Tentang Saya

25 Juli 2009

Sambil Makan

McCafe

McCafe

Postingan ini saya buat pada saat saya makan di McDonald's Gaplek, Pamulang dengan internet gratis di sini, yah sembari menunggu ibu saya yang mesti kerja akhir minggu begini. Sebenarnya kaget juga sih, sewaktu ke sini saya menemukan papan menu nya berganti semua, Big Mac, McChicken tidak ada berganti dengan menu-menu sarapan, McSausage, Bubur, Kopi Panas. Ternyata ini konsep baru dari McDonald (kalau tak salah di bannernya tertulis McCafe), saya baru bisa pesan menu yang "biasanya" di atas jam 11 (saya pesan jam 10).

Saya pesan McChicken Sausage plus Egg, lucu juga sih burger daging ayam plus telur ceplok, tapi burgernya dibalik. Di rumah sih saya sering juga bikin beginian pakai roti, daging burger, telur dan daging asap, cuma saat ini merasakan yang punya McD hehehe. Rasanya? Nggak jelek sih, tetapi mungkin karena ekspektasi saya adalah Big Mac dan kawan-kawan jadinya kurang puas, tetapi tidak mungkin kan tunggu sampai jam 11 cuma untuk pesan menu yang biasanya...keburu pulang deh.

Hanya ini sih yang saya mau tulis hehehe, untuk para penyantap McD, silakan berikan komentar anda soal konsep ini.

06 Juli 2009

Belajar Sebelum Menyukai

Sebenarnya saya mau memberi judul posting ini dengan "Sebelum Menyukai Sesuatu Belajarlah Bagaimana Cara Menyukainya", cuma karena terlalu panjang saya singkat menjadi judul yang ada sekarang.

Maud Laforest

Maud Laforest

Kenapa bisa terilhami menulis yang seperti ini? Alasan sampingan (Mungkin terdengar aneh saya sebut bukan yang utama terlebih dahulu tapi saya penulisnya, tak apa kan saya maunya begini?) terilhami dari mengingat kejadian saya sewaktu menonton resital gitar, saat itu saya tonton hanya untuk keren-kerenan saja menikmati sesuatu yang berbeda dan pada akhirnya saya tertidur di sana, di luar kata "capek" alasan pertama, saya tidak biasa menyaksikan yang beginian, yang kedua, saya tak mengerti lagu apa yang dimainkan. Saya beranggapan karena tak biasa dan tak mengerti itulah saya tidak bisa maksimal dalam menikmati resital ini dan tertidur, tak seperti orang-orang di barisan depan yang penikmat musik klasik sejati, mata mereka tetap pada panggung dan konsisten memberikan tepuk tangan pada sang gitaris Maud Laforest tanda bahwa mereka memperhatikan dan mengapresiasi.

Alasan utama, teman saya Bubu mengeluarkan notes di Facebook, judulnya "Girls, Curhatlah" isinya terlalu panjang untuk diceritakan kembali di sini, tetapi intinya adalah Si Bubu ini mau PDKT kepada seorang wanita dan dia sedang dalam tahap mencoba memahami para wanita dari sisi psikologisnya. Ini hal yang wajar, saya pun begitu dan malah sudah sering membahas tentang bagaimana sih makhluk yang bernama wanita itu bersama Fajar atau saya tanya langsung pada Fara, meskipun saya harus telpon interlokal ke Jogja. Mencoba memahami sang wanita sebelum menjalin hubungan yang lebih intim saya pikir itulah pola yang umum terjadi dalam dunia percintaan, jika tak mengerti "Si Dia", bagaimana mau dapet..??

Lukisan Abstrak

Lukisan Abstrak

Kedua alasan tersebut menunjukkan kalau kita harus tahu bagaimana cara menikmati sesuatu sebelum kita berinteraksi dengan hal itu sehingga tidak mengantuk atau bengong jika melihat pertunjukan musik klasik misalnya atau terkadang kita bingung bagaimana sebuah lukisan abstrak bisa dihargai begitu mahal karena tak tahu cara mengapresiasinya, jika konteksnya adalah wanita, apabila tidak mengerti bagaimana cara memperlakukannya yang didapat bukan kasih sayang malah tamparan di pipi. Hal ini pun berlaku pada pekerjaan dan pelajaran, kita akan bekerja lebih baik apabila kita menikmati pekerjaan kita, tetapi untuk menikmati itu kita butuh proses, proses untuk mempelajari bagaimana cara menikmati pekerjaan itu.

Sedikit tips untuk menikmati hidup, semoga berguna!!

--
Anton Hermansyah