedanya pepes satu dengan yang lain paling hanya cara membungkusnya saja, itu pun tergantung yang membuat apakah mau membedakan atau tidak, begitu pun jika sudah dibuka, kita hanya melihat isi pepes yang beraneka ragam, padat dan terkadang kacau, makanan ini memang sulit mendapatkan nilai dari segi artistik, tetapi apabila sudah masuk ke mulut baru terasa enaknya, dan anda bisa saja mengambil lagi dan lagi apabila pepes itu enak.

Sate


Sate Kambing
Saya suka sekali dengan sate, terutama sate kambing, saya dan keluarga sudah jarang sekali makan sate ayam -tidak pernah malah- sejak virus flu burung melanda, ibu saya melarang saya dan adik saya membeli sate ayam lagi. Itu bukan alasan utama sih...karena menurut saya memang sate kambing lebih enak daripada sate ayam.

Sate kambing terbaik di hidup saya sampai saat ini adalah Sate Tegal bukan karena saya orang Tegal tetapi memang penyajian sate ini yang bercita rasa tinggi. Sate Tegal umumnya mempunyai potongan daging yang besar-besar, ukurannya kira-kira sama dengan kelereng, dan yang terpenting adalah sate ini disajikan dengan hot plate dan bumbu kecapnya pun terpisah dari sate. Begitu dimakan dagingnya empuk dan mudah ditelan.

Apabila sebuah warung sate sudah melabelkan diri sebagai "Sate Tegal" maka itu patut dicoba, atau jika anda singgah di kota Tegal, cobalah untuk mencicipi cita rasa Sate Tegal.

Konro Bakar


Konro Bakar
Konro (ribs) adalah masakan khas Makassar, tetapi kita juga bisa menemukannya di warung steak dengan nama ribs eye atau iga bakar. Istilah konro sendiri digunakan untuk membedakan iga olahan juru masak Makassar dengan masakan iga lainnya.

Sejak jaman dahulu orang-orang mengenal nama Sop Konro, tetapi belakangan ini jika pergi ke restoran konro, yang dicari adalah konro bakar. Bahan dasarnya tetap iga, tetapi alih-alih direbus, yang satu ini dibakar, disajikan dengan bumbu kacang campur sambal khas Makassar.

Konro bakar seperti perpaduan antara steak barat dan masakan Makassar. Disuguhkan lengkap dengan tulangnya, agak repot karena harus memisahkan daging dari tulangnya terlebih dahulu, tetapi bukankah itu yang membuat cita rasanya tinggi? Dagingnya relatif empuk dan gampang ditelan harganya pun biasanya tidak semahal steak.

Apabila anda mampir ke restoran Makassar, cobalah masakan ini bersama minuman khas Makassar yaitu Es Palu Butung, dijamin sedap.

--
Anton Hermansyah

18 Februari 2009

Ungkapkanlah dan Jawablah

Happy Valentine DayBulan Februari adalah bulan yang penuh dengan cinta, mungkin saya terlalu banyak mendengar iklan perusahaan coklat :-P, hal itu memang wajar karena di bulan ini ada Hari Valentine, hari kasih sayang, di mana para pecinta (adakah terjemahan yang lebih baik untuk kata "lover"...?) mengekspresikan perasaan cinta mereka dengan mengirim kartu ucapan, hadiah. dan yang paling umum adalah cokelat, terutama bagi kita di Indonesia.

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, sebenarnya kita bisa memberikan hadiah lain, tetapi rata-rata orang Indonesia lebih memilih coklat sebagai tanda cintanya, karena terpengaruh oleh tradisi Asia Timur, terutama Jepang. Maklum, barang-barang Jepang memang banyak beredar di sini, seperti komik, kartun, motor, tv, kulkas, mesin cuci (lho kok kebablasan...??), yang paling utama memang dua item yang disebutkan pertama itu. Kita sering melihat adegan komik maupun anime di mana para wanita berusaha memberikan cokelat pada para pria yang mereka sayangi.
Make Valentine Choco
Di Jepang terdapat pula yang namanya White Day, sebuah hari libur tepat satu bulan setelah Hari Valentine yaitu tanggal 14 Maret di mana para pria memberikan balasan untuk cokelat yang telah mereka dapatkan. Secara tradisi yang diberikan adalah cokelat putih (mungkin karena itu disebut White Day), tetapi bisa saja hadiah yang diberikan berupa dark choco atau gaun ataupun perhiasan.

So boys...prepare your answer...!!!

Fakta-Fakta


Ada tiga jenis cokelat yang diberikan :
  • Tomo-choko (友チョコ), tomo (singkatan dari tomodachi) artinya teman, cokelat ini adalah hasil bertukar di antara sesama wanita sebagai lambang pertemanan.
  • Giri-choko (義理チョコ), giri artinya kewajiban, coklat ini diberikan sebagai tanda hubungan rekan saja, biasanya diberikan oleh para pekerja wanita kepada para rekan kerja prianya.
  • honmei-choko (本命チョコ), banggalah jika menerima cokelat ini karena cokelat ini hanya satu buah, tidak di share ke pria lain, hanya untuk seseorang yang disayang!!!
Di Korea, para pria menjawab dengan memberikan permen non cokelat, sebulan kemudian (pada 14 April), mereka (baik pria maupun wanita) yang tidak menerima apapun baik tanggal 14 Februari maupun 14 Maret merayakan Black Day, mereka pergi ke restoran, makan mi hitam dan merenungi kesendiriannya.

Awalnya semua ini adalah strategi dagang, tradisi hadiah cokelat dimulai dari Morinaga, salah satu perusahaan cokelat terbesar di Jepang, yang membuat cokelat sebagai standar hadiah dari wanita di Hari Valentine pada tahun 1960. White day sendiri dimulai oleh Asosiasi Industri Gula-Gula Nasional di Jepang pada tahun 1978. Tapi siapa yang peduli dengan itu Lovers need a momentum, and they gave it, mungkin malah kita harus berterima kasih pada mereka.

--
Anton Hermansyah

12 Februari 2009

Mereka Mempunyai Pesonanya Sendiri

Apakah yang menjadi kriteria menarik bagi wanita? Apakah karena dia cantik? Ataupun mempunyai tubuh yang sensual. Itu adalah kriteria umum, mempunyai pasangan hidup seperti Angelina Jolie ataupun Aura Kasih menjadi impian para lelaki. Beberapa jenis wanita yang ditampilkan kali ini memang tidak dikategorikan menurut kecantikan ataupun keindahan tubuhnya, tetapi berdasarkan aura yang mereka bawa, dan mereka mempunyai keindahan mereka masing-masing. Antara lain :

Orang Tua Tunggal

Single Mother

Single Mother

Apakah yang anda pikirkan jika anda melihat orang tua tunggal? Sebuah kebodohan cinta masa lalu? Egoisme? Terserahlah apapun yang anda pikirkan. Untuk saya, gambaran sebuah Single Mother adalah sebuah gambaran keseimbangan, seperti Sarah Connor dalam cerita Terminator 2 dan Terminator: The Sarah Connor Chronicles ataupun Tracy Strauss dalam kisah Heroes. Mereka adalah wanita-wanita yang tangguh tidak kalah dari lelaki, tetapi mereka bersedia melakukan apa saja untuk melindungi dan membahagiakan anak mereka.

Wanita Pengendara Motor

Wanita Bermotor

Seorang Wanita di Atas Motornya

Mungkin di Jogja terdapat banyak wanita yang mengendarai motornya sendiri, sangat banyak malah. Tetapi di Jakarta fenomena ini jarang ada, mungkin karena jarak yang jauh atau bahaya mengemudikan motor di jalan yang padat. Menurut saya keberanian mereka yang mengendarai motornya sendiri adalah lambang seorang wanita yang dinamis dan mandiri, tidak perlu menunggu seorang lelaki untuk mengantarnya pergi, dan bebas pergi ke mana pun yang mereka mau.

Sang Penolong

Kegiatan Sosial

Mengikuti Kegiatan Sosial

Julukan ini lebih tepat diberikan kepada mereka yang mengabdikan dirinya untuk menolong sesama dan mengikuti kegiatan sosial, seringkali mereka harus rela berbecek-becek, menahan bau dan memasuki perkampungan kumuh, ataupun bertemu orang2 yang menurut kita tampangnya mengerikan, entah karena wabah ataupun penyakit. Hal ini lah yang membuat Bunda Teressa dikagumi oleh banyak orang, dan saya pun mengagumi para wanita yang mempunyai hati seperti beliau. Karena mereka memancarkan kasih sayang yang hangat dan peduli terhadap sesama, di sisi lain mereka juga tangguh karena harus melewati rintangan-rintangan seperti yang sudah disebutkan tadi. Mungkin kalian menganggap saya aneh ataupun tidak mempunyai selera yang baik, tetapi mereka semua itulah sosok wanita yang saya kagumi, karena menunjukkan dua sisi yaitu ketangguhan dan kelembutan. Mereka harus tangguh untuk menghadapi hidup ini, tetapi juga harus lembut untuk memberikan cinta dan kasih sayang mereka kepada orang lain. Posting ini merupakan opini dari penulis, jika ada kesalahan ataupun ada yang menyinggung, untuk itu penulis mohon maaf sebesar-besarnya. -- Anton Hermansyah