Tentang Saya

27 Februari 2010

Bangau Bisa Menjadi Supra Tetapi Vega Tetaplah Vega

Vega?? Vega??


Hari ini saya baru saja membengkelkan Yamaha Vega saya. Banyak yang sudah harus diganti, mulai dari ban, gir, rantai sampai plat kopling. Seperti kata Deddy Mizwar, "Pakai Onderdil Asli", siap lah, mahal sedikit nggak papa.

Deddy Mizwar Deddy Mizwar


Tapi setelah selesai dan saya bawa pulang ke rumah, rasanya...?? Biasa saja kok, paling rantai sudah tidak bunyi, 'tarikan' agak sedikit lebih responsif. intinya, "kembali ke normal". Jelas ini 'servis' kalau berubah ya namanya 'modifikasi'.

Tapi kalau dulu diingat-ingat saat motor pertama saya, Jialing Bangau di 'servis' besar tenaga dan performa nya langsung berubah dan jadi lebih baik. Saya cerita tentang ini kepada Ayah saya dan kami berdua tertawa.

Kenapa...??

Karena kalau si 'Bangau' harus ganti onderdil, kami berdua selalu ganti dengan onderdil Honda Supra yang notabene beberapa tingkat di atas 'Bangau'. Intinya si 'Bangau' naik kasta menjadi "Jialing Supra" atau "Honda Bangau" :-D

Tetapi 'Vega' tetaplah 'Vega', wong "pakai onderdil asli" kalau pun berubah ya sekedar balik ke asal bukan naik kasta.

--
Anton Hermansyah

25 Februari 2010

Hidup Bagai Halilintar

Halilintar Halilintar



Kalau di Bahasa Inggris seharusnya judul ini adalah "Life is a Roller Coaster", tapi apa kata yang tepat untuk menterjemahkan "Roller Coaster" ke dalam Bahasa Indonesia? (Berhubung saya idealis yang mau menggunakan Bahasa Indonesia semaksimal mungkin dalam Blog ini).

Ternyata Roller Coaster belum pernah di-Indonesiakan, jadi saya terpaksa ambil nama dari Dunia Fantasi, permainan sejenis disebut "Halilintar" di sana. Jadinya judul ini agak aneh, tapi....yah biarlah.

Memang betul nasib kita selalu bertukar, hidup yang dahulu ramai dan banyak teman-teman, karena dahulu memang masih dunia kampus, sekarang berganti menjadi hidup yang soliter dan sepi dan semua itu terjadi dalam waktu yang cukup singkat, sekitar 4 bulan, dan saya pun kadang masih belum rela agar Sang "Halilintar" tidak turun ke bawah dahulu dengan cepatnya.

Mendaki ke atas pun lama dan menegangkan, jika sudah akan sampai di atas, saya takut akan jatuh dengan cepat lagi, itu mengerikan. Masalahnya, saya sedang berada di mana? Masih di bawah? Ataukah sudah menanjak?

Yah...jalani hidup ini saja dulu dengan sebaik-baiknya

--
Anton Hermansyah