Tentang Saya

31 Desember 2008

Trailer Debut X-Men Origins: Wolverine

ign.com

Para penggemar X-Men sepertinya akan bersorak kembali, meskipun franchise film X-Men sudah ditamatkan pada film ketiganya, sepertinya tim kreatif tidak kehabisan akal untuk tetap menjalankan franchise yang satu ini dengan memilih Wolverine sebagai basis film berikutnya yang berjudul X-Men Origins: Wolverine.

Wolverine, yang tetap diperankan oleh Hugh Jackman akan menjadi tokoh sentral dalam film ini, terlihat dari trailer yang dirilis baru-baru ini yang memperlihatkan sosok Wolverine/Logan sewaktu kecil pada permulaan, lalu bagaimana dia bisa masuk ke program Weapon X yang membuatnya memiliki kuku Adamantium, perseteruannya dengan Sabretooth (Liev Schrieber).

Terlihat juga ada Gambit (Taylor Kitsch), yang memperlihatkan gaya toya kungfu shaolin dicampur dengan gerakan-gerakan eksplosif, adegan-adegan action pun meskipun terbatas pada pertarungan Wolverine saja, tetapi memperlihatkan combat hand to hand yang keren.

Sepertinya film yang akan ditayangkan tanggal 1 Mei ini akan mencuri perhatian baik para pecinta komik maupun film.

Berikut trailer yang dirilis baru-baru ini :


--
Anton Hermansyah

18 Desember 2008

Disindir Dengan Halus Oleh Beyonce

people.com

Siapa yang tidak kenal dengan Beyonce Knowles, penyanyi jelita nan eksotis. Yah, jangan bicarakan dia dari segi badaniyahnya, karena saya saat ini ingin membahas apa yang penyanyi ini kemukakan.

Waktu itu saya mendengarkan lagu "Irreplaceable", yang saya kira bercerita tentang seorang cowok yang tidak tergantikan di mata seorang wanita, tapi ternyata eh ternyata berkata "Kamu jangan geer dan mikir kamu tidak tergantikan (Irreplaceable), aku bisa dapet yang baru cuma dalam beberapa menit kok". Dari sini sudah terlihat bahwa lagu ini menyindir para lelaki (sampai ada lagu versi cowoknya, untuk melawan lagu ini). Sebenarnya sebagai laki-laki saya tersindir, tapi lagunya terdengar enak, jadi tetap saya nyanyikan.

Masih segar di ingatan di mana dia tampil di Indonesia dengan membawa band yang semuanya perempuan, inilah yang dia coba tonjolkan : Girl Power, sebuah pernyataan bahwa wanita bukanlah makhluk lemah dan manja.

Pesan saya untuk para laki-laki yang senasib dengan saya (tersindir tapi tetap suka lagu Beyonce), "tetaplah dengarkan lagunya, karena dalam lagunya Beyonce menceritakan apa yang diharapkan seorang wanita dari kekasihnya.

Sebagai penutup, adalah lagu "If I Were Boy" yang (lagi-lagi) bukan bercerita tentang irinya wanita terhadap laki-laki, tetapi apa yang akan dilakukan wanita jika jadi laki-laki, sengaja saya pilihkan yang versi livenya, agar bisa melihat "all female band" dari Beyonce :


--
Anton Hermansyah

24 September 2008

Kok Berat Ya?

Garfield Harus Berdiet

Bulan puasa, secara sangat-sangat awam adalah "siang-siang, panas-panas ga boleh makan, ga boleh minum" meskipun penjelasan dari Ustadz bisa lain lagi.

Bulan ini juga menjadi kesempatan saya (yang berbobot "lebih" untuk menguruskan badan

Tetapi apa yang terjadi....

Berat badan saya malah tidak stabil, di siang hari xxx Kg sedangkan di malam hari ??? Kg (kalau anda penasaran, arahkan mouse anda ke kode tersebut)

Kok bisa bedanya sampai segitu jauhnya??, Teman saya yang sedang keranjingan fitnes memberikan beberapa tips untuk saya


  • Minum air yang banyak pada saat sahur dan buka, jangan yang manis-manis

  • Olah Raga satu jam sebelum buka, lanjutkan sehabis buka kira-kira 1 jam lagi

  • Jangan balas dendam, makan sedikit dulu, tunggu sebentar, baru makan besar

  • Minum vitamin untuk memperlancar metabolisme

Semoga dengan tips ini Anda Saya dapat menjadi lebih ramping dan berisi, Amin!

--
Anton Hermansyah

Setelah Sekian Lama

Sudah lama saya tidak posting apa-apa di blog ini, memang tadinya blog ini rencananya akan saya jadikan sebagai catatan perjalanan saya, perjalanan di sini artinya berwisata.

Tetapi kok saya jadi jarang jalan-jalan, tambah lagi terkadang saya lupa membawa kamera sehingga melawatkan momen-momen indah yang seharusnya bisa saya tangkap dengan kamera saya.

Tulisan ini cuma sebagai obat rindu saja bagi penggemar-penggemar saya, mungkin berikutnya saya akan menulis lebih.



--
Anton Hermansyah

15 Agustus 2008

Tooltip dan Javascript di Blogger

Akhirnya bisa juga masukin Javascript tooltip di Blogger, sebelumnya sempat frustrasi karena template yang sudah saya ubah tidak mau disimpan, karena alasan "Tag belum menutup sempurna", padahal di Project Hermansyah JS-nya jalan dengan lancar. Frustrasi, terpaksa saya memakai tag "title" untuk memunculkan tooltip sederhana.

Usut punya usut, ternyata JS jangan dimasukkan langsung di HTML blogger, tapi harus dibuat file yang terpisah lalu di link dengan menggunakan tag :

<script src='http:/lokasi file Javascript.js'
type='text/javascript'/>

Baru setelah itu JS siap digunakan.

Bagaimana untuk menggunakan JS dalam posting?

Masukkan saja perintah Javascript di dalam posting, tetapi pasti ada pesan error seperti :

KESALAHAN

HTML Anda tidak bisa diterima : Tags cannot enclose tags area shape="poly" coords="0,166,20,78,152,125,196,129,220,116,236,0,236,0,234,0,211" alt="Anton Hermansyah" onmouseover="ddrivetip('<b"


Jangan takut, centang saja "checkbox" tersebut, lalu nikmatilah posting dengan Javascript buatan anda.

Contoh (gerakkan mouse anda di dalam gambar) :



--
Anton Hermansyah

Rambut Anton
Mata Anton
Hidung Anton
Mulut Anton
Dagu Anton

08 Agustus 2008

Project Hermansyah

Musim liburan, biasanya orang-orang melewati waktu bebasnya dengan berlibur, atau melakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, atau mencari kesibukan seperti magang, atau ikut kegiatan-kegiatan sosial, daripada berdiam diri terus di rumah.

Saya sedikit "sebaliknya", pada liburan ini saya menjadi seorang "IT Freak" (sebutan dari saya sendiri) yang tergila-gila pada kode HTML dan Javascript.

Awalnya sih dari tidak sengaja masuk ke blognya Christian Sugiono, saya melihat blognya bagus sekali dan banyak tampilan tampilan keren yang dibuat dengan Javascript. Tertarik untuk mencontoh Tian, saya mencoba memasukkan beberapa kode untuk animasi Javascript di blog ini, tapi kok tidak bisa-bisa, blogspot tidak menerima kode Javascript yang saya masukkan, sudah dicoba berkali-kali tapi saya tetap tidak bisa.

Alih-alih menyerah, malah membuat saya nekat untuk membuat situs sendiri. Awalnya saya mencoba memakai jasa Google Sites, tetapi ternyata halamannya tidak bisa dimodifikasi secara bebas, saya malah bingung untuk menaruh kode Javascript di situs yang saya buat.

Saya beralih ke Geocities, di sana saya bisa membuat HTML semau saya, tapi saya "terpaksa" belajar bahasa-bahasa HTML, CSS dan Javascript (ini belum mengisi webnya lho, baru layout).

Web itu saya beri nama "Project Hermansyah" isi nya sih nggak nyambung sama namanya, karena saya bingung mau isi apa jadilah Three in One yang saya ceritakan.

Sekarang sih belum ada isi apa-apa, tapi kalau mau lihat silakan klik link ini.


--
Anton Hermansyah

06 Agustus 2008

Three in One

Three in One adalah tiga sahabat yang menjalin persahabatan sejak masih kecil. Selain saya ada Ecah dan Kiki. Dua orang ini adalah teman pertama saya sewaktu saya pindah ke rumah di Pondok Cabe. Jadi saya mengenal mereka sejak sekitar umur 3 tahun.

Three in One di Jembatan Kota Intan
gerakkan mouse anda di gambar untuk mengetahui Three in One lebih lanjut

Sewaktu masih SD, kami adalah penggemar sepeda. Sering sekali berpetualang (untuk ukuran anak SD) mengendarai sepeda bertiga. Entah itu menyusuri "jalan-jalan tikus" atau pergi ke kompleks lain. Meskipun jaraknya tidak terlalu jauh dan medannya tidak terlalu berat(kalau naik kendaraan bermotor). Karena kami masih SD dan naik sepeda jadi serasa melakukan ALTO (offroad ringan dengan mobil berpenggerak 2 roda) karena kami seringkali melewati jalan yang tak lazim.

Ketiga sahabat ini sudah jarang sekali bisa berkumpul, terutama sejak Kiki kuliah di Solo, dan jika kami bertiga sudah berkumpul (biasanya 6 bulan sekali), diadakanlah petualangan kecil-kecilan (tapi naik mobil), hitung-hitung reuni kami bertiga, jika tahun kemarin kami pergi ke TMII, tahun ini kami pergi "menjelajahi" Jakarta. Antara lain ke Kota Tua, Pantai Ancol dan Taman Menteng, mungkin detilnya akan saya tulis suatu saat.

Semoga "petualangan" berikutnya akan lebih seru lagi.

--
Anton Hermansyah

Anton Hermansyah
Riza Fahlavi Putra
Rizki Fajar Mulyo Haswanto

25 Juli 2008

Sepeda Kuning di Kampus Kuning

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya di Kampus UI Depok kita dapat menikmati fasilitas sepeda kuning. Jalur sepedanya sendiri telah dibuat sekitar enam bulan yang lalu, tapi sepedanya kok tidak muncul-muncul juga?Baru kemarin (21/7), sewaktu pulang dari kampus saya menemukan beberapa orang sedang mengayuh sepeda kuning di jalur sepeda tersebut. Di antara orang-orang yang saya lihat, ada dua makhluk yang sepertinya saya kenal yaitu teman-teman saya Indra dan Hoyrul. Dari cerita mereka saya mengetahui kalau meminjam sepeda kuning prosesnya mudah dan praktis, yaitu :
  1. Pergi ke tempat penitipan sepeda (ada di Asrama Mahasiswa, Masjid Kampus, Stasiun, dan Fakultas Psikologi).
  2. Tunjukkan KTM kepada petugas penjaga di sana, nomor KTM anda akan dicatat.
  3. Anda sudah bisa mengendarai sepeda kuning.
  4. Jika sudah selesai, sepeda dapat dikembalikan ke tempat penitipan yang mana saja, tidak usah tempat penitipan yang sama saat mengambil. (misalkan, meminjam di Fakultas Psikologi tapi mengembalikan di Asrama)
Sepeda kuning ini dapat menjadi alternatif untuk anak-anak UI menjelajahi Kampus UI Depok selain menggunakan bis kuning. Lebih sehat dan lebih cepat (jika anda seorang Lance Armstrong) juga membantu mengurangi polusi di bumi ini.

Ironisnya, sampai saat ini saya belum pernah mencobanya, semoga dalam waktu dekat ini saya dapat mencoba sepeda kuning ini.

--
Anton Hermansyah

10 Juli 2008

Tak Direncanakan; Bag II : Masjid Kubah Emas

Pada artikel sebelumnya, diceritakan bahwa saya bersama, Alet, Mitha dan Yura pergi ke Situ Babakan. Pada artikel ini petulangan berlanjut ke Masjid Kubah Emas di daerah Meruyung, Depok, Jawa Barat.

Beginilah Ceritanya :

Sewaktu kami pulang dari Situ Babakan, saat itu sudah sekitar jam lima sore. Merasa masih kurang puas dengan pengalaman yang didapat di hari itu, kami semua berkeinginan untuk pergi ke sebuah tempat lagi, kemudian Mitha menyarankan kami untuk pergi Salat Maghrib ke Masjid Kubah Emas karena letaknya tidak jauh dari Situ Babakan dan sekalian jalan pulang ke arah UI lagi (Mitha dan Yura memang tinggal di daerah sekitar UI). Saya, Alet dan Yura memang belum pernah pergi ke sana dan sangat penasaran akan kemegahan masjidnya.
Kami pun mulai menelusuri jalan-jalan kecil seputaran Jagakarsa, Cinere dan Meruyung. Ternyata perlu sedikit perjuangan untuk menuju ke sana, terutama bagi Yura dan mobilnya, karena jalannya kecil, padat dan berlubang, makin parah jika sudah masuk daerah Meruyung. Ada satu buah truk kecil yang terperosok di parit dapat membuat macet jalan yang jika dilewati membutuhkan waktu sekitar 10 menit, karena hanya tersedia satu lajur untuk masing-masing arah.

Membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk menuju Masjid Kubah Emas dari Situ Babakan. Begitu masuk kami harus membayar Rp. 3.000 untuk biaya perawatan masjid dan Rp. 2.000 untuk parkir mobil, lingkungan luar masjid ini seperti tempat wisata, ada pasar cindera mata begitu pula dengan penjual makanan dan minuman, masjid pun tid
ak buka setiap waktu, ditutup pada jam 20.00 dan dibuka lagi jam 4.00.

Begitu masuk ke masjid ini, kami langsung terkagum-kagum, rasanya seperti ada di dunia lain, setelah melewati jalan Meruyung yang jelek, kami dihadapkan dengan sebuah masjid yang megah dengan taman bergaya timur tengah. Sedangkan Masjid Kubah Emas terlihat megah di malam hari (saat itu sekitar pukul 18.30)

Kami pun parkir di dalam kompleks masjid, dan mulai berpisah karena tempat masuk pria dan wanita berbeda (dan cukup jauh pula). Saya dan Yura memasuki masjid dari pintu pria, di situ memang diarahkan oleh pembatas jalan agar masuk ke tempat wudhu terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam masjid. Tempat wudhunya terletak di bawah tanah dan sangat megah, temboknya dihias dengan batu-batuan (saya tidak tahu itu batu apa, mungkin marmer), toiletnya pun sangat bersih. Saya pun maski penasaran, jika tempat wudhunya seperti ini, bagaimana di dalam masjidnya ya?

Saya dan Yura memasuki pintu masuk masjid yang besar, ruangan masjid yang megah pun menyambut kami. Dihiasi oranamen putih dan tiang-tiang yang besar, bagian dalam kubah dihiasi dengan lukisan langit dan terdapat lampu gantung kristal yang mewah.

Saya pun berkeliling, melihat pintu masjid di sebelah utara (kami masuk dari selatan), di sebelah utara masjid terdapat sebuah rumah yang megah dan besar, mungkin itu adalah rumah ibu Dian, pemilik kompleks masjid ini.

Setelah menjalani shalat isya berjamaah dengan "suasana Arab", kami berempat berkumpul di mobil Yura untuk bersiap-siap pulang ke Depok. Tetapi Alet dan Mitha ingin pergi ke kamar kecil, ternyata kamar kecil untuk wanita tidak terletak di tempat wudhunya, tetapi di bangunan terpisah dari masjid dan letaknya agak jauh dari masjid. Kami agak kesulitan menemukannya, tanpa sadar sudah pukul 19.40, saat itu pengurus masjid sudah berkeliling membunyikan sirine dari toa-nya karena masjid akan ditutup.

Jalan pulang kembali ke Depok untungnya tidak separah jalan pergi ke masjid, setelah sampai di Depok, kami pulang ke rumah masing-masing, berakhirlah sudah perjalanan yang hanya berawal dari kata "bosan" ini.

--
Anton Hermansyah

09 Juli 2008

Rien Maulana Sarjana Ekonomi

Kemarin (8/7), akhirnya Rien Maulana mantan Ketua Dewan Pengawas KpME-FEUI telah lulus dan menjadi seorang SE setelah melewati ujian komprehensif. Sesuai tradisi yang ada di FEUI, setiap orang yang lulus harus diceburkan ke Kolam Makara yang berada di tengah-tengah fakultas.

SELAMAT UNTUK RIEN

Foto-foto pada saat itu :


Video sewaktu Rien diceburkan ke kolam makara :

05 Juli 2008

Tak Direncanakan; Bag I : Situ Babakan

Bagi saya sering kali suatu hal tidak terlaksana kalau direncanakan, seperti niat saya ingin pergi ke Kanekes atau bahkan rencana menonton film di bioskop tidak jadi-jadi terlaksana.

Perjalanan kali ini bermula dari sebuah kata yaitu "Bosan". Saya bersama 3 orang teman saya Alet, Yura dan Mitha (yang kami "culik" saat sedang menunggu bis untuk pulang) pergi ke Situ Babakan tempat Cagar Budaya Betawi

Situ Babakan terletak tidak begitu jauh dari Kampus UI Depok, tepatnya di daerah Jagakarsa dan untuk memasuki Situ Babakan harus melalui jalan-jalan yang relatif kecil, karena bukan jalan raya. Sampai di sana anda akan disambut oleh pintu gerbang bergaya Betawi. Jalan di dalamnya emm, bisa dibilang kecil dan sempit, mungkin untuk membuat suasana seperti di "kampung".

Kami langsung masuk ke dalam kawasan situ, pilihan pertama kami adalah naik bebek-bebekan yang ada di sana, kami harus membayar Rp. 8.000 per "bebek". Karena 1 "bebek" bisa ditumpangi 2 orang, maka satu orang harus membayar Rp. 4.000

Cukup murah dan cukup senang, kami bersepeda air selama hampir setengah jam. Kaki rasanya sudah lelah mengayuh. Saya sudah capai tapi Mitha bilang "Utilitasnya belum maksimal!", suatu bahasa anak FE yang artinya "Belum puas!"

Setelah selesai main di air, kami mulai mencari makan, kami pun langsung mencari tempat duduk yang memang sudah disediakan di sepanjang situ. Yura yang berasal dari Riau, ingin mencoba makanan khas Betawi, yahh, kalau begitu pilihan pertama jatuh kepada makanan khas Betawi yang paling populer, Kerak Telor.

Saya dan Mitha memesan Kerak Telor memakai telur bebek, sedangkan Yura dan Alet memakai telur ayam. Ternyata tidak ada beda harga antara keduanya, tetap Rp. 7.000 baik untuk telur ayam maupun telur bebek. Biasanya Kerak Telor dengan telur bebek lebih mahal Rp. 1.000 dibandingkan yang telor ayam, tetapi keunggulan yang memakai telur bebek adalah Kerak Telor lebih mengembang dan berisi, mungkin karena faktor telur bebek yang ukurannya memang lebih besar dari telur ayam.

Belum puas, saya memesan Toge Goreng, jajanan yang sudah lama tidak lewat rumah saya. Harganya Rp. 5.000, rasanya pedas tetapi segar, karena bumbu kacang dan togenya meresap sempurna Maknyus!

Untuk minumnya saya dari dulu penasaran dengan minuman Bir Pletok, memang sudah sering saya lihat di TV tetapi belum pernah saya coba sendiri. Ternyata saya harus membeli 1 botol, kira-kira sebesar botol sirup, harganya Rp. 10.000, akhirnya saya patungan dengan Yura, yang penasaran juga dengan rasa Bir Pletok. Kami meminumnya dengan es batu agar minumannya dingin. Rasa Bir Pletok seperti sirup rozen, tetapi tidak terlalu manis, serta ada rasa-rasa hangat seperti wedang jahe, begitu masuk ke perut rasanya hangat. Mungkin karena untuk menghangatkan badan, makanya ada embel-embel "bir" di nama minuman ini.

Mitha dan Alet memesan Es Kelapa Muda lengkap dengan batoknya, harganya Rp. 5.000, sebenarnya masih banyak jajanan lainnya di Situ Babakan, kebanyakan jajanannya sudah "punah" di sekitar rumah seperti Laksa, Arum Manis dan Kue Rangi. Tetapi kami sudah kenyang.



Sebelum kami pergi dari Situ Babakan, saya sempatkan diri berfoto di mobil Jeep Willys kepunyaan warga setempat, orang-orang di sini sangat ramah dan ceplas-ceplos. Tanpa ragu-ragu saya mengambil pose di Jip, benar-benar gagah!


Petualangan kami tidak berakhir sampai di sini, episode berikutnya, Masjid Kubah Emas

--
Anton Hermansyah

p.s = Alet, Yura dan Mitha, ini slideshow foto-foto di sana :

26 Juni 2008

Gelanggang Remaja & Stasiun Pasar Senen

Hari ini (26/6) saya terpaksa membatalkan "kepulangan" saya ke Jogjakarta karena ada kuliah pengganti pada hari Jumat (27/6), dengan berat hati, tiket kereta api pulang pergi yang sudah dibeli oleh tante saya harus saya batalkan.

Pergilah saya ke Stasiun Pasar Senen semenjak siang karena 2 alasan yang pertama adalah takut terkena macet, dan yang kedua takut akan
terjadi kerusuhan seperti yang ada di Atma Jaya, Sudirman kemarin (24/6) untunglah alasan yang kedua tidak terjadi, tetapi saya tetap harus menghadapi alasan yang pertama.

Setelah 1,5 jam ngendhok di dalam mobil saya sampai di Stasiun Pasar Senen. Setelah urusan pembatalan tiket selesai, melihat jalan yang mulai macet (saat itu sekitar jam 16.30), saya memutuskan berkeliling stasiun ini, karena belum siap menghadapi "medan perang".

Stasiun Pasar Senen
tersambung dengan Gelanggang Remaja, di seberang Gelanggang Remaja adalah Kolam Renang Gelanggang Remaja yang dipisahkan oleh lapangan yang terlihat tidak begitu terawat tetapi masih baik untuk dilihat.

Di dalam gedung terdapat sebuah aula di mana saya lihat anak-anak sedang berlatih tarian tradisional, hal yang sudah lama saya tidak lihat semenjak masuk kuliah dan perhatian saya tersita untuk saham dan kurva. Semoga dengan ada anak-anak seperti mereka kebudayaan-kebudayaan di Indonesia tidak hilang, malah semakin berkembang.

Naik ke lantai 2, merupakan atap dari gedung aula, saya mencoba berkeliling di atas tetapi tidak menemukan pintu masuk untuk ke dalam gelanggang. Atap gedung aula ini menjadi tempat bersantai atau tempat janjian, maklum saat sore hari tidak panas, dan anginnya sepoi-sepoi dan tidak membawa asap kendaraan yang berlalu-lalang di jalan bawah.

Turun ke lapangan utama ada sebuah patung yang terletak di tengah lapangan, tidak terlalu terawat, dan di sekitar patung itu berbau pesing, mungkin banyak orang pipis sembarangan di sana, dan memang orang begitu saja berlalu-lalang mengacuhkannya. Patung yang dibangun tahun 1986 itu diberi nama "Tekad Merdeka", patung itu memang menggambarkan putera-puteri Indonesia angkatan '45 . Di salah satu sisi patung tersebut tertulis :

Tuhan, jika aku gugur dan Kau takdirkan aku hidup kembali sekali lagi Aku akan korbankan jiwaku untuk nusa dan bangsa!

Di sisi sebaliknya terdapat tulisan :


Jajaran generasi '45 mempunyai kedudukan tersendiri dalam jalannya sejarah bangsa, karena selain mendukung ide juga mengetuskan Proklamasi


Saya kira, bahwa patung ini dibuat untuk mengobarkan semangat remaja-remaja yang beraktivitas di Gelanggan Remaja seperti semangat generasi '45 terdahulu yang sudah berjuang untuk nusa dan bangsa ini.

Ahh, benar-benar terasa bangkit kembali semangat nasionalisme dengan petualangan singkat ini, memang kini kita sudah tidak menghadapi perang untuk kemerdekaan, tetapi kita menghadapi "Perang Globalisasi", bukan hanya melawan Belanda dan Jepang melainkan seluruh dunia, untuk menunjukkan prestasi dan harga diri nusa dan bangsa ini (seperti iklan kebangkitan nasional saja ya).

Saya pun kembali ke mobil dan bertekad berjuang, setidaknya untuk menghadapi macetnya Jakarta saat jam pulang kantor.

--
Anton Hermansyah


20 Juni 2008

Coba Flash di Blog

Cuma mau coba apakah flash bisa jalan di Blog, terima kasih pada Enpop yang telah menghasilkan cerita Heem Man Ini.

Klik di sini untuk mengunduh


--
Anton Hermansyah

18 Juni 2008

Pedasnya Spesial Sambal

Sore hari sehabis asistensi Manajemen Portofolio, saya bersama teman-teman saya, Aan, Adi, Angga Boz, Angga Bubu, dan Boniarga. emm sebenarnya tidak pantas menyebut mereka teman, karena hubungan kami yang begitu erat, mereka bisa saya sebut sebagai "Keluarga" bagi saya.

Oh ya, kembali ke topik, karena kami kelelahan akibat haru mengikuti kuliah ditambah asistensi (yang membuat kami harus duduk di ruangan kelas dari jam 2 sampai jam 6 sore), kami pun memutuskan untuk makan dahulu sebelum pulang ke rumah. Pilihan kami adalah Warung Spesial Sambal yang terletak tidak jauh dari kampus UI.

Sesuai namanya, warung ini mengandalkan rasa pedas sebagai daya tariknya, juga variasi sambal yang luar biasa banyak. Dari pilihan itu kami memilih sambal udang, bawang, dan terasi segar sebagai pendamping lauk (saya lupa sambal yang lainnya) ditambah sambal bajak sebagai bonus dari Warung SS. Sambal terasi segar dan bawang adalah sambal terpedas yang dipunyai SS.


Sebagai hasil dari pedasnya sambal bibir kami memerah seperti pakai lipstick, keringat mengucur deras, memesan minuman tambahan, mengambil kerupuk banyak-banyak (sebagai penetral rasa pedas, empat bakul nasi yang ada di meja kami pun ludes.

Reaksi-reaksi prib
adi :
  • Adi memesan minuman dan mengambil kerupuk berkali-kali dan hidungnya meler
  • Angga Boz berulang kali mengatakan "Ini sambal setan!!" setelah mencoba sambal bawang dan terasi segar dengan bibir yang memerah
  • Angga Bubu menjadi "pancuran hidup", banjir keringat
  • Saya sendiri nyaris menghabiskan satu bakul nasi, mengambil 2 kerupuk, dan memesan minuman tambahan (ditambah sumbangan es batu dari minuman yang lainnya), hidung meler dan kepala berkunang-kunang karena mencoba menghabiskan sambal terasi segar
  • Boni dan Aan sibuk mengabadikan momen ini dengan kamera handphone mereka

Benar-benar pengalaman yang "pedas" tetapi tidak membuat kami kapok. Malah kami berencana mengajak teman-teman yang lainnya untuk merasakan pengalaman yang kami rasakan. Tentunya kami juga ingin melihat reaksi mereka kalau kepedasan!!

--
Anton Hermansyah


17 Juni 2008

Kos-Kosan Fakhrul

Kos ini adalah milik Fakhrul Fulvian, mahasiswa FEUI jurusan IE angkatan 2005. Kos ini terletak di Gang Kober dekat UI, nama gangnya saya tidak tahu, mempunyai luas sekitar 4x3 meter dan kamar mandinya terletak di luar kamar.

Udaranya lembab, mungkin lebih pantas disebut pengap, setidaknya itulah yang sering saya rasakan pada saat berada di kos ini, itu karena udara di kamar yang kecil ini pernah sering dipakai oleh saya dan 2 orang sahabat saya yaitu Fajar Indra dan sang empu kos ini yaitu Fakhrul Fulvian. Kami bertiga selama sekitar 2 bulan dari akhir Desember 2007 sampai akhir Januari 2008 bersama-sama mengerjakan soal-soal pertandingan The 8th L'Oreal e-Strat Challenge. tidak menang sih, tetapi kami mendapatkan hubungan persahabatan, sebuah hubungan yang saya pikir sulit di cari di kehidupan di Jakarta, tempat d mana egoisme begitu tinggi.

Khusus bagi saya, kos ini telah membawa saya kembali mengingat kehidupan sewaktu masih kos di Jogjakarta. Suasana jauh dari orang tua, makan harus di irit sesuai kiriman bulanan, tak luopa yang paling penting adalah aroma kebebasan yang semerbak. Aroma yang sudah 2 tahun saya tidak rasakan setelah pulang kembali ke Jakarta (mungkin suatu saat akan saya ceritakan mengenai Jogja dan Jakarta ini) Pernah kami tidur bertiga, berbagi tempat dan udara di kamar ini setelah selesai mengerjakan perhitungan e-Strat berbagi ruang ada udara yang terasa terbatas pada saat itu, ada yang tidur di lantai, ada yang tidur di kasur sempit berduaan, saat itu sedang panas-panasnya. Di kamar ini pula kami sering berdiskusi dan berdebat, dari suasana akrab sampai berantem pernah dialami, dan ada kalanya kami saling berhutang untuk membiayai makan masing-masing. Memang saat-saat itu adalah saat -saat "susah" tetapi saya percaya nant semua itu akan menjadi kenangan pada saatnya nanti kami berkumpul kembali di masa depan.

--
Anton Hermansyah

16 Juni 2008

Perkenalan

Sugeng Rawuh,

Perkenalkan nama saya Anton Hermansyah dan saya baru pertama kali menggunakan Blog. Semoga Blog ini menjadi berguna bagi saya dan juga teman-teman saya sekalian.

Pertama-tama dalam membuat blog ini saya harus berterima kasih kepada teman saya Fajar Indra karena tanpa undangan dari dia untuk mengisi Blognya saya tidak akan memulai untuk membuat Blog saya sendiri, saya benar-benar takut untuk mencoba, matur nuwun sanget Mas Fajar.

Terima kasih yang kedua saya tujukan kepada pak Ridwan Sanjaya yang telah membuat buku "Membuat Blog dengan Blogspot" buku yang akan menjadi panduan saya dalam ber-Blog ria.

Sekian dulu posting kali ini semoga Blog ini dapat berjalan dengan aman dan sejahtera Amiin.

--
Anton Hermansyah