Ada banyak jenis makanan yang saya suka, berikut beberapa yang memberikan impresi tersendiri bagi saya :
Pepes
Pepes sebenarnya tidak begitu istimewa, karena kita dapat menemukannya di mana saja, mulai dari warung makan di dekat rumah sampai Restoran Indonesia langganan anda.
Umumnya yang akan anda temukan adalah pepes ikan atau pepes tahu, tetapi jika anda mau berkelana sedikit saja, maka anda akan menemukan pepes yang aneh-aneh, seperti pepes kerang, pepes telur bebek ataupun pepes kepiting, rasanya semua jenis bahan bisa saja dijadikan pepes.
Bagi saya pepes seperti sebuah kotak kejutan, karena meski diberi tahu oleh sang juru masak bahwa ini pepes tahu arau pepes udang, tetap saja kita melihatnya sebagai bungkusan daun pisang yang sudah dibakar tak ada bedanya pepes satu dengan yang lain paling hanya cara membungkusnya saja, itu pun tergantung yang membuat apakah mau membedakan atau tidak, begitu pun jika sudah dibuka, kita hanya melihat isi pepes yang beraneka ragam, padat dan terkadang kacau, makanan ini memang sulit mendapatkan nilai dari segi artistik, tetapi apabila sudah masuk ke mulut baru terasa enaknya, dan anda bisa saja mengambil lagi dan lagi apabila pepes itu enak.
Sate
Saya suka sekali dengan sate, terutama sate kambing, saya dan keluarga sudah jarang sekali makan sate ayam -tidak pernah malah- sejak virus flu burung melanda, ibu saya melarang saya dan adik saya membeli sate ayam lagi. Itu bukan alasan utama sih...karena menurut saya memang sate kambing lebih enak daripada sate ayam.
Sate kambing terbaik di hidup saya sampai saat ini adalah Sate Tegal bukan karena saya orang Tegal tetapi memang penyajian sate ini yang bercita rasa tinggi. Sate Tegal umumnya mempunyai potongan daging yang besar-besar, ukurannya kira-kira sama dengan kelereng, dan yang terpenting adalah sate ini disajikan dengan hot plate dan bumbu kecapnya pun terpisah dari sate. Begitu dimakan dagingnya empuk dan mudah ditelan.
Apabila sebuah warung sate sudah melabelkan diri sebagai "Sate Tegal" maka itu patut dicoba, atau jika anda singgah di kota Tegal, cobalah untuk mencicipi cita rasa Sate Tegal.
Konro Bakar
Konro (ribs) adalah masakan khas Makassar, tetapi kita juga bisa menemukannya di warung steak dengan nama ribs eye atau iga bakar. Istilah konro sendiri digunakan untuk membedakan iga olahan juru masak Makassar dengan masakan iga lainnya.
Sejak jaman dahulu orang-orang mengenal nama Sop Konro, tetapi belakangan ini jika pergi ke restoran konro, yang dicari adalah konro bakar. Bahan dasarnya tetap iga, tetapi alih-alih direbus, yang satu ini dibakar, disajikan dengan bumbu kacang campur sambal khas Makassar.
Konro bakar seperti perpaduan antara steak barat dan masakan Makassar. Disuguhkan lengkap dengan tulangnya, agak repot karena harus memisahkan daging dari tulangnya terlebih dahulu, tetapi bukankah itu yang membuat cita rasanya tinggi? Dagingnya relatif empuk dan gampang ditelan harganya pun biasanya tidak semahal steak.
Apabila anda mampir ke restoran Makassar, cobalah masakan ini bersama minuman khas Makassar yaitu Es Palu Butung, dijamin sedap.
--
Anton Hermansyah